“Skandal” Paskibraka Istana, Kesbangpol Sulsel Tantang Bukti

Heboh Cathlyn Yvaine Dicoret dari Paskibraka, PPI Soroti Transparansi (KalderaNews/Ist)
Heboh Cathlyn Yvaine Dicoret dari Paskibraka, PPI Soroti Transparansi (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Heboh dugaan diskriminasi seleksi Paskibraka Nasional asal Sulsel. Ini kronologi lengkap, duduk perkara, hingga pembelaan resmi Kesbangpol!

MAKASSAR, KalderaNews.com – Polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional asal Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2026 mendadak viral di media sosial.

Isu miring berembus setelah Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi asal SMAS Cerdas Bangsa Makassar, dikabarkan “dicoret” dari daftar calon Paskibraka nasional yang akan bertugas di Istana.

Netizen pun geger, memicu spekulasi adanya kecurangan hingga dugaan diskriminasi rasial.

BACA JUGA:

Lantas, bagaimana fakta sebenarnya? Berikut adalah duduk perkara hingga pembelaan panitia terkait polemik panas ini.

Duduk Perkara: Tudingan ‘Main Belakang’ dan Seleksi Tertutup

Protes keras pertama kali dilayangkan oleh pihak Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar. Ketua Pelaksana DPPI Makassar, Yusuf A. Bachtiar Mappiare, membeberkan sejumlah kejanggalan yang dirasakan selama proses seleksi tingkat provinsi.

Menurut Yusuf, ada beberapa poin krusial yang membuat sistem seleksi dinilai tidak transparan:

  • Pendamping Diusir Tanpa Alasan: Pada hari terakhir seleksi (21 Mei 2026), para pendamping resmi yang mengantongi ID card dilarang masuk ke ruang seleksi tanpa alasan jelas.
  • Nilai Kepribadian yang Mencurigakan: Tes kepribadian memiliki bobot besar, yaitu 40%. Namun, hasilnya baru diumumkan dua hari setelah tes selesai, memicu spekulasi bahwa nilai tersebut bisa “diatur”.
  • Pantukhir yang Menyalahi Aturan: Yusuf menilai tahap pantukhir (penentuan akhir) tingkat provinsi tidak perlu menguji ulang postur fisik jika seluruh akumulasi data nilai tes sudah lengkap.
  • Sentimen Kedaerahan: Ada oknum panitia yang kedapatan berceletuk “Jangan Makassar terus”, padahal secara regulasi tidak ada batasan bagi daerah tertentu untuk mengirimkan wakilnya berkali-kali selama kualitasnya memenuhi syarat.

Pembelaan Panitia: Kesbangpol Sulsel Pastikan ‘Hoaks’ dan Tantang Bukti

Merespons bola liar yang telanjur menggelinding, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulsel, Bustanul Arifin, langsung pasang badan.

Pihaknya membantah keras seluruh tudingan rekayasa, diskriminasi etnis, maupun adanya “peserta titipan”.

“Dari awal kami pastikan pelaksanaan seleksi utusan kabupaten/kota ke provinsi berjalan objektif dan transparan. Tidak ada titipan, apalagi diskriminasi rasial,” tegas Bustanul.

Bustanul meluruskan polemik ini dengan beberapa poin pembelaan resmi:

1. Logika Pembatalan Nilai

Kesbangpol menegaskan tidak ada pencoretan sepihak. Logikanya, jika ada hasil yang dianulir atau diganti, harus ada pengumuman awal terlebih dahulu yang kemudian direvisi. Faktanya, pengumuman seperti itu tidak pernah ada.

2. Nilai Cathlyn Kalah Saing

Terkait isu sensitif mengenai latar belakang Cathlyn yang berasal dari etnis Tionghoa, Bustanul meminta publik tidak mengaitkannya ke ranah SARA.

Ia membeberkan fakta bahwa Kota Makassar mengirimkan tiga utusan putri. Berdasarkan hasil akumulasi nilai, utusan putri Makassar yang lain justru memiliki nilai yang lebih tinggi daripada Cathlyn.

“Harusnya yang lebih tinggi nilainya itu yang diperjuangkan,” sindirnya.

3. Keputusan Mutlak di Tangan Tim Pusat

Seleksi ke tingkat nasional bukan kewenangan penuh Pemprov Sulsel, melainkan diputuskan langsung oleh Panitia Seleksi Pusat yang hadir di lokasi. Tim ini terdiri dari berbagai unsur kredibel, yaitu: Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, DPPI Pusat, TNI dan Polri serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).

Penilaian pun dilakukan secara menyeluruh (komprehensif), mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan (PWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), kesamaptaan, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), keterampilan, hingga kepribadian.

Akhir Nasib Cathlyn dan Kesiapan RDP

Meskipun impiannya menuju Istana Merdeka tahun ini harus pupus, Cathlyn Yvaine Lesmana dipastikan tidak menganggur. Pemprov Sulsel menyatakan Cathlyn tetap akan bertugas sebagai anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada upacara HUT Kemerdekaan RI tahun 2026.

Sebagai bentuk transparansi, Kesbangpol Sulsel juga menyatakan siap jika harus memenuhi panggilan DPRD Sulsel dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membuka data seleksi ini secara terang benderang kepada publik.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*