
JAKARTA, KalderaNews.com – BMKG keluarkan peringatan dini potensi curah hujan tinggi dan risiko banjir di berbagai wilayah Indonesia sepanjang Desember 2025.
Masyarakat diimbau untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di daerah-daerah yang masuk dalam kategori “Awas” (siaga tertinggi).
Peringatan ini menjadi perhatian serius, lantaran saat ini sekitar 76 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan.
BACA JUGA:
- Profil Pendidikan Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan yang Viral Pergi Umrah di Tengah Bencana Banjir
- Kisah Pilu Guru PPPK Terdampak Banjir, Tempuh Perjalanan Panjang dari Aceh Tamiang ke Medan: Bertahan dengan Lapar dan Kesunyian
- Siswa Korban Banjir Masih Bisa Ikut SNPMB 2026, Ini Penjelasan Mendikdasmen
Fase kritis: 10 hari pertama Desember
Menurut laporan resmi BMKG, periode paling kritis berada di awal bulan, yaitu Dasarian I (1-10 Desember 2025).
Pada periode ini, sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) diprediksi akan mengalami curah hujan ekstrem dengan status Peringatan Dini Kategori Awas.
Selain itu, potensi banjir dengan kategori Tinggi juga diidentifikasi mengancam beberapa kabupaten/kota, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan NTT.
Inilah wilayah dengan potensi banjir Kategori Tinggi (1-10 Desember):
- Nusa Tenggara Timur (NTT): Meliputi sejumlah kecamatan di Kabupaten Kupang (seperti Amfoang Barat Laut, Takari, dll.) dan Kabupaten Manggarai (seperti Ruteng, Wae Rii, dll.).
- Sulawesi Selatan (Sulsel): Meliputi sejumlah kecamatan di Kabupaten Maros, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Pangkep.
Daftar daerah waspada banjir
Secara bulanan, prediksi potensi banjir kategori Tinggi meluas ke sembilan provinsi besar lainnya.
BMKG mendesak pemerintah daerah dan masyarakat untuk ekstra waspada di seluruh wilayah berikut sepanjang Desember 2025:
- Bangka
- Bangka Barat
- Belitung
- Pandeglang
- Cirebon
- Sukabumi.
- Bengkayang
- Ketapang
- Landak
- Sanggau.
- Kepulauan Sangihe
- Barru
- Bone
- Gowa
- Takalar
- Makassar
- Maros
- Pangkep
- Kepulauan Tanimbar
- Tual
- Maluku Tenggara
- Mimika.
Wilayah-wilayah tersebut mencakup puluhan kecamatan yang harus memprioritaskan mitigasi bencana hidrometeorologi, seperti kesiapan evakuasi dan pencegahan longsor.
Siaga di tengah musim hujan
Untuk meminimalisir dampak bencana, BMKG memberikan sejumlah imbauan praktis bagi seluruh masyarakat:
- Prioritaskan kesehatan di tengah cuaca ekstrem yang sering berubah.
- Tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
- Secara aktif membersihkan saluran air, selokan, dan drainase di sekitar lingkungan tempat tinggal untuk mencegah penyumbatan.
- Batasi atau hindari aktivitas di luar ruangan ketika terjadi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.
- Selalu perbarui informasi mengenai cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG, khususnya Instagram @infobmkg.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply