Video Ambulans Mengular di Pati Viral Imbas Ratusan Siswa Keracunan MBG

Video Ambulans Mengular di Pati Viral, Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG
Sharing for Empowerment

Video ambulans mengular di Pati viral setelah 269 orang dilaporkan mengalami gejala usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis.

PATI, KalderaNews.com- Sebuah video yang memperlihatkan deretan mobil ambulans mengular di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, viral di media sosial.

Rekaman yang beredar pada Rabu (9/9/2026) itu menunjukkan sejumlah ambulans berjajar di sepanjang jalan dan diduga sedang digunakan untuk menangani siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“DUKA DERITA SISWA INDONESIA. Ini bukan jambore mobil ambulans.. Ini keracunan MBG di SMP Gembong, Pati. 9 September 2026,” tulis akun X @RagilSemar.

BACA JUGA:

Kronologi Siswa di Pati Keracunan MBG

Peristiwa keracunan MBG tersebut terjadi setelah ratusan siswa di Pati dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG pada Selasa (8/9/2026).

Gejala mulai muncul pada Selasa malam hingga Rabu, di antaranya pusing, mual, mulas, diare, dan gangguan pencernaan.

Berdasarkan informasi sementara dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah, korban tersebar di tiga sekolah, yakni MTs Negeri 3 Pati, SMP Negeri 1 Gembong, dan MTs Manbaul Ulum.

Pada laporan awal, tercatat 127 siswa MTs Negeri 3 Pati, 101 siswa SMP Negeri 1 Gembong, serta satu siswa MTs Manbaul Ulum mengalami gejala. Sejumlah korban kemudian mendapat perawatan di rumah sakit.

Hingga Kamis (10/9/2026), jumlah warga sekolah yang mengalami gejala mencapai 269 orang. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Joko Leksono Widodo, mengatakan sebanyak 59 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Sebanyak 59 pasien tersebut dirawat di RSUD Soewondo, RS Mitra Bangsa, RS Keluarga Sehat (KSH), dan RS Fastabiq. Selain itu, 154 siswa menjalani rawat jalan, sedangkan tiga orang lainnya masih dalam observasi di puskesmas.

Keluhan yang dialami para korban antara lain mual dan diare. Gejala tersebut dilaporkan muncul lebih dari enam jam setelah mereka mengonsumsi makanan MBG.

BGN Pastikan Kondisi Korban Membaik

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayor Jenderal TNI (Purn.) Trenggono, meninjau kondisi para korban bersama Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pada Kamis sore. Trenggono mengatakan sebagian korban masih menjalani perawatan, tetapi kondisi mereka berangsur membaik.

“Masih ada 59 yang masih dirawat dan semuanya sudah dalam kondisi yang segera pulih. Tidak ada yang kondisinya mengkhawatirkan,” kata Trenggono.

Ia juga memastikan biaya pengobatan para korban telah ditanggung oleh pemerintah daerah dan BGN.

“Yang jelas semua akan ditangani oleh pemerintah daerah maupun dari BGN. Jadi, tidak ada masalah untuk biayanya, sudah diatasi semua baik dari pemda maupun BGN,” ujar Trenggono.

Keracunan MBG Pati Ditetapkan sebagai KLB

Pemkab Pati menetapkan peristiwa tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan keputusan itu diambil untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan secara maksimal.

Data yang dihimpun menunjukkan korban tidak hanya berasal dari kalangan siswa. Di SMP Negeri 1 Gembong, sebanyak 103 siswa dan 13 guru dilaporkan mengalami mual serta diare.

Sementara di MTs Negeri 3 Pati, terdapat 127 siswa dan 30 guru yang mengalami keluhan serupa setelah menyantap menu MBG. Pada Kamis pagi, sekitar 45 siswa masih menjalani rawat inap di RSUD Soewondo dan RS Mitra Bangsa.

Pemerintah juga masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gangguan kesehatan tersebut. Sampel makanan MBG telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesdas) Semarang untuk diperiksa.

Pengiriman sampel dilakukan karena Pati belum memiliki fasilitas yang dapat digunakan untuk memeriksa kuman pada makanan. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru diketahui dalam waktu empat hingga tujuh hari.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


25 views