Nama Kampus Dicatut dalam Riset Palsu, UMB Ancam Tempuh Jalur Hukum

Rifaldy Fajar (Kalderanews/Instagram @rifaldyfajar)
Rifaldy Fajar (Kalderanews/Instagram @rifaldyfajar)
Sharing for Empowerment

UMB ancam tempuh jalur hukum usai nama kampus dicatut dalam dugaan riset palsu yang viral di konferensi Denmark.

BULUKUMBA, KalderaNews.com– Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) akhirnya memberikan penjelasan resmi setelah nama kampus tersebut ikut terseret dalam polemik dugaan pemalsuan riset yang melibatkan Rifaldy Fajar beserta tim penelitinya.

Nama UMB diketahui tercantum dalam salah satu penelitian yang dipresentasikan pada konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark.

Dugaan kejanggalan mulai mencuat ketika materi penelitian dipaparkan oleh Prihantini dalam forum ilmiah internasional tersebut.

Dalam publikasi riset itu, nama Elfiany Syafruddin tercantum sebagai salah satu anggota tim peneliti dengan afiliasi Universitas Muhammadiyah Bulukumba.

BACA JUGA:

Setelah kasus tersebut viral di media sosial, warganet ramai menelusuri identitas Elfiany dan menduga bahwa ia merupakan ibu kandung Rifaldy Fajar.

Nama Elfiany diduga dicantumkan untuk memenuhi persyaratan tertentu, termasuk memperoleh travel grant atau bantuan perjalanan menghadiri konferensi luar negeri.

UMB berikan somasi dan siap tempuh jalur hukum

Menanggapi polemik yang berkembang, pihak UMB kemudian memberikan klarifikasi terkait status Elfiany Syafruddin.

Dalam pernyataan resminya, kampus membenarkan bahwa Elfiany memang merupakan alumni institusi tersebut.

Elfiany diketahui pernah berkuliah sebagai mahasiswa pindahan di Program Studi Bahasa Indonesia ketika kampus tersebut masih bernama STKIP Muhammadiyah Bulukumba dan dinyatakan lulus pada tahun ajaran 2010/2011.

Namun, UMB menegaskan bahwa Elfiany bukan lagi bagian aktif dari institusi. Kampus menyatakan yang bersangkutan bukan dosen, peneliti, staf, maupun mahasiswa aktif.

“Saudari Elfiany Syafruddin bukan merupakan dosen, staf peneliti, maupun mahasiswa aktif di UMB, statusnya murni hanya sebagai alumni,” jelas pihak kampus.

UMB juga menilai penggunaan nama kampus sebagai afiliasi oleh alumni tanpa hubungan resmi dengan institusi merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan etika akademik dan publikasi ilmiah.

Menurut pihak kampus, afiliasi institusi hanya boleh digunakan oleh pihak yang masih memiliki hubungan formal, seperti mahasiswa aktif, dosen, peneliti, maupun staf resmi kampus.

“Tindakan pencatutan ini adalah pemalsuan identitas akademik yang merugikan institusi kami,” tegas UMB.

Atas dasar itu, UMB meminta agar penggunaan nama kampus segera dihentikan dan afiliasi institusi ditarik dari publikasi ilmiah terkait.

Kampus bahkan menyatakan tengah menyiapkan langkah hukum berupa somasi kepada Elfiany Syafruddin agar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dalam kurun waktu 3×24 jam.

UMB menegaskan akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum apabila tidak ada iktikad baik dari pihak terkait.

Elfiany Syafruddin buka suara soal riset palsu sang anak

Sementara itu, Elfiany Syafruddin akhirnya buka suara terkait namanya yang muncul dalam sejumlah artikel ilmiah dengan afiliasi UMB. Ia mengaku tidak mengetahui sama sekali soal pencantuman namanya dalam penelitian tersebut.

“Saya tidak tahu. Saya tidak tahu. Saya tidak mengetahui apapun,” kata Elfiany.

Elfiany mengaku baru mengetahui namanya dicatut setelah mengonfirmasi langsung kepada anaknya, Rifaldy Fajar, yang diketahui menjadi pimpinan tim peneliti dalam kasus dugaan riset palsu di konferensi ISPPD 2026 di Denmark.

Menurut pengakuannya, Rifaldy menyampaikan bahwa nama sang ibu memang digunakan dalam sejumlah artikel ilmiah yang dibuat sejak 2024 hingga 2025.

“Yang saya tahu, anak saya melakukan penelitian, konferensi. Setelah saya konfirmasi anak saya, dia bilang ‘memang ibu saya pakai namata’. Tapi saya tidak tahu, tidak tahu apapun dalam hal ini,” ujar Elfiany.

Ia juga menyebut pencantuman namanya dengan afiliasi UMB terjadi dalam beberapa artikel ilmiah lain yang dikerjakan anaknya selama dua tahun terakhir.

Meski demikian, Elfiany menegaskan bahwa namanya tidak tercantum dalam artikel yang dipresentasikan di konferensi Denmark tersebut.

“Di Denmark itu tidak ada. Saya sudah konfirmasi itu ke anak saya, saya telepon, ini berita yang ada nama saya ini, di Denmark,” tambahnya.

Kasus dugaan manipulasi riset ini sendiri masih menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan mengenai integritas akademik, etika publikasi ilmiah, serta penggunaan afiliasi institusi dalam penelitian internasional.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*