TOBA Jadi Green Equity Transition Pertama di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI)
Bursa Efek Indonesia (BEI) (EduFulus/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) resmi jadi perusahaan pertama penerima Saham Hijau Transisi dari BEI. Cek capaian finansialnya!

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan sejarah baru di pasar modal Indonesia. TOBA resmi menjadi perusahaan pertama di tanah air yang memperoleh Penetapan Saham Hijau Transisi (Green Equity Transition) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penetapan yang berlaku efektif sejak 28 Agustus 2026 ini bertepatan dengan peluncuran perdana IDX Green Equity Designation. Dari tiga perusahaan tercatat yang terlibat dalam peluncuran tersebut, TBS menjadi satu-satunya emiten yang memenuhi kualifikasi ketat untuk kategori transisi.

Dasar Penilaian dan Standar Independen Global

Penetapan Saham Hijau Transisi diberikan kepada perusahaan tercatat yang secara terukur bergerak menuju ekonomi rendah karbon. Proses penilaiannya mencakup porsi pendapatan serta alokasi investasi pada kegiatan hijau.

SIMAK JUGA: Bank Mandiri Tebar Dividen Interim 2026 Rp66 per Saham

TBS meraih predikat ini setelah melalui proses reviu independen oleh S&P Global Ratings berdasarkan:

  • Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI)
  • Green Equity Principles dari World Federation of Exchanges (WFE)

Dalam Climate Transition Assessment, S&P Global Ratings mencatat bahwa TBS menonjol di antara perusahaan sejenis di Indonesia karena memiliki target waktu paling progresif, yaitu mencapai netralitas karbon pada tahun 2030.

Selain itu, hasil reviu menunjukkan bahwa 92 persen komitmen belanja modal (Capex) TBS periode 2025–2030 dialokasikan khusus untuk kegiatan hijau tanpa ada anggaran untuk operasional batu bara baru.

Transformasi Kinerja Keuangan: Bisnis Hijau Mulai Mendominasi

Langkah transformasi bisnis TOBA terlihat nyata dalam laporan keuangan perusahaan yang terintegrasi:

  • Bauran Pendapatan 2025: Bisnis infrastruktur berkelanjutan (non-batu bara) menyumbang 47 persen dari total pendapatan konsolidasi.
  • Perbalikan Bauran Bisnis Semester I-2026: Pendapatan dari infrastruktur berkelanjutan melonjak pesat hingga menyumbang 66,5 persen, sementara kontribusi batu bara menyusut menjadi 31,4 persen.
  • Pendorong Utama: Sektor pengelolaan limbah menjadi kontributor paling dominan dengan menyumbang 61,2 persen pendapatan dan 92 persen EBITDA konsolidasi. Di saat bersamaan, ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle) mencatatkan pertumbuhan pendapatan hampir tiga kali lipat secara tahunan (year-on-year).

Dampak positif dari transformasi ini terlihat pada kinerja finansial Semester I-2026, di mana laba kotor konsolidasi TBS melesat lebih dari dua kali lipat menjadi 28,2 juta dollar AS, dan arus kas operasi berbalik positif menjadi 14,6 juta dollar AS.

5 Pilar Kerangka IDX Green Equity Designation

Implementasi IDX Green Equity Designation oleh BEI mengadaptasi pilar global milik WFE yang mencakup:

  1. Kontribusi Finansial: Lebih dari separuh pendapatan, biaya operasional, atau belanja modal wajib berasal dari kegiatan hijau/transisi.
  2. Keselarasan Taksonomi: Sesuai dengan batasan kriteria TKBI.
  3. Tata Kelola (Governance): Memiliki komitmen transisi yang jelas dan terukur.
  4. Penilaian Berkala: Evaluasi tahunan oleh penyedia reviu eksternal independen yang diakui.
  5. Keterbukaan Informasi: Transparansi data kegiatan hijau kepada publik.

Direktur Utama & CEO TBS, Dicky Yordan, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan milestone penting yang menetapkan standar tinggi bagi operasional perusahaan ke depan.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha BEI, Iding Pardi, menyampaikan bahwa inisiatif ini dirancang untuk membangun pasar modal Indonesia yang lebih transparan, kredibel, dan berorientasi keberlanjutan.

Bagian dari Kelompok Elit Pasar Modal Global

Penerapan skema saham hijau masih tergolong langka di tingkat global. Sejak Nasdaq memulainya pada 2021 dan WFE merilis panduannya pada 2023, baru sedikit bursa seperti B3 Brasil dan Bursa Efek Filipina yang mengadopsinya.

Saat ini, terdapat kurang dari 20 perusahaan tercatat di seluruh dunia yang berhasil mengantongi penetapan saham hijau resmi. Masuknya TBS Energi Utama ke dalam kelompok ini mempertegas posisinya sebagai salah satu pionir transisi energi di Asia Tenggara.

Bursa Efek Indonesia menegaskan bahwa IDX Green Equity Designation berfungsi sebagai tolok ukur transparansi keberlanjutan dan bukan merupakan bentuk rekomendasi investasi, pemeringkatan, maupun jaminan atas kinerja imbal hasil saham.

SIMAK JUGA: Viral Threads Cuan 118 Juta dari BBCA, Waspada Halu dan Konten Flexing!

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan di konten EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


26 views