Polemik seleksi Paskibraka nasional asal Makassar makin panas. DPRD siap gelar RDP dan Perhimpunan INTI turun tangan.
MAKASSAR, KalderaNews.com – Gelombang perbincangan hangat di jagat maya mengenai dugaan kejanggalan dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional asal Makassar akhirnya memantik respons resmi dari parlemen. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel) memastikan bakal menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengurai polemik ini secara transparan.
Langkah legislatif ini diambil menyusul ramainya kabar pembatalan sepihak terhadap Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi bertalenta dari SMAS Cerdas Bangsa Makassar. Cathlyn yang sebelumnya santer digadang-gadang masuk tiga besar dan melenggang ke tingkat nasional, secara mengejutkan tidak masuk ke dalam daftar akhir utusan putri Sulsel menuju Istana Negara.
BACA JUGA:
- “Skandal” Paskibraka Istana, Kesbangpol Sulsel Tantang Bukti
- Heboh! Tak Bisa Bahasa Daerah, Cathlyn Dicoret dari Paskibraka
- Siswi Asal Maluku Dicoret dari Seleksi Paskibraka Nasional, Ada Dugaan Nepotisme?
Isu liar pun menggelinding di media sosial, mulai dari adanya titipan “orang dalam” hingga dugaan diskriminasi etnis.
DPRD Sulsel Siap Gelar RDP Pekan Depan
Anggota Komisi C DPRD Sulsel, Andre Prasetyo Tanta, menegaskan bahwa pihak parlemen berkomitmen penuh untuk menginvestigasi persoalan ini secara menyeluruh agar tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat. Seluruh legislator di DPRD Sulsel telah sepakat untuk duduk bersama membedah kembali mekanisme penyaringan delegasi.
“Mengenai permasalahan itu, kami sedang lagi menelusuri permasalahan ini sampai dengan tuntas,” ujar Andre.
Rapat mendalam yang dijadwalkan pada Selasa, 2 Juni 2026 tersebut nantinya akan mempertemukan berbagai pihak kunci, antara lain:
- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel.
- Tim Panitia Seleksi (Pansel) Paskibraka tingkat Provinsi.
- Jajaran Kepolisian (Kapolda Sulsel).
Kesbangpol Sulsel Bantah Isu Titipan dan Diskriminasi Etnis
Menanggapi tudingan miring yang telanjur meledak di media sosial, Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin, langsung angkat bicara. Ia menepis keras adanya intervensi non-teknis maupun indikasi rasisme dalam proses penilaian.
Bustanul meluruskan bahwa Cathlyn sebenarnya tidak gagal total. Ia tetap lolos menjadi bagian dari Paskibraka tingkat Provinsi Sulsel. Namun, berdasarkan akumulasi skor akhir dari seluruh rangkaian tes, peringkat Cathlyn berada di posisi ketujuh. Sementara itu, regulasi pusat membatasi kuota utusan ke Istana Negara hanya untuk 3 pasang putra-putri dengan torehan skor tertinggi.
“Kalau kuotanya tujuh, Cathlyn ini dikirim ke pusat,” jelas Bustanul.
Kesbangpol Sulsel juga mengklarifikasi poin-poin yang jamak dipertanyakan netizen:
Hasil Tes Terdokumentasi: Seluruh lembar penilaian mulai dari tes wawasan kebangsaan, kesamaptaan, baris-berbaris, hingga kepribadian terekam rapi dan siap dibuka secara akuntabel.
Bahasa Daerah Bukan Syarat: Isu bahwa peserta gugur akibat kendala bahasa daerah dibantah keras. Kemampuan bahasa daerah bukan indikator kelulusan, melainkan hanya pertanyaan mendasar (basic) yang lazim ditanyakan kepada calon perwakilan provinsi.
Keprihatinan Wali Kota Makassar Terhadap Mental Anak
Isu reposisi ini juga mendapat atensi serius dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Pria yang akrab disapa Appi ini mengaku prihatin atas situasi yang dialami oleh delegasi asal wilayahnya. Ia berharap proses penilaian di tingkat provinsi berjalan secara objektif dan adil (fair).
Meskipun menyadari bahwa kewenangan penuh penilaian berada di level panitia provinsi setelah delegasi kota dikirim, Munafri menekankan pentingnya menjaga kondisi psikologis para peserta.
“Kasihan anak-anak yang sudah berproses. Mereka sudah latihan, sudah mempersiapkan diri dengan baik. Yang dikhawatirkan itu mentalnya,” tutur Munafri.
Dukungan Beasiswa S1 dari Perhimpunan INTI
Kendati langkah menuju Istana Negara tertahan, simpati dan dukungan moral terus mengalir untuk Cathlyn. Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI) melalui Sekretaris Jenderal PP, Hardy Stefanus, menyatakan komitmennya untuk mengawal rasa keadilan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Sebagai bentuk dukungan nyata agar pengalaman ini tidak mematahkan semangat berprestasi generasi muda, PP Perhimpunan INTI resmi memberikan tawaran beasiswa pendidikan S1 kepada dua siswi peserta seleksi, yaitu:
- Cathlyn Yvaine Lesmana
- Meivylicha Putri Aurelia Kama
Walaupun memberikan atensi besar terhadap transparansi informasi publik dalam kasus ini, pihak INTI mengimbau masyarakat luas untuk tetap menghormati kewenangan mutlak serta keputusan teknis dari panitia seleksi dan lembaga terkait.
FAQ (Frequently Asked Questions) seputar Seleksi Paskibraka
Apa saja parameter penilaian dalam seleksi Paskibraka nasional?
Secara umum, parameter penilaian meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), tes kesamaptaan (fisik), keterampilan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), serta penilaian aspek kepribadian dan rekam jejak.
MD
Apakah penguasaan bahasa daerah menjadi syarat wajib Paskibraka Istana?
Berdasarkan keterangan resmi Kesbangpol Sulsel, penguasaan bahasa daerah bukanlah syarat kelulusan, melainkan hanya pertanyaan dasar normatif untuk calon delegasi yang akan membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply