9 Kampus di Yogyakarta Sepakat Putar Lagu Indonesia Raya Secara Rutin

Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya
Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya (KalderaNews.com/Ist)

YOGYAKARTA, KalderNews.com – Sembilan kampus merespon Gerakan Indonesia Raya Bergema yang dicanangkan Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Gerakan ini untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021.

Sembilan rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di DI Yogyakarta pun sepakat mengumandangkan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” di lingkungan kampus masing-masing secara rutin.

BACA JUGA:

Kesepakatan para rektor ini diinisiasi Rektor Universitas Gajah Mada, Panut Mulyono, dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V, Didi Achjari, bersama dengan Forum Rakyat Yogya untuk Indonesia (For You Indonesia). Pimpinan perguruan tinggi yang telah menyepakati hal itu dari Universitas Pembangunan Nasional UPN Veteran, Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Institut Seni Indonesia, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universias Ahmad Dahlan, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Widya Mataram.

Indonesia Raya Bergema merupakan kampanye berkelanjutan untuk menggugah kesadaran dan memperkuat rasa nasionalisme dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara rutin di ruang-ruang publik, seperti lembaga pendidikan, instansi pemerintah, perkantoran swasta, pusat perbelanjaan, bioskop, dan tempat lainnya.

Para rektor itu juga menyerukan perlunya pendidikan Pancasila dan penanaman jiwa patriotisme dan nasionalisme agar terus dilakukan. Perlu rumusan strategi pendidikan ideologisasi Pancasila yang sistematis dan berkelanjutan serta dengan metodologi yang tepat dan kekinian agar lebih mudah diterima generasi Y dan Z.

Selain itu, para rektor juga berharap, ada penyempurnaan kurikulum pendidikan nasional agar lebih membuka pikiran-pikiran kritis dan sikap inklusif peserta didik, baik di jenjang pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Para guru dan dosen juga mesti memiliki perspektif kebangsaan sesuai konsensus Nasional.

Lebih lanjut, para rektor berpandangan agar efektivitas gerakan “Indonesia Raya Bergema” terukur dalam masyarakat, perlu ada ketentuan yang bersifat mengikat yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*