Acara Wisuda SMP Zonk Diduga Ditipu EO, Netizen: “Gengsi Doang”

Laporan dengan nomor STPL/B/217/VI/2026/SPKT/Sek.Budi/Res.Jaksel/PMJ mencantumkan nama Siti Masripah sebagai pelapor yang mewakili para korban dengan terlapor dalam kasus ini teridentifikasi atas nama Mohamad Aditya Firliansyah (Lidik)
Laporan dengan nomor STPL/B/217/VI/2026/SPKT/Sek.Budi/Res.Jaksel/PMJ mencantumkan nama Siti Masripah sebagai pelapor yang mewakili para korban dengan terlapor dalam kasus ini teridentifikasi atas nama Mohamad Aditya Firliansyah (Lidik) (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Acara wisuda SMP di Setiabudi batal akibat ditipu EO. Korban resmi lapor polisi dengan kerugian mencapai puluhan juta.

JAKARTA, KalderaNews.com – Tren menyelenggarakan acara wisuda dan pelepasan siswa sekolah menggunakan jasa pihak ketiga atau Event Organizer (EO) kembali memicu kontroversi. Kali ini, sebuah unggahan viral di media sosial mengungkapkan kekecewaan mendalam dari orang tua murid yang menjadi korban dugaan penipuan oleh oknum EO dalam acara kelulusan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kasus ini mencuat setelah akun @shrielesthary membagikan curhatan mengenai nasib malang yang menimpa anaknya. Ia menyebutkan bahwa segala persiapan yang telah dilakukan berujung sia-sia karena acara tersebut ternyata “zonk” atau batal terlaksana akibat penipuan.

BACA JUGA:

“Kasian bangett anak gw , udah prepare buat acara wisuda sekolah ternyata zonk. Lucu nyaa ngapain wisuda sekelas SMP pakai EO. Ketipunyaa bener2 gila,” tulis akun @shrielesthary.

Kasus Resmi Dilaporkan ke Polsek Metro Setiabudi, Kerugian Puluhan Juta

Tak tinggal diam, pihak orang tua murid telah membawa kasus dugaan penipuan ini ke ranah hukum. Berdasarkan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi (STPL) yang diunggah, laporan resmi telah dilayangkan ke Polsek Metro Setiabudi, Jakarta Selatan pada Jumat, 19 Juni 2026.

Laporan dengan nomor STPL/B/217/VI/2026/SPKT/Sek.Budi/Res.Jaksel/PMJ tersebut mencantumkan nama Siti Masripah sebagai pelapor yang mewakili para korban (pelapor dan kawan-kawan). Dalam dokumen tersebut, perkara yang dilaporkan adalah dugaan tindak pidana Penipuan dan atau Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492 dan/atau Pasal 486 UU Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP.

Terlapor dalam kasus ini teridentifikasi atas nama Mohamad Aditya Firliansyah (Lidik). Berdasarkan dokumen kepolisian, total kerugian riil yang dilaporkan saat ini mencapai Rp48.575.000,- (empat puluh delapan juta lima ratus tujuh puluh lima ribu rupiah).

Namun, akun @shrielesthary menyebutkan total dana yang menguap di lapangan berpotensi jauh lebih besar.

“Duit yg di tf 48 jt.. Belum ada info berapa duit yg terkumpul tapi semua murid udah bayar jadi kasar nya aja 80 jt belum di tambah sama sumbangan2 donatur.. Sisanya kemana??? Korlas nya 💩💩💩,” tulisnya mempertanyakan transparansi sisa anggaran kelulusan tersebut.

Identitas Pelaku Jadi Sorotan, Diduga Kelahiran 1999

Unggahan tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang menyoroti latar belakang pelaku penipuan yang awalnya dikira masih berusia sangat muda. Akun @missfitra berkomentar, “Njiirr masih bocil udh nipu.” Namun, komentar tersebut segera diluruskan oleh akun @brownstheticx yang menulis, “Aku kira jg bocil ka, ternyata lahiran thn 99 😭😭😭.”

Meskipun berusia pertengahan 20-an, beberapa warganet merasa usia tersebut masih relatif muda untuk melakukan tindakan penipuan sebesar itu.

Kasus ini juga diduga terjadi di salah satu sekolah di kawasan Jakarta Selatan, sebagaimana ditanyakan oleh akun @khrysacelly, “SMPN di Setia Budi itu yg mana ya…aku taunya cm SMA 3.”

Kritik Warganet: Demi Gengsi Hingga Desak Korlas Tanggung Jawab

Di sisi lain, insiden ini memicu gelombang kritik dari masyarakat mengenai urgensi penggunaan EO untuk acara perpisahan sekolah.

Banyak yang menilai bahwa pihak sekolah dan komite terlalu memaksakan gengsi dengan menggunakan jasa eksternal, padahal acara bisa dikelola secara mandiri secara internal.

Akun @handayaniatika94 menuliskan kritik panjang lebar mengenai fenomena tahunan ini:

“Keulang mulu tiap tahun gk ada kapoknya, padahal udah ada larangannya tapi masih aja demi gengsi eh malah zonk kan . Kasian anak2 murid yang kena imbasnya. Kegeseqn gengsi malah nyakitin hati anak2nya (siswa siswi) . Padahal bisa loh adain acara minim budget disekolah. Sekolah ponakan juga adain disekolah malah bagus banget berkat koordinasi guru dan ortu yang kreatif . Sok2an pake EO padahal guru dan wali murid bisa aja jadi panitia buat kelulusan.”

Kritik senada disampaikan oleh @name_with_i yang berkomentar singkat, “Yaelah perpisahan gni aja pake eo 🤣,” serta akun @elvababyshop yang mendesak pertanggungjawaban dari koordinator kelas (korlas), “suruh korlas nya yg ganti duitnyaaa anak smp wisuda pake wo harusny semua murid yg turun buat acara semua ngapain smpe sewa wo segala 😎.”

Berbagi Pengalaman Acara Mandiri yang Sukses

Di tengah sentimen negatif terhadap pelaksanaan wisuda sekolah formal yang berlebihan, beberapa orang tua murid justru membagikan pengalaman positif di sekolah anak mereka yang memilih jalur mandiri tanpa melibatkan EO eksternal.

“Alhamdulillah,.di sekolah anak kami, perpisahan anak digagas dan dilaksanakan oleh sekolah. Panitia dan talentnya dari guru, siswa adik kelas dan support ortu siswa… Karena event ini hanya event seremonial sederhana jadi bisa diakomodir internal…” cerita akun @me_na_lia.

Sementara itu, akun @dianriska3 memilih bersikap realistis di tengah masa transisi kelulusan sekolah, “Tim yang ga ikut acara ceremony pelepasan. Mikirin Pcmb spmb aza udah menyita pikiran dan emosi✌️.”

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah terkait ataupun laporan kepolisian lebih lanjut mengenai total kerugian dan kejelasan nasib uang iuran wisuda yang diduga dibawa kabur oleh oknum EO tersebut.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*