
Profil Azka Clash of Champions Season 3 tengah menjadi sorotan. Mahasiswa Oxford University ini berhasil meraih GPA 4.00.
JAKARTA, KalderaNews.com– Salah satu peserta yang mencuri perhatian di Clash of Champions Season 3 adalah Mohammad Azka Hafizh Adziman atau yang akrab disapa Azka.
Sejak diperkenalkan sebagai peserta, namanya langsung menjadi sorotan berkat prestasi akademik yang berhasil diraih di University of Oxford.
Azka diketahui memperoleh GPA sempurna 4.00/4.00 di kampus bergengsi asal Inggris tersebut. Selain prestasinya, latar belakang pendidikannya juga menarik perhatian karena ia telah menetap di Oxford sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
BACA JUGA:
- Kronologi Dugaan Pelecehan Eks Peserta CoC 3, Terjadi Saat PKL
- Profil Dihya Aby Abdi, Mahasiswa Unhan yang Curi Perhatian di CoC 3
- Profil dan Biodata Luthfi Peserta Clash Of Champions Season 2 dari KAIST
Biodata Azka Clash of Champions Season 3
Berikut profil singkat Azka:
- Nama lengkap: Mohammad Azka Hafizh Adziman
- Nama panggilan: Azka
- Tempat, tanggal lahir: Bandung, 5 Desember 2004
- Universitas: University of Oxford
- Angkatan: 2023
- GPA: 4.00/4.00
- Hobi: Origami, basket, dan bersepeda
- Instagram: @brother_azka
Sudah Tinggal di Oxford Sejak SD
Azka menempuh pendidikan di Inggris sejak usia dini. Ia pernah bersekolah di William Fletcher Primary School dan Bartholomew School sebelum melanjutkan studi di University of Oxford.
Saat ini, ia mengambil jurusan Engineering Science. Menurut Azka, Oxford telah menjadi kampus impiannya sejak lama.
Sebelum menentukan pilihan, ia juga sempat mendaftar ke sejumlah universitas ternama, seperti Imperial College London, University College London (UCL), King’s College London, dan University of Edinburgh.
Pada akhirnya, Azka memilih Oxford karena program Engineering yang ditawarkan dinilai paling sesuai dengan minat dan tujuan akademiknya.
Ketertarikannya pada bidang teknik juga dipengaruhi oleh sang ayah yang berkarier sebagai insinyur di dunia akademik dan industri.
Azka merupakan putra Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Mohammad Fauzan Adziman. Meski memiliki spesialisasi teknik yang berbeda, ia mengaku banyak memperoleh inspirasi dari perjalanan karier ayahnya.
Sempat Menolak Jadi Peserta Clash of Champions
Perjalanan Azka bergabung di Clash of Champions ternyata tidak terjadi begitu saja. Ia mengungkapkan pernah menerima tawaran untuk menjadi peserta sejak musim pertama. Namun saat itu, ia merasa belum cukup percaya diri untuk bergabung.
Ketertarikannya mulai tumbuh setelah melihat temannya, Nabil, tampil pada musim pertama. Kesempatan kembali datang pada musim kedua, tetapi Azka harus menolaknya karena jadwal syuting bertepatan dengan masa ujian di Oxford.
Baru pada musim ketiga ia dapat menerima tawaran tersebut karena jadwal syuting selesai sebelum ujian dimulai.
Mengikuti Clash of Champions memberikan pengalaman baru bagi Azka. Selain menguji kemampuan logika dan berhitung, acara tersebut juga membantunya melatih kemampuan berbahasa Indonesia.
Hal itu karena Azka telah lama tinggal di Inggris sehingga lebih terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Meski demikian, ia tetap memahami bahasa Indonesia berkat komunikasi bersama keluarga di rumah, walaupun sesekali masih menyisipkan istilah atau logat khas British saat berbicara.
Di University of Oxford, Azka mengikuti program integrated master’s, yaitu jalur pendidikan yang menggabungkan jenjang sarjana dan magister dalam satu rangkaian studi.
Setelah menyelesaikan tiga tahun pendidikan sarjana, ia akan melanjutkan satu tahun tambahan untuk memperoleh gelar magister tanpa harus mendaftar program baru.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply