
Jangan kaget kalau malam ini mendadak dingin menusuk tulang! Fenomena tahunan bediding resmi kembali menyapa Indonesia.
JAKARTA, KalderaNews.com – Belakangan ini, apakah kamu merasa udara di malam hingga pagi hari terasa jauh lebih dingin dari biasanya?
Fenomena alam tahunan yang dikenal dengan istilah “Bediding” kini mulai kembali menyapa sebagian wilayah Indonesia seiring datangnya musim kemarau.
Meski membuat suhu udara merosot tajam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk tidak panik.
BACA JUGA:
- Pesta Bintang Juni 2026, Jadwal Lengkap Fenomena Astronomi
- Kiamat Iklim Mengintai, Super El Nino 2026 Mengancam!
- Hipotermia Naik Gunung: Gejala, Penyebab, dan Pertolongan Pertama
Begini penjelasan BMKG
Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, meluruskan anggapan keliru yang menyebut bediding sebagai bencana atau cuaca ekstrem yang tiba-tiba melanda.
“Bediding bukan fenomena yang ‘melanda’ seperti kejadian cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman berupa udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan, rendahnya kelembapan udara, serta dominasi aliran massa udara kering dari Australia,” jelas Ida.
Saat kemarau tiba, langit malam cenderung bersih tanpa awan. Tanpa adanya “selimut” awan, panas bumi yang tersimpan di siang hari akan terlepas bebas ke atmosfer tanpa ada yang menahan.
Alhasil, suhu udara di dini hari pun langsung anjlok. Kondisi ini diperparah oleh hembusan angin Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin ke tanah air.
Wilayah mana yang “membeku” duluan?
Fenomena ini tidak terjadi serentak di seluruh Indonesia. Menurut Prakirawan Cuaca BMKG, Yuni Maharani, wilayah bagian selatan Indonesia dan dataran tinggi menjadi yang paling pertama merasakan sensasi dingin ini.
Berikut daftar wilayah yang diprediksi akan mengalami fenomena bediding lebih awal:
- Nusa Tenggara Timur (NTT) & Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Pulau Bali
- Wilayah Selatan Pulau Jawa
- Kawasan Dataran Tinggi/Pegunungan (seperti Dieng, Bandung, Malang, dll)
- Sumatera Bagian Selatan (Sumatera Selatan dan Lampung)
Puncaknya Agustus, siapkan jaket!
BMKG memprediksi efek dingin dari fenomena bediding ini akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada bulan Juli hingga Agustus.
Intensitas dingin di setiap daerah dipastikan berbeda-beda, sangat bergantung pada tingkat ketinggian wilayah dan kelembapan udara setempat.
Jadi, bagi kamu yang tinggal di wilayah-wilayah di atas, tidak ada salahnya mulai mengeluarkan selimut dan jaket tebal dari lemari!
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply