Ngeri! Inilah Gejala Jamur Hitam yang Harus Diwaspadai di Indonesia




Peringatan Hemofilia Sedunia
Ilustrasi: laboratorium darah (doc. KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Nama jamur hitam sempat hits saat menyerang di India dan menimbulkan ribuan korban jiwa. Jamur hitam ini setidaknya telah merenggut nyawa 4.200 orang di negara terpadat kedua di dunia tersebut. Di India, gejala jamur hitam yang muncul sangat beragam.

Jamur hitam mempunyai nama ilmiah mucormycosis ini dikabarkan telah masuk ke Indonesia. Infeksi jamur hitam ini tergolong cepat menyerang tubuh dan biasanya salah satu cara untuk menghentikan penyebarannya adalah dengan menghilangkan organ tubuh penderitanya.

BACA JUGA:

Penyakit ini muncul melalui kontak dengan spora atau elemen jamur dari lingkungan seperti tanah, bahan organik yang membusuk seperti daun, tumpukan kompos, dan kotoran hewan. Yang unik dari infeksi jamur hitam ini adalah gejala yang muncul pada penderita beragam, tergantung pada bagian tubuh mana yang terinfeksi.

Jamur hitam yang menyerang rongga sinus lalu ke otak

Disebut sebagai mukormikosis rinoserebral. Jamur hitam ini menginfeksi rongga sinus lalu menyebar hingga ke otak. Jenis infeksi jamur hitam ini biasanya hal itu dialami oleh pasien diabetes yang tidak terkontrol atau pasien transplantasi ginjal.

Gejala mukormikosis rinoserebral antara lain: wajah bengkak pada satu sisi, sakit kepala, hidung tersumbat, demam, kelainan berwarna hitam (black eschar) pada hidung atau mulut bagian atas.

Jamur hitam yang menyerang paru

Mukormikosis jenis ini biasanya menyerang penderita kanker. Gejala umum yang muncul antara lain: demam disertai batuk, nyeri dada, sesak napas. Gejala ini tidak membaik dengan pengobatan standar.

Jamur hitam yang menyerang saluran pencernaan

Mukormikosis gastrointestinal merupakan jamur hitam yang menyerang saluran cerna dan sering dialami oleh anak, terutama pada bayi prematur yang mendapat antioti sistemik, steroid pembedahan, dan lain sebagainya.

Gejala jamur hitam secara umum yang muncul dari mukormikosis gastrointestinal ini adalah sakit perut, mual, muntah, perdarahan gastrointestinal.

Jamur hitam yang menyerang kulit

Mukomirkosis kulit merupakan infeksi pada luka kulit, misalnya setelah operasi, luka bakar, dan lain-lain. Gejala jamur hitam secara umum yang ditimbulkan antara lain lecet atau bisul, area yang terinfeksi menghitam, nyeri, hangat, kemerahan berlebihan, bengkak di sekitar luka.

Jamur hitam yang menyebar melalui darah

Mukormikosis diseminata merupakan infeksi yang menyebar melalui aliran darah. Infeksi jamur hitam ini dapat menyebar ke organ lain, termasuk otak, limpa, jantung, dan organ lainnya. Jamur hitam yang berada di aliran darah ini terjadi pada penderita penyakit berat, tetapi sulit mengetahui gejala khususnya.

Cara mencegah penyebaran dan penularan jamur hitam secara umum adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Area banyak debu, seperti di lokasi konstruksi bangunan dan penggalian termasuk area yang harus dihindari. Sebab elemen jamur dari lingkungan seperti tanah, bahan organisk yang membusuk seperti dau, tumpuan kompos, dan kotoran hewan bisa masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, cedera atau goresan kulit.Elemen kecil jamur bahkan dapat tertelan tanpa disadari.

Selain itu, pada masyarakat umum, pencegahan yang dapat dilakukan adalah menghindari atau tidak terlalu banyak melakukan konsumsi obat yang dapat menurunkan imunitas, termasuk kortikosteroid, anti-interleukin, dan lain sebagainya. Hal ini karena makin rendahnya imun tubuh, maka kemungkinan terpapar jamur hitam akan meningkat.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan share pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*