Daftar Lengkap Saham Baru yang Masuk dan Didepak Indeks ISSI dan JII

Acara edukasi dan pameran pasar modal syariah terbesar Sharia Investment Week (SIW) 2026 di Main Hall BEI Jakarta, Kamis-Sabtu, 21-23 Mei 2026
Acara edukasi dan pameran pasar modal syariah terbesar Sharia Investment Week (SIW) 2026 di Main Hall BEI Jakarta, Kamis-Sabtu, 21-23 Mei 2026 (EduFulus/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

Evaluasi mayor BEI rilis konstituen baru syariah. Emiten DEWA hingga WIFI sukses tembus indeks likuid JII terbaru.

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Bursa Efek Indonesia baru saja mengumumkan langkah strategis dengan melakukan evaluasi mayor terhadap indeks-indeks saham berbasis syariah. Langkah berkala ini membawa perubahan peta investasi yang cukup signifikan bagi para pemburu portofolio halal di tanah air.

Berdasarkan pengumuman resmi otoritas bursa, hasil perombakan besar-besaran ini akan mulai berlaku efektif per 2 Juni 2026 hingga 30 November 2026 mendatang. Keputusan ini mendepak puluhan nama besar sekaligus menyambut jajaran emiten baru yang dinilai lebih memenuhi kriteria kepatuhan syariah serta likuiditas pasar terkini.

Kejutan terbesar datang dari Indeks Saham Syariah Indonesia yang harus merelakan keluar keluarnya 72 emiten sekaligus. Penghapusan ini menyasar seluruh lapisan perdagangan, mulai dari papan utama, papan pengembangan, hingga papan pemantauan khusus.

Di jajaran papan utama, nama-nama raksasa seperti Astra International (ASII), Barito Pacific (BRPT), Vale Indonesia (INCO), hingga emiten properti yang tengah naik daun Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) dan Pertamina Geothermal Energy (PGEO) secara resmi dikeluarkan dari daftar.

Selain itu, emiten lain seperti Adhi Karya (ADHI), Bukaka Teknik Utama (BUKK), Bali Bintang Sejahtera (BOLA), Bangun Kosambi Sukses (CBDK), Daaz Bara Lestari (DAAZ), GTS Internasional (GTSI), Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC), Lippo Karawaci (LPKR), Midi Utama Indonesia (MIDI), Trimegah Bangun Persada (NCKL), Pakuwon Jati (PWON), Sillo Maritime Perdana (SHIP), dan Widodo Makmur Unggas (WMUU) juga harus menyudahi statusnya di indeks ini.

Pembersihan portofolio syariah ini juga merembet kuat ke papan pengembangan dengan didepaknya 40 emiten. Jajaran saham tersebut meliputi:

  • Artha Mahiya Investama (AIMS
  • Austindo Nusantara Jaya (ANJT)
  • Argo Pantes (ARGO)
  • Arthavest (ARTA)
  • Estika Tata Tiara (BEEF)
  • Bakrie & Brothers (BNBR)
  • Bukit Uluwatu Villa (BUVA)
  • Citra Buana Prasida (CBPE)
  • Cakra Buana Resources Energi (CBRE)
  • Toba Surimi Industries (CRAB)
  • Cipta Sarana Medika (DKHH)
  • Indointernet (EDGE)
  • Hotel Fitra International (FITT)
  • Futura Energi Global (FUTR)
  • Garda Tujuh Buana (GTBO)
  • Hero Global Investment (HGII)
  • Humpuss Maritim Internasional (HUMI)
  • Tanah Laut (INDX)
  • Jakarta Setiabudi Internasional (JSPT)
  • Puri Sentul Permai (KDTN)
  • Bangun Karya Perkasa Jaya (KRYA)
  • Kentanix Supra International (KSIX)
  • Green Power Group (LABA)
  • LCK Global Kedaton (LCKM)
  • Magna Investama Mandiri (MGNA)
  • Sanurhasta Mitra (MINA)
  • Maha Properti Indonesia (MPRO)
  • MDTV Media Technologies (NETV)
  • Nusa Palapa Gemilang (NPGF)
  • Maharaksa Biru Energi (OASA)
  • Indo Oil Perkasa (OILS)
  • Paramita Bangun Sarana (PBSA)
  • Multi Makmur Lemindo (PIPA)
  • Pudjiadi & Sons (PNSE)
  • Roda Vivatex (RDTX)
  • Rig Tenders Indonesia (RIGS)
  • Aracord Nusantara Group (RONY)
  • Sona Topas Tourism Industry (SONA)
  • Triniti Dinamik (TRUE)
  • Bersama Zatta Jaya (ZATA)

Sementara itu, penghapusan dari ISSI untuk kategori papan pemantauan khusus diisi oleh 14 emiten yaitu:

  • Acset Indonusa (ACST)
  • Anugerah Kagum Karya Utama (AKKU)
  • Andira Agro (ANDI)
  • Sepatu Bata (BATA)
  • Exploitasi Energi Indonesia (CNKO)
  • Menteng Heritage Realty (HRME)
  • Humpuss Intermoda Transportasi (HITS)
  • Capitalinc Investment (MTFN)
  • Andalan Perkasa Abadi (NASA)
  • Indonesia Prima Property (OMRE)
  • PP Properti (PPRO)
  • Sari Kreasi Boga (RAFI)
  • Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU)
  • Agung Semesta Sejahtera (TARA).

Di balik gelombang pencoretan massal tersebut, ISSI juga menyambut kehadiran 16 amunisi baru yang berhasil lolos kurasi bursa. Papan utama kedatangan lima emiten baru yaitu Bali Towerindo Sentra (BALI), Budi Starch & Sweetener (BUDI), Eagle High Plantations (BWPT), Hartadinata Abadi (HRTA), dan Jhonlin Agro Raya (JARR).

Untuk papan pengembangan, posisi baru diisi oleh Asia Pramulia (ASPR), Eratex Djaja (ERTX), Jaya Trishindo (HELI), Intermedia Capital (MDIA), Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS), Repower Asia Indonesia (REAL), Charlie Hospital Semarang (RSCH), Millennium Pharmacon International (SDPC), dan Solusi Sinergi Digital (WIFI).

Sedangkan papan pemantauan khusus meloloskan Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT) dan Urban Jakarta Propertindo (URBN).

Pergeseran konsetrasi pasar syariah tidak kalah sengit terjadi di Jakarta Islamic Index sebagai wadah 30 saham syariah paling likuid. BEI mendepak tujuh emiten dari indeks bergengsi ini, yakni Astra International (ASII), Barito Pacific (BRPT), Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Vale Indonesia (INCO), Indosat (ISAT), Pantai Indah Kapuk Dua (PANI), dan Pertamina Geothermal Energy (PGEO).

Menariknya, dari ketujuh emiten yang didepak dari JII tersebut, enam di antaranya juga dicoret dari ISSI. Sementara untuk kasus Indosat (ISAT), emiten telekomunikasi ini hanya keluar dari JII dan JII70 namun tetap kokoh mempertahankan posisinya di dalam subindeks ISSI.

Sebagai gantinya, kursi kosong di JII langsung diisi oleh tujuh jagoan baru. Papan utama menyumbang lima emiten tangguh yaitu Alamtri Minerals Indonesia (ADMR), Sentul City (BKSL), Darma Henwa Tbk (DEWA), Energi Mega Persada (ENRG), dan Rukun Raharja (RAJA).

Dua posisi sisa diisi oleh emiten dari papan pengembangan yakni Archi Indonesia (ARCI) dan Solusi Sinergi Digital (WIFI). Masuknya nama-nama baru ini ikut mengubah struktur pembobotan indeks di mana Telkom Indonesia (TLKM) kini memimpin di posisi puncak dengan bobot 15 persen, diikuti Bumi Resources Minerals (BRMS) sebesar 7,9 persen, dan United Tractors (UNTR) dengan bobot 6,09 persen.

Kabar baik tambahan juga datang bagi ARCI, DEWA, RAJA, dan WIFI yang sekaligus menembus indeks JII70, serta ADMR dan WIFI yang mendapatkan tempat baru di indeks IDXSHAGROW bersama Aneka Antam (ANTM) dan Raharja Energi Cepu (RATU).

Pengumuman evaluasi mayor ini bertepatan dengan momentum koreksi massal di pasar modal. Pada perdagangan menjelang pengumuman tersebut, indeks ISSI ditutup melemah 1,20% ke level 215,22 dengan dominasi 341 saham melemah dan nilai kapitalisasi pasar berada di angka Rp6.110 triliun.

Kondisi serupa menimpa JII yang terkoreksi 1,06% ke level 381,93 dengan kapitalisasi pasar Rp2.413 triliun. Pelemahan pasar syariah ini sejalan dengan arah Indeks Harga Saham Gabungan yang ikut tertekan 1,23% ke posisi 6.130,19.

Meskipun pasar sedang dibayangi tren penurunan, perombakan besar ini diharapkan dapat memberikan penyegaran dan menjaga kualitas fundamental investasi syariah di tanah air untuk jangka panjang.

SIMAK JUGA: IPB University, Hanter, dan Trimegah Sekuritas Luncurkan Beasiswa Reksadana Wakaf

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama di kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*