
Toga baru UMM dikritik mirip kostum bantengan karena melenceng dari desain awal. Mahasiswa desak kampus lakukan revisi total!
MALANG, KalderaNews.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi membatalkan penggunaan desain toga baru untuk gelaran Wisuda Periode ke-122 Tahun 2026.
Keputusan ini diambil setelah perlengkapan wisuda tersebut menuai gelombang kritik dari netizen dan calon wisudawan karena dinilai menyerupai kostum kesenian tradisional bantengan atau yang populer dengan istilah ‘mberot’.
Pihak Panitia Wisuda UMM bergerak cepat dengan merilis surat pemberitahuan resmi pada Minggu (5/7/2026). Dalam pengumuman tersebut, pihak kampus mengakui adanya kekeliruan fatal dalam proses produksi massal atribut wisuda tersebut.
BACA JUGA:
- 4 Fakta Terbaru! Mahasiswi UMM Ternyata Dihabisi Secara Keji!
- Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Tewas Mengenaskan, Oknum Polisi Langsung Diciduk! Apa Hubungannya?
- Alarm Psikolog UMM: Inses dan Pedofilia, Bencana Psikis Berantai di Balik Viralnya Konten Menyimpang!
“Sehubungan dengan adanya kesalahan dan ketidaksesuaian desain, bahan kain, dan komposisi warna pada toga baru, maka Wisuda Periode #122 Tahun 2026 tetap memakai baju dan topi toga versi lama,” tulis Panitia Wisuda UMM dalam surat resminya.
Pihak panitia juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh calon wisudawan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari insiden ini.
Kronologi Polemik: Dari Ekspektasi Desain ke Merah Menyala
Polemik ini bermula ketika foto dan video toga baru UMM beredar di media sosial, salah satunya melalui akun TikTok @jas_umm. esain yang sampai ke tangan mahasiswa dinilai melenceng jauh dari konsep awal yang sempat dipublikasikan pihak kampus.
Berikut adalah perbandingan kontras yang memicu protes:
- Desain Awal Kampus: Didominasi warna hitam, merah marun yang elegan, dan aksen abu-abu.
- Hasil Produksi Massal: Kombinasi warna hitam dengan merah terang dan kuning menyala.
Perubahan komposisi warna yang mencolok inilah yang memicu reaksi jenaka sekaligus kecewa dari warganet. Banyak yang menyamakannya dengan kostum kesenian bantengan asal Jawa Timur.
Seorang calon wisudawan UMM yang enggan disebutkan identitasnya membenarkan kekecewaan tersebut. Menurutnya, kritik netizen di media sosial bukanlah sekadar gurauan tanpa dasar.
“Saya kecewa karena hasilnya jauh berbeda dari desain awal. Awalnya warna yang ditampilkan marun dan abu-abu, tetapi yang diterima justru merah terang dan kuning menyala. Kalau melihat hasil jadinya, memang benar seperti yang ramai di TikTok. Tampilannya malah mirip kostum bantengan,” ujarnya.
Alur dan Jadwal Penukaran Toga Versi Lama
Merespons pembatalan ini, UMM membuka layanan penukaran fasilitas wisuda secara massal agar prosesi kelulusan tetap berjalan khidmat menggunakan atribut resmi versi lama.
Berikut adalah detail jadwal dan lokasi penukaran:
- Mulai Dibuka: Senin, 6 Juli 2026, pukul 09.00 WIB.
- Lokasi: Area Gate B UMM Dome.
- Batas Waktu Khusus: Bagi peserta wisuda yang dijadwalkan lulus pada 9 Juli 2026, layanan penukaran darurat masih dilayani hingga Rabu, 8 Juli 2026.
Sorotan Mahasiswa Terkait Perubahan Sistem Sewa Jadi Beli
Selain masalah estetika visual dan kesalahan quality control (QC), mahasiswa juga menyoroti adanya pergeseran kebijakan finansial terkait pengadaan toga pada periode kali ini.
| Aturan Wisuda Sebelumnya | Kebijakan Wisuda Tahun 2026 |
| Sistem Sewa: Mahasiswa membayar deposit Rp500 ribu. Uang dikembalikan penuh setelah atribut wisuda dikembalikan tanpa kerusakan. | Sistem Wajib Beli: Mahasiswa diwajibkan membeli paket toga baru secara permanen seharga Rp225.000. |
Meski tidak keberatan dengan peralihan sistem menjadi hak milik, para calon lulusan berharap UMM melakukan evaluasi total pada aspek manajemen produksi ke depannya.
“Karena hasil toganya tidak sesuai dengan desain awal, saya berharap ke depan ada quality control yang lebih baik. Kalau bisa, toga untuk wisudawan berikutnya benar-benar sesuai dengan desain yang diperlihatkan dan menggunakan bahan yang kualitasnya lebih baik,” pungkas mahasiswa tersebut.
Viral di TikTok
Sebelumnya, calon wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengungkapkan kekecewaannya setelah menerima atribut toga baru untuk Wisuda ke-122 tahun 2026 yang dinilai melenceng jauh dari desain awal.
Konsep awal yang menjanjikan perpaduan elegan warna hitam, merah marun, dan abu-abu justru berubah drastis menjadi kombinasi merah terang dan kuning menyala saat diproduksi massal.
Perubahan mencolok ini viral di media sosial, terutama TikTok, di mana warganet dan mahasiswa ramai-ramai mengkritik serta menyamakannya dengan kostum kesenian tradisional bantengan atau ‘mberot’ karena dianggap menurunkan nilai estetika momen kelulusan.
Selain masalah visual dan kegagalan quality control pada bahan kain, mahasiswa juga menyoroti perubahan kebijakan finansial kampus yang kini mewajibkan mereka membeli toga seharga Rp225.000, padahal sebelumnya menggunakan sistem sewa terintegrasi deposit.
Padahal, pihak Biro Kemahasiswaan UMM awalnya mengganti toga dengan sistem hak milik demi kenyamanan karena atribut lama dinilai sudah tidak layak pakai.
Merespons kekacauan produksi ini, para calon lulusan mendesak pihak rektorat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh serta merevisi total komposisi warna toga tersebut.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply