Inilah Sosok dan Profil Pendidikan Jampidsus Febrie Adriansyah Terseret Dugaan Korupsi

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H.
Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H. (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Profil Jampidsus Febrie Adriansyah & kasus dugaan korupsi batu bara PLN. Simak rekam jejak, harta LHKPN, dan info penggeledahan terbaru.

JAKARTA, KalderaNews.com – Nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H., kembali menjadi pusat perhatian publik.

Ada peningkatan pengamanan ketat di kediamannya oleh personel TNI, yang bertepatan dengan penggeledahan besar-besaran oleh tim gabungan Polri di kawasan Jakarta Selatan.

Pada Rabu, 8 Juli 2026, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri melakukan penggeledahan di sebuah bekas restoran Prancis yang berlokasi di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Tempat usaha tersebut disinyalir memiliki keterkaitan atau merupakan milik Jampidsus Febrie Adriansyah.

BACA JUGA:

Lokasi tersebut sebelumnya juga sempat menjadi tempat terjadinya peristiwa penguntitan terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah oleh anggota Densus 88.

Berdasarkan informasi yang berkembang, tindakan hukum ini dilakukan sebagai bagian dari penyidikan kasus korupsi komoditas batu bara yang sempat memicu terjadinya pemadaman listrik total (blackout) pada jaringan PLN, dengan estimasi kerugian keuangan negara mencapai Rp5 triliun.

Lantas, siapakah sebenarnya sosok Jampidsus yang selama ini dikenal berani membongkar berbagai kasus korupsi kelas kakap di Indonesia ini tapi kini digeledah? Berikut ulasan lengkap mengenai profil, rekam jejak pendidikan, hingga total harta kekayaannya.

Profil dan Biodata Jampidsus Febrie Adriansyah

Febrie Adriansyah lahir di Jakarta pada 19 Februari 1968. Meskipun lahir di ibu kota, ia menghabiskan masa kecil hingga masa remajanya di Jambi.

Rekam jejaknya sebagai jaksa karier telah menempatkannya di berbagai posisi strategis hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Jampidsus Kejagung RI sejak 10 Januari 2022.

Riwayat Pendidikan Pendidikan Tinggi

Ia memiliki latar belakang akademis yang kuat dan linier di bidang hukum, mulai dari strata satu hingga gelar doktor:

  • Strata 1 (S1): Fakultas Hukum Universitas Jambi (UNJA).
  • Strata 2 & 3 (S2 & S3): Magister dan Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya.
  • Disertasi Doktor: “Reformulasi Bukti Permulaan yang Cukup dalam Penyitaan Aset Tindak Pidana Pencucian Uang”. Topik akademis ini sangat relevan dengan komitmennya saat ini dalam memburu aset para koruptor.

Perjalanan Karier di Korps Adhyaksa

Debut Febrie Adriansyah sebagai jaksa dimulai pada tahun 1996 di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh, Kerinci, dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Seksi (Kasi) Intelijen. Kariernya terus melesat melalui berbagai penugasan di seluruh Indonesia:

  • Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandung
  • Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Timur
  • Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) DI Yogyakarta
  • Wakajati DKI Jakarta
  • Kajari Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung
  • Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta (Juli 2021)
  • Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Januari 2022–sekarang)

Kasus Mega Korupsi yang Berhasil Dibongkar

Di bawah komando Febrie Adriansyah, Jampidsus menjelma menjadi direktorat yang paling ditakuti oleh para pelaku tindak pidana korupsi. Beberapa kasus raksasa yang ditanganinya antara lain:

  1. Mega Skandal PT Timah: Kerugian negara mencapai Rp271 triliun, menjerat Harvey Moeis dan Helena Lim.
  2. Korupsi Jiwasraya & Asabri: Kerugian gabungan puluhan triliun rupiah.
  3. Korupsi BTS 4G Kominfo: Menjerat mantan menteri Johnny G. Plate.
  4. Mafia Peradilan Ronald Tannur: OTT tiga hakim PN Surabaya dan mantan pejabat MA Zarof Ricar.
  5. Jual Beli Emas Ilegal PT Antam: Kasus rekayasa pembelian emas oleh crazy rich Surabaya, Budi Said.

Total Harta Kekayaan Febrie Adriansyah

Berdasarkan data resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK per tanggal 31 Desember 2024, Febrie Adriansyah tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp18.261.445.180 tanpa utang. Berikut adalah rincian asetnya:

Jenis AsetRincian & LokasiNilai (Rp)
Tanah & Bangunan5 bidang tanah/bangunan di Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, dan Bandung (termasuk warisan di Jaksel senilai Rp10,8 M)14.852.820.000
Alat Transportasi4 unit mobil (Honda HR-V, Toyota Land Cruiser Prado, Peugeot New 2008, Toyota Alphard)2.310.500.000
Harta Bergerak LainAset bergerak60.000.000
Kas & Setara KasTabungan dan uang tunai938.125.180
Harta LainnyaAset lainnya100.000.000
Utang0
TOTAL KEKAYAAN18.261.445.180

Penjagaan Rumah Jampidsus dan Penggeledahan Polri

Nama Febrie Adriansyah kembali mencuat seiring terjadinya pengamanan ketat di kediamannya di Jalan Radio, Jakarta Selatan, oleh sejumlah prajurit TNI pada Rabu sore (8/7/2026).

Hingga pukul 20.45 WIB, personel TNI berpakaian lengkap tampak bersiaga di sekitar gerbang rumah dinas tersebut. Terkait hal ini, Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna, belum memberikan respons resmi terkait alasan peningkatan keamanan tersebut.

Di waktu yang bersamaan, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan joint investigation berupa penggeledahan serentak di beberapa titik di Jakarta Selatan, termasuk Cafe de’Clan dan Poin Money Changer di Cipete, Cilandak.

Penemuan Barang Bukti: Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa penyidik menemukan brankas hitam tersembunyi di balik dinding restoran Perancis tersebut yang berisi tumpukan uang tunai pecahan Dollar AS dan Dollar Singapura serta sejumlah dokumen penting.

Pada Rabu, 8 Juli 2026, tim penyidik dari Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya melaksanakan penggeledahan di sebuah hunian yang terletak di kawasan Sentul, Bogor. Dalam operasi tersebut, aparat berhasil menemukan aset berupa uang tunai serta batangan emas, yang diduga kuat memiliki keterkaitan dengan penanganan kasus tindak pidana korupsi PT PLN dan PT Asabri
Pada Rabu, 8 Juli 2026, tim penyidik dari Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya melaksanakan penggeledahan di sebuah hunian yang terletak di kawasan Sentul, Bogor. Dalam operasi tersebut, aparat berhasil menemukan aset berupa uang tunai serta batangan emas, yang diduga kuat memiliki keterkaitan dengan penanganan kasus tindak pidana korupsi PT PLN dan PT Asabri (KalderaNews/Dok. Polda Metro Jaya)

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor Dean Mackbon, menegaskan bahwa rangkaian penggeledahan ini berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi, suap, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam penanganan perkara blackout batu bara PLN di Sumatera, perkara PT Asabri, serta Krakatau Steel dalam kurun waktu 2020 hingga 2025.

Dalam penggeledahan di Cafe De’Clan pada Rabu (8/7/2026), Kortas Tipikor Polri menyita uang tunai senilai hampir Rp60 miliar yang terdiri atas 3.130.000 dolar Singapura, US$889.965, dan Rp259.159.000, di samping dokumen, barang elektronik, telepon genggam, serta mengamankan tiga orang pegawai untuk dimintai keterangan.

Selain kafe tersebut, penyidik di bawah pimpinan Irjen Totok Suharyanto juga menggeledah sebuah money changer dan menyita 71 item barang bukti termasuk 16 mata uang asing senilai Rp7,2 miliar demi pendalaman penyidikan lebih lanjut.

Bersamaan dengan rangkaian penggeledahan ini, kediaman Jampidsus Febrie Adriansyah di Jalan Radio 1, Jakarta Selatan, terpantau dijaga ketat oleh puluhan prajurit TNI bersenjata laras panjang serta pria berbadan tegap berpakaian sipil, di mana tampak pula mobil dinas TNI dan Kejaksaan serta sejumlah jaksa berseragam merah lalu lalang di lokasi, meski pihak Kapuspenkum Kejagung belum memberikan pernyataan resmi terkait pengamanan tersebut.

Pengungkapan kasus korupsi ini menjadi salah satu atensi utama Presiden RI dalam penegakan hukum nasional.

Dalam kelanjutan penyidikan kasus dugaan korupsi, suap, dan TPPU terkait pengadaan batu bara PT PLN, PT Asabri, Jiwasraya, serta utang PT CBS kepada PT KNI, tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memperluas penggeledahan hingga ke 12 titik di wilayah Jabodetabek pada Rabu (8/7/2026).

Salah satu temuan paling mengejutkan berasal dari penggeledahan sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, di mana penyidik berhasil membongkar pintu rahasia dari dinding kayu dan menyita sebuah brankas berisi emas batangan seberat 74 kilogram serta tumpukan uang tunai dolar AS dan Singapura senilai ratusan miliar rupiah yang disimpan di dalam dustbag Louis Vuitton.

Keberhasilan di Sentul ini melengkapi tindakan hukum penyidik sebelumnya yang telah menyita uang senilai Rp67,2 miliar dari hasil penggeledahan di Kafe de’CLAN Signature dan Koin Money Changer di Cipete, Jakarta Selatan, di mana proses inventarisasi barang bukti serta pendalaman keterkaitan antar-lokasi tersebut hingga kini masih terus berjalan secara intensif.

Pernah Dilaporkan ke KPK

Sebelumnya, koalisi sipil masyarakat antikorupsi yang terdiri dari IPW, KSST, MAKI, dan Tim Pembela Demokrasi resmi melaporkan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 10 Maret 2025 lalu.

Laporan ini diajukan kembali ke hadapan jajaran komisioner KPK yang baru terkait dugaan penyalahgunaan wewenang serta tindak pidana korupsi dalam penanganan empat kasus besar, yaitu kasus Jiwasraya, perkara suap Ronald Tannur dengan terdakwa Zarof Ricar, tata niaga batu bara di Kalimantan Timur, serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Koordinator koalisi, Ronald Loblobly, menyatakan bahwa selaku penanggung jawab penyidikan, Febrie diduga menggunakan modus operandi “memberantas korupsi sembari korupsi”.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*