Hari ini, Indonesia memperingati hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Dan inilah 5 profil intelektual di balik peringatan ini.
JAKARTA, KalderaNews.com – Setiap tanggal 20 Mei, Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).
Momen ini menandai lahirnya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908, sebuah titik balik di mana perjuangan kedaerahan berubah menjadi pergerakan nasional yang terorganisir.
Di balik layar fajar sejarah ini, ada peran besar para elit intelektual yang menggunakan pemikiran dan pena mereka sebagai senjata.
BACA JUGA:
- Bakar Semangat! 50 Ucapan Hari Kebangkitan Nasional untuk Medsos
- Link Download Logo Resmi Hari Kebangkitan Nasional dan Temanya
- Kenapa 20 Mei Ditetapkan Jadi Hari Kebangkitan Nasional?
Siapa saja mereka? Yuk kenali lebih dekat lima tokoh pelopor kebangkitan bangsa berikut!
Dr. Wahidin Soedirohoesodo
Jika Budi Utomo adalah sebuah mesin, maka Dr. Wahidin adalah pemantik apinya.
Dia sosok senior yang prihatin melihat ketertinggalan rakyat akibat minimnya akses edukasi.
Lewat program Studiefonds (dana pendidikan), ia berkeliling mencurahkan gagasannya untuk memajukan martabat bangsa.
Ide jenius inilah yang kemudian menginspirasi para mahasiswa muda untuk mendirikan Budi Utomo.
Dr. Soetomo
Saat masih berstatus sebagai mahasiswa di STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen), Soetomo muda sudah memiliki visi yang melampaui zamannya.
Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan dan didapuk menjadi ketua pertama Budi Utomo.
Sebagai calon dokter, ia tidak hanya belajar menyembuhkan penyakit fisik, tetapi juga bergerak menyembuhkan mental bangsanya yang sedang terjajah.
Ki Hajar Dewantara
Lahir dengan nama RM. Soewardi Soerjaningrat, tokoh ini dikenal sangat berani.
Sebagai bagian dari kelompok radikal “Tiga Serangkai” yang mendirikan Indische Partij, kritik-kritik tajamnya sempat membuat pemerintah kolonial gerah hingga mengasingkannya.
Di kemudian hari, ia mendirikan perguruan Taman Siswa dan dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional atas jasanya membumikan pendidikan bagi kaum pribumi.
Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo
Menjadi bagian dari “Tiga Serangkai” bersama Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker, Dr. Tjipto adalah sosok dokter sekaligus politikus yang terkenal dengan sikapnya yang non-kooperatif terhadap Belanda.
Pemikiran-pemikiran kritisnya menjadi suplemen berharga yang membakar semangat perlawanan kaum muda pada masa pergerakan nasional.
Douwes Dekker
Bernama asli Ernest François Eugène Douwes Dekker (dan kemudian dikenal sebagai Danudirja Setiabudi), ia membuktikan bahwa nasionalisme tidak memandang suku bangsa.
Meski memiliki darah campuran (Indo-Eropa), ia sangat vokal memperjuangkan kemerdekaan penuh bagi Hindia Belanda.
Menariknya, ia juga merupakan salah satu tokoh awal yang mempopulerkan kembali nama “Nusantara” sebagai identitas bangsa.
Semangat Harkitnas bukan sekadar seremonial tahunan. Membaca kembali rekam jejak para tokoh di atas adalah pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari investasi pemikiran, pendidikan, dan keberanian untuk bersatu.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply