Siap-siap! Mulai 2027, siswa SD dan SMP bakal menghadapi mata pelajaran baru di TKA, sementara durasi ujian justru dipotong.
JAKARTA, KalderaNews.com – Kemendikdasmen berencana melakukan perombakan signifikan pada skema Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP yang akan diberlakukan mulai tahun 2027.
Berdasarkan masukan dari berbagai pemerintah daerah, TKA bakal ditambah dua mata pelajaran (mapel) baru, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Bahasa Inggris.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, membeberkan rencana ini dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI pada Selasa, 19 Mei 2026.
BACA JUGA:
- Resmi! TKA Jadi Syarat Penentu SPMB 2026/2027 Jalur Prestasi Nasional
- Hasil TKA SD SMP Segera Terbit, Ini Prosedur Pengambilan Sertifikatnya
- Darurat Integritas TKA,106 Pelanggaran Coreng Pendidikan
2 mapel baru siap diujikan
Dalam pemaparannya, Toni merinci bahwa perubahan muatan uji ini akan disesuaikan dengan tingkatan sekolah.
Untuk TKA jenjang SD/MI sederajat, penambahan difokuskan pada mapel IPA.
Sementara itu, untuk jenjang SMP/MTs sederajat, peningkatan cakupan ujian meliputi mapel IPA sekaligus Bahasa Inggris.
Secara bertahap, Kemendikdasmen kini mulai bergerak cepat untuk menyiapkan serta menyusun framework pengembangan bagi kedua mata pelajaran baru tersebut agar siap diimplementasikan pada waktunya.
Keluhan durasi panjang akhirnya didengar
Selain perubahan materi ujian, pemerintah juga merespons kerasnya keluhan dari daerah terkait teknis pelaksanaan TKA.
Banyak pihak menilai durasi ujian selama ini terlalu menguras energi dan waktu karena harus memakan waktu hingga dua pekan penuh dalam empat gelombang.
Sebagai langkah konkret, Kemendikdasmen siap memangkas proses birokrasi ujian tersebut menjadi hanya dua gelombang saja per jenjang.
Strategi penyederhanaan ini nantinya akan dibarengi dengan penguatan infrastruktur digital di setiap satuan pendidikan agar ujian tetap berjalan lancar tanpa kendala teknis.
TKA bukan sekadar nilai
Toni menegaskan bahwa hasil TKA dengan format baru ini nantinya tidak sekadar menjadi alat ukur kelulusan atau kemampuan individual siswa.
Lebih dari itu, nilai TKA akan dijadikan instrumen penting untuk memetakan capaian pembelajaran secara nasional hingga tingkat sekolah.
Melalui indikator kompetensi berbasis mapel yang lebih spesifik ini, pihak sekolah dan guru diharapkan bisa jauh lebih mudah mengidentifikasi materi apa saja yang masih lemah, sehingga dapat melakukan evaluasi serta penguatan pembelajaran secara tepat sasaran.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply