Inovasi Peringatan Lahar Dingin SMA Tarakanita Magelang Sabet Juara 2 PUTecnovation

Familia Rara Agustin dan Rhea Anindya Quaneisha dari SMA Tarakanita Magelang berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peneliti Belia PUTecnovation bidang Geografi
Familia Rara Agustin dan Rhea Anindya Quaneisha dari SMA Tarakanita Magelang berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peneliti Belia PUTecnovation bidang Geografi (KalderaNews/Dok. Tarakanita)
Sharing for Empowerment

Sistem peringatan dini banjir lahar dingin karya siswi SMA Tarakanita Magelang sukses menyabet Juara 2 di PUTecnovation.

MAGELANG, KalderaNews.com – Dunia saat ini bergerak begitu cepat dengan bantuan teknologi yang menawarkan kemudahan instan. Di tengah tantangan zaman ini, kemampuan berpikir kritis, analisis mendalam, dan daya juang menjadi modal utama yang harus dimiliki oleh generasi muda.

Membuktikan kemampuan tersebut, tim peneliti belia dari SMA Tarakanita Magelang sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat provinsi dalam ajang PUTecnovation yang diselenggarakan oleh Politeknik Pekerjaan Umum Semarang yang bekerja sama dengan Center for Young Scientists (CYS).

Kompetisi bergengsi ini mengusung tema “Smart Solutions for Resilient Infrastructure”. Dalam ajang ini, tim SMA Tarakanita Magelang yang beranggotakan Rhea Anindya Quaneisha dan Familia Rara Agustin berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Peneliti Belia PUTecnovation bidang Geografi yang dibimbing oleh Ibu Paulinawati S.Pd. 

BACA JUGA:

Prestasi luar biasa ini diraih melalui penelitian aplikatif dan kontekstual yang mereka susun dengan judul: “Analisis Potensi Sistem Peringatan Dini Banjir Lahar Dingin Berbasis Arduino di Desa Krinjing, Kab. Magelang”. 

Keberhasilan Rhea dan Familia membawa pulang piala juara bukanlah proses yang instan. Perjalanan ini diawali dari kepekaan mereka terhadap masalah nyata di lingkungan sekitar, yaitu ancaman banjir lahar dingin di Desa Krinjing yang merupakan tempat tinggal dari Rara.

Di bawah bimbingan guru pendamping, Ibu Paulinawati kedua siswa ini ditantang untuk berpikir kritis merumuskan solusi berbasis teknologi yang ramah guna demi mendukung infrastruktur desa yang tangguh (resilient). 

Tantangan terbesar yang mereka hadapi selama proses ini adalah manajemen waktu di antara padatnya aktivitas sekolah, serta proses trial-and-error menguji coba prototype dan saat menganalisis potensi sistem berbasis Arduino tersebut.

Revisi demi revisi serta kendala teknis dalam penyusunan KTI bidang Geografi ini justru menjadi sarana untuk menguji daya juang mereka.

Namun, dengan ketekunan, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah, Rhea dan Familia berhasil menyelesaikan penelitian mereka tepat waktu hingga siap diuji di hadapan dewan juri PUTecnovation saat babak final. 

Hingga akhirnya, kerja keras dan kolaborasi solid ini membuahkan hasil yang membanggakan. Podium Juara 2 berhasil mereka raih. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa siswa SMA Tarakanita Magelang memiliki potensi besar dan daya saing tinggi dalam dunia riset. 

Lebih dari sekadar piala dan gelar juara, prestasi di kompetisi PUTecnovation ini telah membentuk karakter Rhea dan Familia menjadi pribadi yang lebih kritis, tangguh, dan percaya pada kemampuan diri.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi siswa-siswi lain di SMA Tarakanita Magelang untuk tidak takut mencoba, berinovasi, dan menumbuhkan budaya riset sejak bangku sekolah. (Penulis: Paulinawati)

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*