Unik! Mahasiswa S2 USD Kenakan Kostum Kamen Rider Black Saat Sidang Tesis

Viral di Media Sosial, Mahasiswa S2 USD Sidang Proposal dengan Kostum Kamen Rider Black (Kalderanews.com/
Sharing for Empowerment

Sidang proposal tesis mahasiswa S2 USD mengenakan kostum Kamen Rider Black menjadi sorotan. Simak informasi lengkapnya di sini!

YOGYAKARTA, KalderaNews.com– Mahasiswa Program Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Yogi Fajar Darmawan, menjadi perbincangan di media sosial.

Hal ini terjadi setelah ia menjalani sidang proposal tesis dengan mengenakan kostum lengkap Satria Baja Hitam atau Kamen Rider Black pada Senin (20/7/2026) lalu.

Penampilan tersebut bukan sekadar untuk menarik perhatian. Kostum yang dikenakannya berkaitan langsung dengan penelitian berjudul “Menjadi Cosplayer dalam Stigma Masyarakat: Studi Fenomenologis pada Komunitas Cosplayer di Bandar Lampung.”

BACA JUGA:

Kenakan kostum menjadi bagian dari ia menyampaikan gagasan

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (21/7/2026), Yogi menjelaskan bahwa keputusannya mengenakan kostum saat sidang merupakan bagian dari cara menyampaikan gagasan penelitiannya.

“Senin 20 juli 2026, hal ini menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan akademik saya, yaitu melaksanakan ujian sidang proposal tesis di Program Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma dengan topik cosplay. Mungkin, ini salah satu sidang proposal yang tidak biasa. Yang membuatnya berkesan, saya mempresentasikan proposal sambil mengenakan kostum Kamen Rider Black sebagai bagian dari tema penelitian tentang cosplay. Sebuah pengalaman yang mengingatkan saya bahwa ruang akademik juga bisa menjadi ruang untuk berdialog dengan budaya populer secara kritis,” tulis Yogi di akun Instagramnya @yogi_fajar_darmawa.

Aksi tersebut membuat suasana sidang yang biasanya berlangsung formal terasa lebih cair. Kehadiran kostum Kamen Rider Black menjadi representasi nyata dari objek penelitian yang sedang dikajinya mengenai dunia cosplay dan stigma yang masih melekat di masyarakat.

Setelah menyelesaikan presentasi, Yogi juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen penguji yang telah memberikan berbagai masukan untuk penyempurnaan penelitiannya.

“Tidak lupa, saya juga berterima kasih kepada Romo Banar dan Ibu Dewi atas setiap kritik, pertanyaan, dan masukan yang membuka perspektif baru saya dalam menulis proposal ini. Semoga proses ini menjadi awal dari penelitian yang lebih bermakna,” ungkapnya.

USD: kebebasan berekspresi harus diiringi tanggung jawab akademik

Universitas Sanata Dharma turut merespons viralnya momen tersebut melalui unggahan resmi di Instagram pada Kamis (23/7/2026).

Kampus menegaskan bahwa kebebasan berekspresi merupakan bagian dari proses pendidikan yang tetap berjalan beriringan dengan tanggung jawab akademik.

“Melalui Pedagogi Ignasian, setiap mahasiswa didampingi untuk mengenali dirinya, mengembangkan potensinya, berefleksi atas pengalaman hidupnya, dan menghadirkan karya yang memberi makna bagi sesama. Karena kami percaya, ilmu pengetahuan dapat lahir dari keberanian menjadi diri sendiri,” tulis pihak universitas.

Komentar warganet

Unggahan tersebut menuai banyak respons positif dari warganet yang mengapresiasi kreativitas sekaligus keberanian Yogi membawa budaya populer ke ruang akademik.

Akun @arigodiva menulis:

“Ga ada obat emang out of the box-nya 😂😂😂 @yogi_fajar_darmawan.”

Sementara @barasejiwa berkomentar:

“Seru ya Gi di Sadhar…you can express yourself without being judged…”

Apresiasi serupa disampaikan akun @agungrajasa8.

“Ini superawesome.🤘 Then..we are lucky enough for being part of Sanata Dharma family.”

Akun @priaanggakesuma juga menilai aksi tersebut sebagai bentuk kebebasan berekspresi.

“マンタップ. Ketika mode ‘harajuku’ diekspresikan di dunia nya sebagai bentuk kebebasan berekspresi dan kreativitas.”

Pengalaman unik selama berkuliah di USD juga turut dibagikan akun @windi_wende_wanda, “Cuma di USD, Romo kami pernah bawa service dognya ke kelas.. kalau sedang banyak orang, shepher dognya tunggu di parkiran dosen. Saya juga pernah waktu ujian skripsi, dijagain anjing-anjing kampus Kentungan dan seminari…. bahkan guardion dog saya pun menjaga di pintu, dengan syarat no barking no littering.”

Tak sedikit pula yang penasaran dengan hasil penelitian Yogi. Akun @kak_widd menuliskan:

“Ditunggu link skripsinya mas atau hasil penelitiannya, seru nampaknya mendengar karya tulismu mas hehe #salaminsadha.”

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*