Manfaatkan relasi kuasa sejak 2022, seorang dosen Agroteknologi UPN Veteran Yogyakarta resmi dinonaktifkan kampus.
YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dosen yang diduga terlibat dalam kekerasan seksual di lingkungan akademik.
Kasus ini mencuat dan menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sebuah akun membongkar tindakan bejat terduga pelaku yang merupakan tenaga pengajar di Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian.
Ketua Satgas PPKPT UPN Veteran Yogyakarta, Iva Rachmawati, mengonfirmasi bahwa keputusan penonaktifan sementara ini resmi diberlakukan melalui Keputusan Rektor Nomor 1531/UN62/TP/KEP/2026 tertanggal 19 Mei 2026.
BACA JUGA:
- Fakta Pelecehan Seksual di UNU Blitar, Belasan Mahasiswi Jadi Korban
- Darurat Kekerasan Seksual, Kemendiktisaintek Evaluasi Total Satgas PPKPT
- Kenapa Kampus dan Sekolah Sulit Lepas dari Kekerasan Seksual?
Langkah agresif ini diambil demi menjaga kondusivitas dan memastikan proses pembelajaran di kampus tidak terganggu.
Manfaat kuasa relasi
Berdasarkan pengakuan korban yang viral di jagat maya, modus operandi yang digunakan oknum dosen tersebut terbilang sangat beragam dan memanfaatkan relasi kuasa.
Sejak tahun 2022, terduga pelaku disinyalir kerap menjebak korban dengan dalih ajakan makan bersama, menonton film, meminta bantuan koreksi tugas kuliah, hingga meminta ditemani ke lokasi pengabdian masyarakat.
Tidak hanya itu, pelaku juga memanfaatkan umpan informasi lowongan kerja serta tawaran antar-jemput untuk mendekati targetnya.
Respon kampus UPN
Pihak kampus menyatakan keprihatinan yang mendalam atas mencuatnya isu mencoreng dunia pendidikan ini.
Satgas PPKPT berjanji akan memberikan ruang aman, jaminan kerahasiaan identitas, serta pendampingan psikologis penuh bagi korban.
Iva mengakui adanya hambatan besar seperti ketakutan akan stigma negatif dan tekanan akademik yang sering kali membuat korban trauma serta enggan melapor secara resmi.
Meski demikian, Satgas PPKPT menegaskan proses investigasi akan berjalan secara independen, hati-hati, dan berkeadilan dengan mengutamakan perlindungan korban.
UPN Veteran Yogyakarta mengimbau seluruh sivitas akademika yang memiliki informasi valid atau pernah menjadi korban untuk berani bersuara melalui saluran resmi Satgas demi membersihkan kampus dari segala bentuk intimidasi dan kekerasan seksual.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply