
Simak profil dr. Anggi Aprilyani, M.Biomed beserta poin klarifikasi dan permohonan maafnya terkait konten video viral.
JAKARTA, KalderaNews.com – Dunia maya baru-baru ini dihebohkan oleh unggahan video dari akun TikTok @dokterbarbarreal saat mengunjungi sebuah gereja Katolik di Manchester, Inggris.
Konten tersebut menuai kecaman luas dari netizen karena dinilai tidak pantas dan mencederai toleransi beragama.
Setelah gelombang kritik memuncak, sosok di balik akun tersebut, dr. Anggi Aprilyani, M.Biomed., AAM., Dipl.CIBTAC, akhirnya resmi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
BACA JUGA:
- Profil Ghaza, Peserta CoC 3 yang Jadi Sorotan Dugaan Kasus Pelecehan
- Profil A. Rahman, Walkot Bima yang Disorot usai Lantik Istri dan Ipar
- Profil Om Zein Bupati Purwakarta, Disorot Usai Lagunya Tuai Polemik
“Karena video saya sebelumnya viral, di sini saya memohon maaf atas kesalahpahaman yang sudah saya perbuat. Dan di sini saya tidak ada sedikit pun maksud untuk menyudutkan agama apa pun. Saya hanya menceritakan pengalaman saya saat berkunjung ke tempat ibadah dan saya di tempat ibadah itu juga didampingi oleh tuan rumah. Jadi saya tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh saya lakukan di dalam sana. Namun saat video saya buat, saya salah dalam memilih kosakata karena ketidaktahuan saya dan saya memohon maaf atas ini semua. Terima kasih.“
Bagaimana profil, rekam jejak akademis, serta poin-poin klarifikasi dari dokter sekaligus dosen asal Medan ini? Berikut ulasan lengkapnya.
Profil dan Rekam Jejak Akademis dr. Anggi Aprilyani
Di balik kontroversi digitalnya, dr. Anggi Aprilyani merupakan seorang praktisi medis, akademisi, dan pengusaha yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang estetika medis.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah riwayat pendidikan tingginya yang seluruhnya ditempuh di Universitas Prima Indonesia (UNPRI):
- Sarjana Kedokteran (S.Ked): Lulus pada 28 April 2016.
- Profesi Dokter (dr.): Lulus pada 10 Oktober 2018.
- Magister Sains Biomedis (M.Biomed.): Lulus pada 20 September 2019.
Selain gelar akademis dalam negeri, ia juga menyandang gelar Dipl.CIBTAC (Confederation of International Beauty Therapy and Cosmetology) yang merupakan sertifikasi kecantikan internasional bergengsi asal Inggris, serta keahlian khusus di bidang Anti-Aging Medicine (AAM).
Karier Klinis, Bisnis, dan Pengajar
Sebagai profesional multidimensi, dr. Anggi memiliki rekam jejak yang aktif di dunia klinis, korporasi kecantikan, hingga akademisi di Sumatra Utara:
- Praktisi Medis: Pernah tercatat bertugas memberikan pelayanan kesehatan di RSUD Padangsidimpuan, Sumatra Utara.
- Dunia Akademik: Terdaftar sebagai dosen tetap/non-aktif di program studi rumpun kesehatan Universitas Prima Indonesia (UNPRI). Publikasi ilmiahnya juga tercatat di platform SINTA Kemdiktisaintek serta Google Scholar.
- Entreprenuer: Merupakan pendiri dan CEO dari beberapa lini bisnis, termasuk klinik kecantikan Isy Beauty Center, produk Isy Beauty Cosmetics, dan Isymate Event.
Melalui akun Instagram dan Threads pribadinya (@agiaprily), ia sebelumnya juga dikenal aktif membagikan edukasi seputar kesehatan kulit serta terlibat dalam berbagai aksi sosial kemanusiaan di wilayah Medan.
Klarifikasi dan Permohonan Maaf
Setelah kontennya memicu polemik horizontal di media sosial, dr. Anggi Aprilyani akhirnya mengunggah video klarifikasi di akun TikTok miliknya. Ia mengakui adanya kesalahan dalam penyampaian dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
Berikut adalah poin-poin penting dari pernyataan maafnya:
- Mengakui Kesalahan Kosakata: Ia menyatakan tidak ada niat untuk menyudutkan agama apa pun, melainkan murni kesalahan dalam pemilihan kata akibat ketidaktahuan.
- Kunjungan Didampingi Tuan Rumah: Ia menjelaskan bahwa saat berkunjung ke tempat ibadah tersebut, ia didampingi oleh tuan rumah setempat dan mengklaim memahami batasan norma di dalam sana.
- Memohon Maaf atas Kesalahpahaman: Ia menutup pernyataannya dengan meminta maaf secara terbuka atas kegaduhan dan kesalahpahaman yang telah ditimbulkan oleh videonya.
Pelajaran Penting tentang Etika Digital bagi Profesional
Kasus yang menimpa dr. Anggi Aprilyani menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama para profesional dan akademisi, mengenai pentingnya menjaga etika digital (digital literacy).
Gelar akademis yang tinggi dan reputasi bisnis yang baik tetap menuntut kehati-hatian penuh dalam membagikan konten di ruang publik, terutama yang bersinggungan dengan isu sensitif seperti suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Langkah dr. Anggi untuk meminta maaf diharapkan dapat meredam polemik dan menjadi momentum pembelajaran bersama dalam bersosial media secara bijak.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply