Saham dan Kripto Sedang Booming-boomingnya, Tetap Harus Bijak dan Cerdas

Kripto
Koin Kripto (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Ada dua jenis investasi yang pada masa pandemi Covid-19 booming alias populer di kalangan milenial. Investasi tersebut adalah investasi saham dan kripto. Menariknya, pemerintah sudah melegalkan transaksi kripto sebagai aset investasi, bukan sebagai alat pembayaran. Popularitas dua jenis investasi ini ditandai dengan peningkatan jumlah investor baik untuk saham maupun kripto.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir April 2021, jumlah single investor identification (SID) pasar modal sudah tembus 5 juta di angka 5.088.093 investor.

Jumlah investor tumbuh 31,11 persen dari posisi akhir 2020 lalu yang baru sebanyak 3.880.753 SID. Ini berarti sepanjang 4 bulan pertama di tahun ini ada 1.207.340 investor baru yang masuk ke pasar modal Indonesia.

BACA JUGA:

Selama beberapa tahun terakhir pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Tanah Air tercatat terus signifikan. Per akhir 2020 lalu, jumlah investor pasar modal tumbuh 56,21 persen menjadi 3,88 juta investor dari posisi akhir 2019 yang sebanyak 2,48 juta investor.

Sebelumnya, jumlah investor per akhir 2019 tersebut juga mengalami pertumbuhan 53,41 persen dari posisi akhir 2018 yang sebanyak 1,61 juta investor.

Sementara itu terkait investasi kripto, Badan Pengawas dan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat jumlah investor aset kripto per Maret 2021 sudah menyentuh 4,45 juta investor melonjak lebih dari 50% dari akhir tahun lalu yang jumlahnya masih 2,5 juta investor dengan total volume transaksimencapai Rp 126 triliun sepanjang Januari-Maret.

Saat ini ada sekitar 8.472 jenis kripto yang tersebar di dunia. Namun, Bappebti hanya mengakui 229 kripto yang bisa diperdagangkan di Indonesia, di antaranya bitcoin, ethereum, tether, ripple dan dogecoin.

Baik saham maupun kripto sama-sama naik daun di masa pandemi karena daya tarik potensi cuan yang ditawarkan cukup tinggi. Selain itu, transaksinya juga sudah sangat mudah karena sudah bisa online dengan smartphone di genggaman tangan sehingga bisa dilakukan dengan mudah darimana saja.

Kendati keduanya fenomenal tentu investor wajib tahu bahwa potensi kerugian itu dalam investasi apa pun berbanding lurus dengan potensi keuntungannya. Oleh sebab itu, sebelum terjun ke kedua investasi yang lagi booming ini sangat dianjurkan untuk mengenali dan memulainya dengan cerdas.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


838 views