4 Fakta Hari Kebangkitan Nasional yang Wajib Kamu Tahu, Cekidot!

Ilustrasi: Fakta seputar Hari Kebangkitan Nasional. (Ist.)
Ilustrasi: Fakta seputar Hari Kebangkitan Nasional. (Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Setiap 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Nah, ternyata ada sejarah panjang serta aneka fakta seputar Hari Kebangkitan Nasional.

BACA JUGA:

Hari Kebangkitan Nasional alias Harkitnas sebagai penanda lahirnya organisasi Boedi Oetomo. Kamu pasti enggak asing sama organisasi yang satu ini? Ayo, coba diingat-ingat!

Ya, Boedi Oetomo adalah organisasi yang bergerak dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan. Ia berdiri pada 1908. Organisasi ini boleh dikatakan merupakan awal mula gerakan yang punya tujuan besar, yaitu mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Berikut beberapa fakta menarik tentang Hari Kebangkitan Nasional yang wajib kamu tahu:

Para tokoh penting
Ada beberapa tokoh penting di sekitar penetapan Hari Kebangkitan Nasional. Nah, tokoh-tokoh itu adalah Soetomo, Soekarno, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hajar Dewantara, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan dr. Douwes Dekker. Mereka yang menginisiasi kelahiran organisasi Boedi Oetomo.

Boedi Oetomo
Sabtu, 20 Mei 1908, sekira pukul 09.00 pagi, Soetomo dan kawan-kawannya, yaitu M. Soeradji, M. Muhammad Saleh, M. Soewarno, M. Goenawan, RM Goembrek, dan R. Angka memutuskan untuk berkumpul di ruang kuliah anatomi. Setelah segala sesuatunya dibicarakan masak-masak, mereka sepakat memilih “Boedi Oetomo” menjadi nama perkumpulan yang baru saja mereka resmikan berdirinya.

“Boedi” berarti perangai, sedang “Oetomo” artinya baik atau luhur. Maka, Boedi Oetomo didirikan untuk mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai, kemahiran ilmu pengetahuan.

20 Mei
Penetapan tanggal Harkitnas tak sembarangan ditetapkan. Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hajar Dewantara, sosok yang pertama kali mengatakan tanpa rasa ragu bahwa kelahiran Boedi Oetomo adalah Hari Kebangkitan Nasional bagi Indonesia.

Saat menyatakan itu, Ki Hajar Dewantara sedang menjalani masa pembuangan di Belanda. Ia menulis artikel di Nederlandsch-Indie Oud & Nieuw terbitan tahun ketiga, 1918-1919. Di awal artikelnya ia menulis, “Tanpa ragu kini saya berani menyatakan bahwa tanggal 20 Mei adalah Hari Indisch-nationaal (Indisch-nationale dag).”

Peringatan pertama
Hari Kebangkitan Nasional alias Harkitnas diperingati pertama kali pada 1948, di era pemerintahan Presiden Soekarno. Peringatan pertama Harkitnas ini digelar di Yogyakarta. Kala itu, Presiden Soekarno menunjuk Ki Hajar Dewantara sebagai ketua panitia peringatan. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*