
Menko Zulhas sebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagal akibat masalah manajemen. Presiden Prabowo tindak tegas!
BANDAR LAMPUNG, KalderaNews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapatkan evaluasi tajam dari internal kabinet.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program nasional tersebut mengalami kegagalan.
BACA JUGA:
- Wakil Ketua OSIS SMK di Karo Amnesia 70 Persen Usai Keracunan MBG
- Sosok Louice Cristiana, SPPG yang Viral karena Salahkan Siswa Korban MBG
- Viral! MBG Diliburkan, Siswa SD Ini Malah Bersorak Kegirangan
Pernyataan menohok tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026) lalu.
Soroti Anggaran Besar dan Rentetan Masalah Lapangan
Zulhas menegaskan bahwa besarnya pengalokasian dana dari pemerintah ternyata belum mampu menjamin kelancaran jalannya program di lapangan. Meski telah beroperasi hampir dua tahun, pelaksanaan MBG terus diwarnai berbagai persoalan teknis maupun manajemen.
“Apa yang gagal, MBG. MBG kita akui gagal. Anggaran besar, sudah hampir dua tahun masalah tidak berhenti, termasuk yang terakhir (keracunan massal),” ujar Zulhas dalam pidatonya.
Kasus keracunan massal yang dialami sejumlah penerima manfaat menjadi salah satu puncak sorotan publik, membuktikan lemahnya aspek pengawasan mutu makanan dan pengolahan rantai pasok di tingkat bawah.
Evaluasi Internal: Lemahnya Manajemen dan Pengawasan
Menurut Menko Pangan, fenomena kegagalan MBG memberikan pelajaran penting dalam tata kelola kebijakan publik. Ketersediaan dana melimpah tidak akan berdampak optimal tanpa diimbangi oleh sistem kontrol yang ketat.
Faktor Kunci Masalah MBG:
- Manajemen Operasional: Tata kelola distribusi dan kontrol kualitas hidangan di tingkat daerah belum terintegrasi dengan baik.
- Pengawasan Mutu: Minimnya standar operasional ketat sehingga memicu insiden kesehatan seperti keracunan makanan.
- Evaluasi Berkala: Hambatan teknis yang dibiarkan berlarut-larut selama dua tahun berjalan tanpa solusi permanen.
Langkah Tegas Presiden Prabowo: Restrukturisasi Pengelola
Merespons rentetan masalah tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah perombakan di tubuh manajemen pengelola MBG. Pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas kekacauan operasional telah ditindak tegas dan diproses sesuai aturan.
Untuk memimpin pembenahan, pemerintah menunjuk sosok baru dari kalangan profesional muda yang dinilai memiliki kapabilitas dan integritas tinggi.
Target Pembenahan 1–2 Bulan Ke Depan
Pemerintah menegaskan tidak akan menghentikan niat baik program, melainkan melakukan restrukturisasi total secara bertahap. Zulhas meminta masyarakat dan publik memberikan ruang bagi pemerintah untuk membereskan masalah sistemik ini.
- Fokus Pembenahan: Perbaikan rantai pasok bahan pangan, pengetatan QC (quality control), dan digitalisasi pengawasan distribusi.
- Tenggat Waktu: Pemerintah menargetkan perbaikan signifikan dapat terlihat dalam kurun waktu satu hingga dua bulan mendatang.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply