
Unair klarifikasi video viral dugaan asusila di kampus. Rektor tegaskan kasus diproses Komisi Etik dan belum ada sanksi DO.
SURABAYA, KalderaNews.com – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya akhirnya buka suara memberikan klarifikasi resmi terkait video viral yang beredar di media sosial.
Video amatir berdurasi sekitar 2 menit 15 detik tersebut diduga memperlihatkan tindakan asusila yang dilakukan oleh sepasang pria dan wanita di dalam area kampus.
BACA JUGA:
- Geger Video Asusila di Unair, Komisi Etik Turun Tangan!
- Kasus Penggelapan Dana KIP-K di Unair Jadi Sorotan, Ini Fakta-Faktanya
- Ironi KIP-K Unair, Dana Mahasiswa Miskin Diduga Dikorupsi Rp97 Juta
Pihak manajemen kampus bergerak cepat untuk memastikan bahwa kasus ini ditangani secara objektif dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kronologi Singkat Kejadian di Lingkungan Kampus
Berdasarkan informasi yang dihimpun, video amatir berdurasi sekitar 2 menit 15 detik tersebut diduga diambil di salah satu ruang perkuliahan.
Awal Mula Rekaman
Kejadian bermula ketika seorang mahasiswa lain yang berada di ruangan yang sama terbangun dari tidurnya.
Tindakan Perekaman
Terkejut melihat tindakan tidak pantas di depan kelas, mahasiswa tersebut secara spontan merekam peristiwa itu dan sempat memberikan teguran.
Penyebaran
Video tersebut kemudian menyebar luas di platform media sosial dan memicu perhatian publik.
Respons Resmi Unair: Ditangani Komisi Etik
Menanggapi situasi tersebut, Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair, Pulung Siswantara, menyatakan bahwa pihak kampus telah mengantongi informasi terkait dan langsung mengaktifkan mekanisme internal.
“Universitas telah menerima informasi terkait video yang beredar dan saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Komisi Etik sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Pulung dalam keterangan resminya, Kamis (18/6/2026).
Pulung juga menegaskan komitmen Unair dalam menjaga marwah institusi pendidikan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Unair berkomitmen penuh menegakkan etika dan tata perilaku seluruh sivitas akademika sesuai peraturan yang berlaku di lingkungan kampus.
Imbauan untuk Tidak Menyebarluaskan Konten
Demi menjaga ruang digital yang kondusif dan menghormati proses penyelidikan, pihak Unair meminta masyarakat untuk bijak.
- Menghentikan penyebaran video atau konten terkait di media sosial.
- Tidak membangun spekulasi liar sebelum ada hasil keputusan resmi.
Rektorat Tegaskan Belum Ada Sanksi Drop Out (DO)
Secara terpisah, Rektor Unair, Muhammad Madyan, menjelaskan bahwa penanganan kasus ini masih berada di tingkat pemeriksaan fakultas untuk mengumpulkan kronologi dan fakta yang seutuhnya.
Madyan meluruskan isu yang beredar mengenai status akademik kedua mahasiswa tersebut. Hingga saat ini, pihak kampus belum menjatuhkan sanksi Drop Out (DO) karena proses investigasi masih berjalan.
“Masih belum (di-drop out), masih dilakukan pemeriksaan (oleh fakultas). Akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Madyan.
Fenomena Etika di Lingkungan Perguruan Tinggi
Kasus dugaan tindakan tidak pantas di area institusi pendidikan tinggi belakangan ini kerap menjadi sorotan tajam publik. Sebelum insiden di Unair, kejadian serupa juga sempat memicu polemik di beberapa kampus lain, salah satunya di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).
Hingga berita ini diturunkan, pihak Unair masih merahasiakan identitas kedua mahasiswa yang terlibat demi pemenuhan hak pemeriksaan yang adil dan sesuai prosedur hukum internal kampus.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply