
Sosok Ahmad Taoji, Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Pamanukan, disorot usai diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswi.
PAMANUKAN, KalderaNews.com– Ahmad Taoji, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan SMAN 1 Pamanukan, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswi di sekolah tersebut.
Kasus tersebut mencuat setelah ribuan siswa SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 7 September 2026. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan pelecehan seksual yang disebut menimpa beberapa siswi.
Salah seorang korban kemudian mengungkap pengalaman yang dialaminya melalui pesan WhatsApp. Ia menceritakan bahwa kejadian bermula ketika dirinya dipanggil ke ruang guru.
BACA JUGA:
- Profil Fajar Aldila, Wabup Sumedang yang Diterpa Isu Dugaan Pelecehan
- Kasus Pelecehan Seksual di USU Akhirnya Berujung DO, Satgas Terima Delapan Laporan
- Unesa Nonaktifkan 6 Mahasiswa Vokasi Imbas Pelecehan Seksual Verbal
Awal Mula Pelecehan Terjadi
Korban mengaku awalnya tidak menaruh curiga karena di dalam ruangan tersebut terdapat sejumlah orang. Ia kemudian duduk di kursi guru sambil mendengarkan percakapan yang berlangsung hingga akhirnya tertidur karena merasa sangat mengantuk.
“Awalnya aku ke ruang guru karna dipanggil, gada perasaan curiga sama sekali, di ruang guru juga ada Devi diyaz rana yazid Ariel bu yusie pak revan, aku duduk dikursi guru denger beliau ngobrol sama diyaz, aku sempet ketiduran di kursi karna ngantuk banget,” ujar korban.
Saat korban tertidur, tindakan yang diduga merupakan pelecehan seksual kemudian terjadi. Korban mengaku terbangun setelah merasakan sentuhan pada tubuhnya.
“Aku tidur nyenyak terus aku ke distract karna dia elus tangan aku trs nyium muka aku dibagian mata, jari dia megang bibir aku sambil dimainin bibir akunya, tangan satu laginya masuk kedalam baju aku, bener bener masuk kedalam jas trs masuk lagi ke baju pramuka sampe dia bener bener megang dada aku terus dia mainin, itu bener bener dia megang skin to skin, aku kaget nge freeze, aku gabisa ngapa ngapain, tapi aku masih tutup mata seolah-olah tidur, posisi ruang guru gelap banget, udah dia lecehin sebentar.dia ngejauh dari aku, aku langsung bangun,” jelasnya.
Para Siswa Lakukan Unjuk Rasa
Menurut pengakuannya, korban mengalami kondisi freeze sehingga tidak dapat memberikan perlawanan ketika tindakan tersebut terjadi. Ia juga menyebut kondisi ruang guru saat itu dalam keadaan gelap.
Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut kemudian memicu aksi protes dari para siswa pada Senin (7/9/2026). Para siswa menyuarakan keberatan atas dugaan tindakan yang disebut melibatkan salah satu pimpinan sekolah.
Sementara itu, kepolisian disebut telah mengamankan Ahmad Taoji untuk menjalani pemeriksaan. Penanganan perkara selanjutnya dilimpahkan dari Polsek Pamanukan ke Unit PPA Satreskrim Polres Subang. Kasus tersebut kini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh kepolisian.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply