UNPERBA usulkan Prodi Hukum Bisnis, Teknik Komputer, & Teknik Industri. Pendiri UNPERBA Bamsoet soroti link and match industri.
JAKARTA, KalderaNews.com – Dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi bermutu di daerah sekaligus merespons tantangan ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri, Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) mengusulkan pembukaan tiga program studi (prodi) baru pada tahun 2026.
Tiga prodi baru yang diajukan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut mencakup S-1 Hukum Bisnis, S-1 Teknik Komputer, dan S-1 Teknik Industri.
BACA JUGA:
- Alamak, Indonesia Perlu 30 Tahun untuk Menumpas Mismatch!
- 7,22 Juta Lulusan SMA, SMK dan PT Menganggur, Ini Solusi Pakar UGM
- Potret Riset Nasional: Problematika dan Tantangan Nyata
Ketiga usulan ini telah mengantongi rekomendasi resmi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah dan kini memasuki tahap evaluasi izin pendirian.
Solusi Bamsoet Menjawab Potensi Mismatch Tenaga Kerja
Pendiri UNPERBA yang juga Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menegaskan bahwa penambahan program studi baru ini dirancang presisi untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), khususnya di kawasan Purbalingga dan sekitarnya.
Bamsoet menyoroti ketimpangan nasional di mana pada tahun 2025 terdapat sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi yang menganggur dari total 7,28 juta pengangguran terbuka.
“Jangan sampai perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kompetensinya tidak sesuai kebutuhan industri. Ini persoalan nasional. Pengusulan tiga prodi baru ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjadikan UNPERBA semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” tegas Bamsoet usai menerima Rektor UNPERBA, Prof. Eming Sudiana, di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Relevansi Keilmuan dengan Struktur Ekonomi Purbalingga
Langkah ekspansi akademis UNPERBA diselaraskan dengan tren pertumbuhan angkatan kerja di Kabupaten Purbalingga.
Data BPS menunjukkan angkatan kerja Purbalingga per Agustus 2025 mencapai 612,82 ribu orang, dengan penyerapan sektor industri manufaktur dan pengolahan mencapai 46,12 ribu pekerja serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang melandai ke angka 4,83 persen.
| Program Studi Baru | Alasan Strategis & Relevansi Industri |
| S-1 Hukum Bisnis | Menjawab kompleksitas aktivitas ekonomi, kepatuhan hukum korporasi, dan perlindungan regulasi bisnis. |
| S-1 Teknik Komputer | Mendukung transformasi digital, otomatisasi sistem, dan kebutuhan infrastruktur teknologi informasi. |
| S-1 Teknik Industri | Meningkatkan efisiensi proses produksi, manajemen rantai pasok, dan optimalisasi sistem manufaktur daerah. |
Dorong Aksesibilitas Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045
Sejak berdiri pada 8 November 2018, UNPERBA telah mengelola lima program studi eksisting, yaitu S-1 Manajemen, S-1 Akuntansi, S-1 Agribisnis, S-1 Teknik Mesin, dan S-1 Teknik Informatika.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, ekspansi prodi ini juga bertujuan mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional yang baru berada di level 32,89 persen.
Dari sekitar 1,26 juta sarjana yang diluluskan perguruan tinggi setiap tahunnya, peningkatan mutu dan relevansi menjadi kunci agar penambahan lulusan tersebut benar-benar menjadi bonus demografi yang produktif.
“UNPERBA dibangun dengan semangat bahwa anak-anak Purbalingga dan daerah sekitar harus memiliki kesempatan memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas tanpa harus selalu pergi jauh ke kota-kota besar,” tutup Bamsoet.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply