Mengenal Jenis Vaksin Covid-19 yang Sempat Kontroversi, Lengkap dengan Dosisnya




Vaksin Covid-19
Ilustrasi: Vaksin Covid-19 (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, Kalderanews.com – Salah satu persiapan pemerintah untuk mahasiswa dan pelajar untuk bersiap PTM tahun ajaran ini adalah program vaksin untuk usia 12-17 tahun. Beberapa daerah mulai mengadakan vaksin anak ini sebagai persiapan herd immunity. Beberapa jenis vaksin Covid-19 mulai digulirkan sejak awal tahun.

Sebelum terjadi pandemi gelombang kedua pada pertengahan tahun 2021 ini, beberapa jenis vaksin Covid-19 menjadi perdebatan. Perdebatan itu terjadi di media sosial, grup WhatsApp bahkan lingkungan sekitar kita.

BACA JUGA:

Di Indonesia, ketentuan penggunaan vaksin untuk program vaksinasi ini diatur melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK.01.07/Menkes/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Menurut Neni Nurainy, Kepala Divisi Pengembangan Translasi Produk PT. Bio Farma, Bandung, terdapat delapan jenis vaksin Covid-19 di dunia, yakni Astrazeneca, Gameleya, Johnson & Johnson, Moderna, Novovax, Pfizer/Biontech, Sinovac, dan Sinopharm. Namun, di Indonesia hanya ada lima saja, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer/Biontech, dan Sinopharm dalam bentuk vaksin gotong royong.

Inilah perbedaan beragam jenis vaksin Covid-19 dilihat dari bahan, lengkap beserta dosis dan izinnyanya.

Astrazeneca

Vaksin astrazeneca merupakan viral vector (Chimpanzee adenovirus Chadox1). Vaksin vector virus merupakan pemberian virus karies yang telah direkayasa dengan gen dari patogen target. Pemberian vector virus ini diharapkan dapat menginduksi respon imun innate yang kemudian mengindukti respons imun adaptif.

Tipe vaksin ini umumnya dapat menginduksi respons imunologis yang kuat. Selain itu, vaksin jenis ini tidak memberikan partikel infeksius sehingga aman diberikan. Tipe vaksin seperti ini sebelumnya telah digunakan dalam pencegahan wabah penyakit ebola.

Vaksin astrazeneca ini diberikan dengan dua kali dosis dengan jarak waktu 8-12 minggu atau setiap bulan. Suhu dalam kandungan vaksin ini dingin normal 2-8o Celcius. Vaksin merek ini telah mendapat persetujuan dari WHO, EUL, EMA, TGA, dan MHRA.

EUL adalah Emergency Use Listing, prosedur berbasis risiko untuk menilai dan membuat daftar vaksin, teraupetik, dan disnostik in vitro yang tidak berlisensi dengan tujuan mempercepat ketersediaan produk dalam menangani kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat. Sedangkan EMA merupakan Badan Pengawas Obat Eropa.

TGA adalah theraupetic Goods Administration atau Administrasi Barang Terapi Australia. MHRA (Medicine & healthcare Products Regulatory Agency) adalah lembaga eksekutif dari Departemen Kesehatan dan Sosial di Inggris yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa obat-obatan dan peralatan medis bekerja dan diteria secara aman.

Sinovac

Vaksin Sinovac merupakan jenis vaksin inactivated virus. Vaksin jenis ini merupakan pemberian virus dengan kondisi RNA yang sudah dihancurkan, sehingga tidak memiliki risiko untuk melakukan replikasi di dalam tubuh pasien.

Metode penggunaan vaksin inaktivasi ini sebelumnya dipakai pada vaksin hepatitis A, influenza, polio, dan rabies.

Dosis vaksin ini diberikan sebanyak dua kali dengan jarak waktu 2-4 minggu. Suhu dalam kandungan vaksin harslah 2-8o Celcius. Vaksin ini mendapat izin dan sertifikasi dari WHO dan EUL saja.  

Moderna

Moderna merupakan vaksin mRNA yang telah disetujui penggunaannya pada manusia. Vaksin mRNA dapat bekerja dengan cara transalsi pada sitoplasma sel inang dan tidak perlu melewati dinding nukleus sehingga memiliki farmakodinamik yang lebih singkat daripada vaksin DNA.

Vaksin mRNA merupakan vaksin yang telah lama dikembangkan tetapi belum ada vaksin sebelumnya yang menggunakan tipe vaksin ini. Vaksin jenis ini aman dibeirkan pada masyarakat dan memiliki biaya produksi yang terjangkau.

Vaksin Moderna ini harus diberikan sebanyak 2 kali denagn jangka waktu 4 bulan. Suhu dalam kandungan vaksin ini harus -15o Celcius. Moderna mempunyai izin dari WHO, EUL, dan FDA. FDA merupakan badan pengawas obat dan makanan Amerika.

Sinopharm

Vaksin ini mirip dengan vaksin Sinovac, yakni jenis inactivated virus. Diberikan sebanyak 2 kali dengan jangka waktu 3 bulan. Suhu kandungan vaksin tersebut adalah 2-8o Celcius. Vaksin ini memiliki sertifikat resmi dari WHO dan EUL.

Pfizer/Biontech

Vaksin Pfizer/Biontech merupakan mRNA yang memiliki kegunaan pada manusa. Sama seperti Astrazeneca, vaksin ini memiliki izin dan sertifikat dari WHO, EUL, FDA, EMA, TGA, dan MHRA. Vaksin ini telah digunakan pada beberapa negara seperti Amerika Serikat, Switzerland, dan Inggris.

Harus diberikan sebanyak 2 kali dengan jangka waktu 3 bulan. Suhu kandungan vaksin saat disimpan haruslah -80 hingga -60 derajat Celcius.

Itulah jenis vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia. Yuk, segera vaksin agar kita terbebas dari Covid-19 dan dapat bebas beraktivitas di luar rumah seperti dulu. Sehat selalu ya, kamu. Iya, kamu!

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*