Trending Topic Anak-Anak SD Pasca Tragedi Cilincing, Warganet Marah-Sentimen Negatif Program ‘MBG’ Meningkat

Tangkapan layar peristiwa mobil MBG menabrak siswa di Cilincing. (Ist.)
Tangkapan layar peristiwa mobil MBG menabrak siswa di Cilincing. (Ist.)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Tragedi kecelakaan mobil berstiker “BGN” (yang diidentifikasi warganet sebagai “MBG”) yang menabrak halaman Sekolah Dasar di Cilincing, Jakarta Utara, dan melukai 19 orang, memicu gelombang kemarahan dan duka cita di media sosial.

Di tengah kabar buruk dan harapan kesembuhan bagi para korban, komentar warganet dengan cepat mengarah pada kritik tajam terhadap program terkait mobil tersebut.

BACA JUGA:

Ribuan unggahan di media sosial, khususnya X (sebelumnya Twitter), menunjukkan sentimen negatif yang kuat, di mana publik secara eksplisit mengaitkan kecelakaan tersebut dengan dugaan masalah pada program kendaraan berstiker yang mereka sebut sebagai “MBG” (Mobil Bobol Gerbang/Mobil Berstiker Gerakan).

Duka dan Kecaman Publik

Sebagian besar komentar yang beredar mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam dan keprihatinan atas nasib 18 siswa dan 1 guru yang menjadi korban.

“Innalilahi wainnailaihi rojiun 😭,” tulis akun @Nana_dr92, menunjukkan simpati mendalam. “Ga kebayang perasaan ortu nya, sakit hati bgt 😭,” ujar akun @poyoyocrong, menyoroti rasa sakit hati yang dirasakan orang tua korban.

Warganet juga memuji aksi heroik yang terekam dalam foto: “Bu guru yg pakai seragam hijau gendong muridnya sampai keberatan 🥲👍🏻,” tulis akun @c_mkjn.

Namun, fokus utama perdebatan adalah dugaan kaitan insiden ini dengan program kendaraan tertentu yang dianggap gagal:

Kritik terhadap Program ‘Maksain’ dan ‘Tumbal’

Banyak warganet yang menggunakan kecelakaan ini sebagai momentum untuk menyuarakan kekecewaan dan penolakan terhadap program yang diduga berada di balik stiker mobil tersebut. Mereka menuding program ini telah membawa lebih banyak masalah daripada manfaat.

“PROGRAM MAKSAIN DARI AWAL!!!!!!! BANYAK MUDHARATNYA,” kecam akun @rkiveangeline. “Emang ga barokah ini program,” timpal @Amrullah_Ridho. “Mbg ini banyak jeleknya daripda manfaatnya yaa,” keluh akun @Pry1220.

Bahkan, ada yang menuntut penghentian program secara langsung, seperti yang disuarakan akun @cassava_123: “Astagfirullah😭😭 udah berentiin program ini wokk!!!!!”

Beberapa pengguna lain menuding kecelakaan ini sebagai ulah pengemudi yang “minim pengalaman” atau memiliki masalah mentalitas mengemudi, dengan akun @yogurtart09 mencatat, “di daerahku, yg bawa mobil mbg gini tuh slalu kebut2an.”

yuni @yourname_ytl Semoga korbannya engga kenapa-napa Ya Allah

Evangeline (slr) @rkiveangeline “PROGRAM MAKSAIN DARI AWAL!!!!!!! BANYAK MUDHARATNYA

Poyoyo @poyoyocrong “Ga kebayang perasaan ortu nya, sakit hati bgt 😭

ATENG
@yogurtart09 “di daerahku, yg bawa mobil mbg gini tuh slalu kebut2an

@cassava_123 “Astagfirullah😭😭 udah berentiin program ini wokk!!!!!”

Komentar-komentar ini menunjukkan bahwa insiden tragis di Cilincing bukan hanya dilihat sebagai kecelakaan lalu lintas biasa oleh publik, tetapi sebagai manifestasi dari risiko yang melekat pada program kendaraan berstiker yang kini menjadi sorotan tajam.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kecelakaan dan belum memberikan klarifikasi resmi mengenai hubungan pengemudi dengan program yang disebut-sebut oleh warganet.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*