Nama Dinara Alivi Kinesya tengah viral setelah menolak tawaran bantuan biaya kos dari Dedi Mulyadi. Siapakah sosok Dinara?
BANDUNG, KalderaNews.com– Nama Dinara Alivi Kinesya atau yang akrab disapa Livi tengah menjadi perhatian publik setelah videonya saat menolak tawaran bantuan biaya kos dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi viral di media sosial.
Livi merupakan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad) yang mengikuti rangkaian Penerimaan Raya Mahasiswa Baru (PRABU) di Kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, pada Senin (10/8/2026).
Momen tersebut terjadi dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar di Stadion Jati Padjadjaran, Unpad Kampus Jatinangor.
BACA JUGA:
- Sosok Anak Petani Ismi Ulfaida, Siswi Sekolah Rakyat Pertama di Paskibraka
- Profil Rangga Kusuma Putra, Juara 1 PILMAPRES Nasional Kategori Disabilitas
- Viral Sosok Adriano Padama, Mahasiswa Undip yang Bikin Mentan Terbang ke Alor
Sosok Dinara Alivi Kinesya, Viral Usai Tolak Bantuan Gubernur KDM
Saat itu, Dedi Mulyadi mengajak Dinara Alivi Kinesya maju ke atas panggung. Dalam sesi tersebut, Dedi menanyakan biaya kos yang harus dikeluarkan Livi selama setahun.
Livi menjawab biaya kosnya mencapai Rp13 juta dan telah dibayarkan. Dedi kemudian berniat memberikan bantuan untuk membayar biaya kos Livi selama satu tahun.
Namun, tawaran tersebut justru ditolak Livi. Mahasiswa baru itu mengatakan dirinya masih mampu memenuhi kebutuhan tempat tinggal sehingga bantuan tersebut dinilai lebih baik diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
“(Kalau) mau dibantu juga, ini saya anak SMUP, Pak. Saya anak dari (jalur) mandiri. Maksudnya ya kalau Bapak emang mau bantuin, bantulah anak-anak yang memang perlu dibantu, Pak,” ujar Livi kepada Dedi Mulyadi, seperti dikutip dari YouTube Unpad, Kamis (13/8/2026).
Jawaban Livi kemudian mendapat sambutan dari mahasiswa baru lainnya. Dedi Mulyadi juga memberikan apresiasi terhadap sikap mahasiswa tersebut.
“Tadinya aku mau bayarin kos kamu selama satu tahun ke depan, kamu tidak bersedia kan? Keren, tepuk tangan dong. Ini orang kaya yang kaya benar,” puji Dedi Mulyadi.
Livi Justru Cari Mahasiswa yang Membutuhkan
Setelah menolak bantuan untuk dirinya, Livi justru diminta Dedi Mulyadi mencari mahasiswa baru lain yang membutuhkan bantuan.
Livi kemudian mengajak mahasiswa yang merasa membutuhkan dukungan biaya untuk maju ke depan panggung. Ajakan tersebut mendapat respons dari sejumlah mahasiswa baru.
“Teman-teman, di sini ada enggak yang memang anak KIP atau perlu bantuan?” ujar Livi seraya disambut oleh beberapa maba yang mengangkat tangan.
Salah satu mahasiswa yang kemudian maju adalah Keisa dari Leles, Garut. Ia menceritakan kondisi keluarganya kepada Dedi Mulyadi.
Keisa mengaku harus menjalani perkuliahan dengan kondisi ekonomi terbatas. Ibunya merupakan orangtua tunggal yang bekerja di luar kota sebagai pelayan restoran, sementara ayahnya disebut tidak lagi bertanggung jawab setelah perceraian.
Keisa sebelumnya tinggal bersama neneknya. Namun, setelah sang nenek meninggal, ia harus tinggal bersama saudara dan mengaku merasa sungkan serta kurang mendapat dukungan.
Ketika ditanya mengenai alasan ingin berkuliah, Keisa mengatakan dirinya ingin memperbaiki kehidupan sekaligus membuktikan kemampuan kepada keluarga.
“Aku tuh pengin ngebuktiin aja gitu ke saudara-saudaraku yang sudah zalim ke aku,” kata mahasiswa jurusan administrasi pemerintah itu kepada Dedi Mulyadi.
Banyak Maba Mendapat Bantuan dari KDM
Kondisi keuangan Keisa juga cukup terbatas. Ia menyebut uang bulanannya tidak menentu karena ibunya harus membagi penghasilan untuk kebutuhan dirinya dan dua adiknya.
“Sebulan Rp 550.000, dikali 12, jadi Rp 6 juta. Aku bayar bulanan. Soalnya mamaku enggak punya uang segitu untuk setahun. Makan sekali (sehari). Jarang makan,” kata Keisa.
“Sekarang sisa uangku Rp 81 ribu. Masih ada buat makan. (Buat bulan depan) belum tahu,” imbuhnya.
Mendengar kondisi tersebut, Dedi Mulyadi kemudian memberikan bantuan biaya kos selama dua tahun serta biaya kuliah selama lima semester.
“Aku bantu. Dengan satu catatan begitu kamu punya pacar langsung berhenti bantuan. Aku bantu 5 semester. Tapi begitu kamu punya pacar, bantuan aku berhenti. Sanggup gak?” tanya Dedi Mulyadi.
“Iya. iya, sanggup. Sanggup,” jawab Keisa.
“Makasih bapak,” pungkasnya.
Selain Keisa, sejumlah mahasiswa baru lainnya juga mendapat bantuan dari Dedi Mulyadi. Mereka di antaranya mahasiswa asal Sukabumi, Lampung, dan Kuningan yang mengalami kendala biaya pendidikan maupun tempat tinggal.
Sosok Dinara Alivi Kinesya
Sikap Dinara Alivi Kinesya yang memilih memberikan kesempatan kepada mahasiswa lain membuat namanya ramai diperbincangkan di media sosial.
Tidak sedikit warganet kemudian penasaran dengan sosok mahasiswa baru Unpad tersebut, termasuk latar belakang pendidikannya.
Livi diketahui merupakan lulusan SMA Yaspen Tugu Ibu 1 Depok. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan kuliah di Universitas Padjadjaran.
Livi diterima sebagai mahasiswa Unpad melalui jalur mandiri, yakni Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP).
Keputusannya menolak bantuan biaya kos dari Dedi Mulyadi menjadi sorotan karena ia tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan dirinya sendiri. Livi justru mengarahkan bantuan tersebut kepada mahasiswa lain yang menurutnya lebih membutuhkan.
Momen tersebut kemudian membuat sosok Dinara Alivi Kinesya dikenal lebih luas setelah videonya bersama Dedi Mulyadi beredar di media sosial.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply