Profil lengkap dr. Nevi Rizal, Asisten I Setdakab Gayo Lues yang mundur akibat aksi flexing anaknya. Cek rekam jejak karier hingga total harta kekayaannya.
GAYO LUES, KalderaNews.com – Langkah tegas diambil oleh dr. Nevi Rizal, M.Kes., M.H.Kes., Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues.
Pada Kamis (23/7/2026), ia secara resmi melayangkan surat pengunduran diri dari jabatannya setelah aksi pamer gaya hidup mewah (flexing) yang dilakukan sang anak di media sosial memicu gelombang kritik dari publik.
Langkah ini diambil Nevi Rizal setelah sebelumnya sempat menegur sang anak dan menyampaikan permohonan maaf terbuka pada Rabu (22/7/2026).
BACA JUGA:
- Viral Konten Flexing Anak Pejabat Gayo Lues, Netizen: Kok Enggak Malu?
- Dibekuk KPK, Ini Sosok dan Profil Pendidikan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini
- Sosok Trinita Manuel, Mantan Duta Pelajar yang Viral karena Dugaan Pencurian
Pengunduran diri ini menjadi bentuk tanggung jawab moral serta etika sebagai pejabat publik demi menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintahan.
Profil, Pendidikan, dan Rekam Jejak dr. Nevi Rizal
dr. Nevi Rizal, M.Kes., M.H.Kes. lahir di Aceh Tenggara pada 9 November 1967. Sebelum memegang posisi birokrat strategis di pemerintahan daerah, ia memiliki latar belakang pendidikan kedokteran dan hukum yang kuat.
Riwayat Pendidikan
- Pendidikan Dasar & Menengah: SD Negeri 2 Blangkejeren, SMP Negeri 1 Agam, dan SMA Negeri 1 Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
- Sarjana Kedokteran: Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) hingga memperoleh gelar dokter.
- Pascasarjana: Magister Kesehatan (M.Kes.) dari Universitas Sumatera Utara (USU) serta Magister Hukum Kesehatan (M.H.Kes.) dari Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB).
Rekam Jejak Karier dan Organisasi
Karier profesional dr. Nevi Rizal berawal dari sektor kesehatan masyarakat:
- 1996–2004: Kepala Puskesmas di Kabupaten Aceh Tengah.
- 2004–2006: Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah.
- 2006–2008: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah.
- 2009–2017: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues.
- 2023–2026: Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Gayo Lues (sempat dipercaya menjadi Plt. Sekda Gayo Lues).
Di luar kedinasan, dr. Nevi Rizal aktif di berbagai organisasi profesi dan keagamaan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Aceh Tengah (2000) dan memegang amanah sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gayo Lues sejak tahun 2023.
Rincian Harta Kekayaan LHKPN dr. Nevi Rizal
Sebagai penyelenggara negara, dr. Nevi Rizal secara rutin melaporkan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK.
Berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 9 Juli 2025, total harta kekayaan bersih miliknya tercatat sebesar Rp1.468.226.875 (Rp1,47 miliar) tanpa catatan utang.
Rincian aset yang dilaporkan meliputi:
- Tanah dan Bangunan (Rp1.113.504.000): Terdiri dari 7 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Aceh Tengah, Kota Medan, Gayo Lues, serta beberapa bidang lahan lainnya.
- Alat Transportasi dan Mesin (Rp85.000.000): Terdiri dari sepeda motor Honda (2009) senilai Rp5 juta dan mobil Suzuki APV Minibus (2008) senilai Rp80 juta.
- Harta Bergerak Lainnya: Rp108.770.000.
- Kas dan Setara Kas: Rp160.952.875.
Kronologi Polemik: Berawal dari Konten Medsos Sang Anak
Sorotan publik bermula ketika deretan konten media sosial milik putri Nevi Rizal, Dea Arranoya, diunggah ulang dan mendadak viral di berbagai platform, salah satunya Threads.
Di tengah situasi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan dan pemulihan pascabencana, unggahan Dea dinilai tidak sensitif. Beberapa konten yang memicu gelombang perbincangan di antaranya:
- Pelesiran ke luar negeri seperti Korea Selatan, Thailand, hingga Eropa.
- Pembelian kendaraan baru (Vespa matic dan mobil baru).
- Klaim mengenai pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam jumlah besar.
Masyarakat mengecam unggahan tersebut karena dianggap memamerkan kemewahan dan mencoreng etika keluarga pejabat publik.
Sikap Tegas dan Keputusan Mengundurkan Diri
Menanggapi gejolak yang kian meluas, dr. Nevi Rizal telah menegur keras sang putri serta memintanya menghapus seluruh konten yang bermasalah. Dea Arranoya pun telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kelalaiannya.
Namun, demi menjaga kredibilitas Pemkab Gayo Lues, dr. Nevi Rizal memilih untuk mengambil langkah tertinggi dengan mundur dari jabatannya sebagai Asisten I Setdakab Gayo Lues.
“(Keputusan ini diambil) Akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi,” ungkap dr. Nevi Rizal melalui pernyataan resminya.
Dalam surat pengunduran dirinya, ia menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada pimpinan daerah, rekan kerja, dan masyarakat Gayo Lues atas kegaduhan yang terjadi.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply