
MAGELANG,KalderaNews.com – Sebuah video menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ramai diperbincangkan di media sosial.
Hal ini lantaran terdapat belatung dalam sajian tersebut. Menanggapi viralnya video itu, pihak sekolah dan mitra dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muntilan memberikan klarifikasi.
Video yang menjadi sorotan diunggah salah satunya oleh akun Instagram @warganet_news. Dalam rekaman tersebut terlihat ikan lele goreng yang sudah tersisa duri dan sedikit daging.
BACA JUGA:
- Viral dan Geger Menu MBG Masih Bahan Mentah di Tangsel, BGN Ngeles Begini
- Siswa SMK di Tuban Dipanggil Guru BK Usai Video Menu MBG Berbelatung Viral di Medsos
- Lagi-lagi! Puluhan Pelajar Alami Keracunan, Diduga Setelah Konsumsi MBG
Kronologi belatung ada di menu MBG
Kamera kemudian melakukan zoom sehingga tampak adanya belatung-belatung kecil pada bagian ikan. Peristiwa ini diketahui terjadi di SMK Pangudi Luhur Muntilan. Kepala sekolah pun memberikan konfirmasi terkait kebenaran kejadian tersebut.
“Kalau kejadian itu, jelas itu kejadian di sini (SMK Pangudi Luhur Muntilan). Kita tidak pernah ingin menutupi, tadi dari dua teman dari pihak (dapur MBG). Anak-anak sudah kita konfirmasi, meskipun dari pihak MBG konfirmasi ke dapur, kemungkinan-kemungkinan bukan (miliknya),” kata Kepala SMK Pangudi Luhur Muntilan, Br Totok Tri Nugroho.
Kepala sekolah mengatakan bahwa penemuan belatung di menu MBG ini tidak perlu ditutupi sebagai bahan evaluasi.
“Ya boleh saja, tetapi kami kan meyakini anak-anak. Ini lele dari dapur MBG, saya pikir kita fair. Intinya, kan butuh evaluasi. Ini program yang bagus, yang perlu didukung, tapi rupanya perlu tindak lanjut evaluasi. Tidak hanya evaluasi di dapur MBG, tapi di kami juga evaluasi,” sambung Totok.
Ia juga menyampaikan bahwa setelah menerima makanan dari program MBG, para siswa cenderung terburu-buru untuk menyantapnya karena ada ketentuan mengenai batas waktu pengembalian wadah makan atau tepak.
Sementara itu, dari pihak mitra SPPG Muntilan, yakni Yayasan Al Fath Islamic Center Muntilan, Eko Praharjono selaku penanggung jawab menyatakan bahwa mereka tengah melakukan pengecekan dan klarifikasi kepada pihak sekolah.
“Konten seperti itu apa memang benar-benar itu lauk lele dari kita (MBG) atau tidak, itu kita lagi klarifikasi ke sekolah. Hasilnya seperti apa, kita belum tahu,” kata Eko.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply