Pak Guru SMK Tewas Membusuk di Kamar Kos, Tak Bisa Berobat?

Ilustrasi: Pita hitam tanda belasungkawa atau dukacita. (Ist.)
Ilustrasi: Pita hitam tanda belasungkawa atau dukacita. (Ist.)
Sharing for Empowerment

Geger! Sesosok jasad guru SMK ditemukan terbujur kaku dan mulai membusuk di dalam kamar kosnya yang gelap. Begini kronologinya!

SEMARANG, KalderaNews.com – Suasana tenang di Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, mendadak berubah menjadi kepanikan massal pada Jumat lalu. Seorang guru SMK berinisial IP ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar kosnya dalam kondisi yang mengenaskan.

Penemuan tragis ini berawal dari kecurigaan sesama penghuni kos yang baru saja pulang bekerja. Mereka mencium aroma busuk yang sangat menyengat dari arah kamar korban.

Kecurigaan semakin menguat karena lampu kamar dalam keadaan mati dan pintu terkunci rapat dari dalam, sementara IP sudah lama tidak terlihat keluar ruangan.

BACA JUGA:

Kronologi penemuan jasad Pak Guru

Lantaran curiga, salah satu penghuni kos mencoba mengintip menggunakan senter melalui celah kecil.

Di bawah temaram cahaya senter, terlihat tubuh IP sudah terbujur kaku di atas kasur dengan bagian wajah yang mulai menghitam.

Warga pun langsung mendobrak pintu secara paksa dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Merespons laporan warga, Polsek Semarang Tengah bersama Tim Inafis Polrestabes Semarang langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Sugito, menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban.

Kondisi barang-barang berharga di dalam kamar pun masih utuh, sehingga dugaan perampokan langsung dipatahkan.

Apa pemicu kematian?

Berdasarkan data terbaru dari penyelidikan kepolisian, IP diketahui merupakan warga asli Desa Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang tinggal sendiri di perantauan untuk mengajar.

Pihak kepolisian juga berhasil mengungkap fakta baru mengenai penyebab kematian sang guru.

Dari hasil koordinasi dengan dokter RSUP Dr. Kariadi dan keterangan adik kandung korban, IP ternyata memiliki riwayat penyakit asam lambung atau maag kronis yang diduga kuat menjadi pemicu kematiannya.

“Korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar satu atau dua hari sebelum ditemukan, sehingga proses pembusukan alami sudah mulai terjadi,” jelas Kompol Sugito.

Saat ini, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi dalam.

Setelah menjalani pemeriksaan luar di RSUP Dr. Kariadi, jenazah sang guru langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang ke kampung halamannya di Bergas dan dimakamkan secara layak.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*