Rifaldy Fajar Klarifikasi Soal Riset Palsu, Akui Ingin ke Luar Negeri

Rifaldy Fajar (Kalderanews/Instagram @rifaldyfajar)
Rifaldy Fajar (Kalderanews/Instagram @rifaldyfajar)
Sharing for Empowerment


Rifaldy Fajar buka suara soal riset palsu yang viral. Ia mengaku ikut konferensi demi travel grant dan ke luar negeri. UNY turut klarifikasi.

JAKARTA, KalderaNews.com – Kasus dugaan pemalsuan riset yang menyeret nama Rifaldy Fajar dan tim tengah menjadi perhatian publik.

Setelah menuai sorotan serta kritik dari masyarakat dan kalangan akademisi, Rifaldy bersama tim akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait aktivitas konferensi internasional yang dinilai melanggar etika akademik.

Melalui pernyataan resminya, mereka mengaku menyesali kegaduhan yang muncul akibat keikutsertaan dalam sejumlah konferensi internasional.

BACA JUGA:

Akui ingin ke luar negeri dengan menggunakan travel grant

Permintaan maaf ditujukan kepada berbagai pihak, mulai dari institusi pendidikan, penyelenggara konferensi, komunitas akademik, hingga masyarakat umum.

Salah satu hal yang paling menyita perhatian publik ialah pengakuan mengenai tujuan mengikuti konferensi internasional tersebut.

Rifaldy dan tim menyebut partisipasi mereka memang bertujuan memperoleh travel grant sekaligus membuka peluang bepergian ke luar negeri.

“Dengan segala kerendahan hati, kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak atas polemik dan kegaduhan yang terjadi terkait aktivitas konferensi internasional yang kami lakukan,” tulis mereka dalam pernyataan tersebut.

Selain itu, mereka juga mengakui penggunaan artificial intelligence (AI) secara berlebihan dalam penyusunan abstrak hingga materi presentasi penelitian.

Penggunaan AI tersebut bahkan disebut mencakup praktik falsfying AI dalam proses penyusunan, pembingkaian, sampai representasi penelitian.

Menurut pengakuan mereka, pemanfaatan AI yang tidak tepat membuat sejumlah karya tidak disusun sesuai prinsip transparansi akademik yang seharusnya dijunjung dalam dunia pendidikan dan riset.

UNY buka suara terkait dua nama alumninya

Di sisi lain, kasus dugaan pemalsuan riset ini turut menyeret nama Universitas Negeri Yogyakarta. Dua peneliti asal Indonesia yang disebut berasal dari kampus tersebut diduga mempresentasikan hasil penelitian bermasalah dalam forum internasional di Kopenhagen, Denmark pada 17–21 Mei 2026.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto, menyampaikan bahwa pihak kampus masih melakukan penelusuran terhadap dua nama yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut.

Ia menjelaskan bahwa nama Rifaldy Fajar dan Prihartini memang tercatat dalam database alumni UNY. Rifaldy diketahui merupakan alumni Matematika angkatan 2014, sementara Prihartini berasal dari angkatan 2015.

“Dua nama yakni Rifaldy Fajar dan Prihartini, dua nama itu memang ada di database (alumni) kami. Rifaldy merupakan mahasiswa Matematika tahun 2014 dan Prihartini mahasiswa Matematika tahun 2015,” kata Nur Hidayanto

“Hanya ini mesti kita telusuri. Apakah dua nama itu benar nama yang dimaksud. Kami khawatir apakah benar itu yang dimaksud atau bukan. Maka kami perlu konfirmasi dulu. Kami mau tabayyun dulu,” imbuhnya.

Pihak kampus mengaku sudah mencoba menghubungi Rifaldy, namun nomor yang tersimpan di database sudah tidak aktif. Sementara itu, Prihartini disebut sempat memberikan klarifikasi singkat melalui WhatsApp.

“Jadi setelah saya WA, ‘Apakah benar ini menurut Mbak Prihantini data kami?’. Jawabannya: ‘Mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi di medsos yang membawa nama UNY. Kami menyatakan telah terjadi miskonsepsi di beberapa pihak dan menyebar di medsos dengan cepat tanpa konfirmasi ke kami terlebih dahulu’,” ujar Nur Hidayanto.

Meski demikian, pihak UNY masih meragukan apakah sosok yang dihubungi benar-benar orang yang sama dengan figur yang ramai dibahas di media sosial terkait dugaan pemalsuan riset tersebut.

UNY juga memastikan bahwa Rifaldy maupun Prihartini tidak tercatat sebagai dosen ataupun peneliti aktif di lingkungan kampus.

“Kalau saya cek di database kepegawaian kami dua nama itu tidak ada. Jadi saya pastikan bukan dosen di UNY,” terang Nur Hidayanto.

Ia juga membantah adanya jurusan maupun departemen yang disebut dalam profil presentasi penelitian tersebut.

“Tidak ada nama jurusan itu dan departemen itu di UNY,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*