Heboh Twibbon MPLS SMK di Bali, Foto Vulgar Tuai Sorotan Warganet

Twibbon MPLS 2026 (Kalderanews.com/Twibbonize)
Sharing for Empowerment

Twibbon MPLS salah satu SMK di Denpasar, Bali, viral di media sosial. Foto sejumlah peserta menuai pro dan kontra warganet.

DENPASAR, KalderaNews.com– Unggahan twibbon Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dari salah satu SMK di Denpasar, Bali, menjadi perbincangan di media sosial.

Sorotan publik bukan tertuju pada desain twibbon, melainkan foto sejumlah peserta yang dinilai warganet menampilkan kesan lebih dewasa dari usia pelajar.

Perbincangan bermula dari tangkapan layar kumpulan twibbon yang diunggah akun Threads @ariand0xw. Dalam unggahan tersebut terlihat deretan foto peserta MPLS yang kemudian memicu beragam komentar dari pengguna media sosial.

BACA JUGA:

Foto vulgar di twibbon MPLS tuai sorotan warganet

Pemilik akun mempertanyakan apakah gaya foto para peserta memang menjadi tren di kalangan pelajar atau merupakan arahan dari pihak sekolah.

“Ini fenomena baru ya? Atau sudah wajar di Bali? Baru lihat salah satu postingan MPLS yang dihujat netizen gara-gara fotonya dianggap vulgar. Ternyata semuanya begini. Ini memang disuruh tampil seperti ini sama sekolahnya atau bagaimana sih?” tulis akun tersebut.

Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian mempertanyakan apakah foto-foto yang beredar benar-benar berasal dari siswa sekolah tersebut.

“Itu kok dari fotonya seperti orang yang seharusnya sudah lulus SMK ya? Atau generasi sekarang mukanya pada boros?” tulis akun @samanta***.

“GA WAJAR JIR SOALNYA ITU TWIBBON SEKOLAH,” tulis akun @odipu***.

Di sisi lain, ada pula warganet yang mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Mereka menilai identitas pengunggah maupun keaslian akun perlu dipastikan terlebih dahulu.

“Ada yang mau merusak nama sekolahnya kali. Perlu dicek satu-satu sih, benar murid di situ atau bukan,” tulis akun @mama***.

Pihak sekolah buka suara

Menanggapi kabar yang viral mengaitkan dengan SMK PGRI 5 Denpasar, Kepala Sekolah Nuning Kurniawati, mengatakan hasil penelusuran internal menunjukkan beberapa siswi telah diberikan pembinaan. Mereka juga diminta mengganti foto twibbon yang menjadi sorotan.

Nuning menjelaskan, masih ada siswi yang mempertanyakan apakah terdapat aturan mengenai penggunaan foto pada twibbon serta konsekuensi jika tidak menggantinya. Karena itu, pihak sekolah berencana memanggil para siswi terkait untuk diberikan penjelasan dan pembinaan lebih lanjut.

Menurut Nuning, sebelum MPLS dimulai panitia telah memberikan contoh pembuatan twibbon dan video perkenalan. Siswa juga diarahkan mengenakan pakaian yang sopan, seperti seragam sekolah sebelumnya, kebaya, atau busana lain yang tertutup.

Ia menegaskan sekolah tidak pernah menginstruksikan siswa mengenakan pakaian yang terbuka atau vulgar.

Nuning menambahkan, pihak sekolah telah menyampaikan penjelasan kepada para siswa maupun Badan Pengelola Harian SMK PGRI 5 Denpasar. Apabila hingga batas waktu yang ditentukan foto twibbon belum diganti, sekolah akan melakukan evaluasi lanjutan dan memanggil siswi yang bersangkutan.

Satu siswi masih dalam proses identifikasi

Selain itu, pihak sekolah masih berupaya mengidentifikasi satu siswi yang belum diketahui identitasnya. Sekolah juga memastikan apakah yang bersangkutan benar merupakan peserta didik baru di SMK PGRI 5 Denpasar. Proses tersebut membutuhkan waktu karena jumlah peserta MPLS mencapai ratusan orang.

Nuning mengungkapkan akun Instagram siswi tersebut telah dikunci, termasuk akun keduanya, sehingga proses penelusuran menjadi lebih sulit.

Di samping melakukan investigasi, sekolah juga memantau aktivitas media sosial para siswa. Menurut Nuning, etika dalam menggunakan media sosial merupakan salah satu materi yang diberikan selama pelaksanaan MPLS.

Ia berharap seluruh rangkaian MPLS dapat berlangsung dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sekolah.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*