
Voice note mahasiswi Unhas sebelum ditemukan tewas viral di media sosial. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban.
MAKASSAR, KalderaNews.com–Seorang mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) berinisial PJT (19) ditemukan meninggal dunia.
PJT ditemukan meninggal dunia di kawasan kampus Fakultas Teknik Unhas, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Sebelum ditemukan tewas, korban diduga sempat mengirim pesan suara (voice note/VN) dan video kepada teman serta keluarganya. Rekaman suara korban kemudian beredar luas di aplikasi WhatsApp dan menjadi perhatian publik.
BACA JUGA:
- Geger! Misteri Kematian Mahasiswi Arsitektur Unhas di Parkiran Kampus
- Viral! dr Myta Internship Meninggal, BEM Unsri Soroti Adanya Bullying
- Duh, Mahasiswi Universitas Pamulang (Unpam) Tewas Jatuh dari Lantai 2, Apa Motifnya?
Isi VN terakhir mahasiswi
Dalam voice note tersebut, korban terdengar menangis dan berbicara terbata-bata sambil mengungkapkan kondisi yang sedang dialaminya.
“Kalau misalnya kamu dengar voice note ini, ada kemungkinan besar aku enggak ada,” ucap korban dalam rekaman tersebut.
Korban juga meminta temannya mencarinya di area belakang parkiran gedung arsitektur.
“Tolong temukan aku di belakang parkiran arsi (arsitektur), bawa aku pulang karena mungkin saja aku bakal lompat dan badanku akan ada di sana,” lanjutnya.
Dalam pesan lainnya, korban meminta orang terdekatnya tidak menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.
“Dan nanti ketemu di sana, yah intinya banyak hal yang terjadi karena inginku sendiri. Tolong jangan nyalahin diri kamu deh soal ini dan terimakasih. Jujur saja ngga tau kenapa bisa,” ungkapnya.
Kampus benarkan VN dikirimkan oleh mahasiswi
Kabid Humas Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman membenarkan adanya voice note yang dikirim korban sebelum kejadian.
Menurutnya, pesan tersebut turut diteruskan kepada orang tua korban hingga membuat keluarga bersama teman-temannya mencari keberadaan korban di area kampus.
“Betul ada voice note yang sempat dikirim korban kepada temannya, dan juga diteruskan ke orang tuanya,” ujar Ishaq Rahman.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 20.00 Wita saat petugas keamanan kampus menerima laporan dari seorang mahasiswa terkait rekannya yang ditemukan terjatuh di area kampus dan meminta ambulans segera dipanggil.
“Semalam sekitar pukul 20.00, sekuriti di Pos 1 FT atas nama Ardiansyah dan Joni didatangi oleh seorang mahasiswa yang meminta dipanggilkan ambulans, karena ada temannya yang jatuh dari lantai satu. Kata pelapor diduga melompat,” katanya.
Ishaq menjelaskan, orang tua korban bersama sejumlah rekannya sempat mencari korban di lingkungan kampus usai menerima pesan suara dan video tersebut.
Namun, korban baru ditemukan setelah adanya laporan dari area kampus dan kemudian dibawa ke rumah sakit.
“Jadi orang tua dan teman korban ke rumah sakit, dan menemukan korban memang sudah meninggal,” lanjut Ishaq.
Pihak kampus menyebut peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di kalangan mahasiswa dan remaja.
“Peristiwa ini menyalakan alarm bagi kita semua untuk memperhatikan isu kesehatan mental di kalangan remaja. Unhas akan segera mengambil langkah-langkah mitigatif untuk merespons isu ini,” tutup Ishaq Rahman.
Polisi masih lakukan penyelidikan
Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Kanit Tipidum Satreskrim Polres Gowa, Andi Muhammad Alfian mengatakan pihaknya masih mengumpulkan berbagai fakta dan keterangan, termasuk mempelajari video yang dikirim korban sebelum meninggal dunia.
“Kami belum dapat menyimpulkan apakah yang bersangkutan lompat atau seperti apa. Kami masih melakukan penyelidikan dan mencari fakta-fakta untuk menguatkan semuanya,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga menyebut keluarga korban menolak dilakukan autopsi sehingga penyebab pasti kematian masih belum dapat dipastikan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply