Status S2 Rifaldy Fajar Jadi Sorotan, Erasmus Beri Klarifikasi Resmi

Rifaldy Fajar (Kalderanews/Instagram @rifaldyfajar)
Rifaldy Fajar (Kalderanews/Instagram @rifaldyfajar)
Sharing for Empowerment

Status S2 Rifaldy Fajar jadi sorotan usai Erasmus Mundus memberi klarifikasi soal beasiswa dan sidang tesisnya.

JAKARTA, KalderaNews.com– Status pendidikan magister (S2) Rifaldy Fajar akhirnya menjadi sorotan publik setelah muncul klarifikasi resmi dari pihak Erasmus Mundus terkait keterlibatannya dalam jaringan akademik internasional tersebut.

Selama ini, Rifaldy diketahui publik sebagai sosok yang disebut-sebut menerima beasiswa Erasmus Mundus untuk menempuh studi pascasarjana di dua universitas Eropa.

Nama dua kampus, yakni University of L’Aquila di Italia dan Karlstad University di Swedia, bahkan tercantum dalam sejumlah artikel ilmiah yang dipresentasikan Rifaldy pada berbagai konferensi internasional.

BACA JUGA:

Erasmus beri klarifikasi terkait status akademik Rifaldy Fajar

Tak hanya itu, Rifaldy juga beberapa kali mencantumkan nama Erasmus Mundus sebagai bagian dari afiliasi akademiknya dalam karya ilmiah yang beredar luas.

Namun, melalui unggahan resmi akun Instagram @erasmusplus.id pada Jumat, 29 Mei 2026, pihak Erasmus Mundus akhirnya memberikan klarifikasi terkait status akademik Rifaldy Fajar.

Dalam pernyataannya, Erasmus membenarkan bahwa Rifaldy memang pernah terdaftar sebagai mahasiswa program InterMaths Network 2021–2023 yang melibatkan University of L’Aquila dan Karlstad University.

Meski demikian, pihak Erasmus menegaskan bahwa Rifaldy bukan penerima beasiswa Erasmus Mundus Joint Master sebagaimana yang selama ini ramai dipercaya publik.

Dalam pernyataannya, Erasmus menyebut pihaknya telah melakukan penelusuran independen bersama pengawas akademik dan perwakilan program InterMaths terkait klaim afiliasi akademik yang melibatkan Rifaldy Fajar.

“Setelah diskusi publik mengenai klaim afiliasi akademik yang melibatkan Rifaldy Fajar, kamu menjalankan proses penjelasan independen dengan perwakilan program yang relevan dan pengawas alademik dalam jaringan InterMaths,” tulis Erasmus dalam klarifikasinya.

Adapun tiga poin utama yang disampaikan Erasmus terkait Rifaldy Fajar meliputi:

  • Rifaldy Fajar memang pernah terlibat secara akademis dalam jaringan InterMaths dan mengerjakan tesis MSc di bawah pengawasan akademik.
  • Rifaldy tidak menyelesaikan seluruh persyaratan akademik program EMJM InterMaths serta tidak melanjutkan proses pembelaan tesis.
  • Rifaldy Fajar bukan penerima beasiswa Erasmus Mundus Joint Master.

Apa itu Erasmus Mundus?

Kasus ini pun kembali memancing perhatian publik karena Erasmus Mundus dikenal sebagai salah satu program beasiswa internasional paling prestisius di dunia.

Program tersebut merupakan skema pendidikan tinggi dari Uni Eropa yang memungkinkan mahasiswa belajar di dua hingga tiga universitas berbeda di berbagai negara dalam satu masa studi.

Peserta program Erasmus Mundus biasanya memperoleh gelar ganda atau gelar bersama yang diakui secara global oleh konsorsium universitas penyelenggara.

Tak hanya itu, penerima beasiswa Erasmus juga mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari biaya kuliah penuh, tunjangan hidup bulanan, biaya perjalanan, asuransi kesehatan, hingga dukungan visa selama masa studi.

Dengan reputasinya yang sangat bergengsi, klarifikasi dari Erasmus Mundus terkait status Rifaldy Fajar langsung menjadi sorotan luas di media sosial dan memicu beragam reaksi dari publik.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*