Ingin Skripsi, Mahasiswa UNNES Wajib Tanam Pohon

Ilustrasi Penanaman Pohon. (KalderaNews.com/Foto. Ist)
Ilustrasi Penanaman Pohon. (KalderaNews.com/Foto. Ist)

SEMARANG, KalderaNews.com – Untuk mulai menulis skripsi, Universitas Negeri Semarang (UNNES) Semarang, Jawa Tengah mengharuskan mahasiswanya menanam minimal satu pohon dan mengunggah hasil dokumentasi penanaman di Sistem Informasi Penanaman dan Perawatan Pohon (Siomon). Siomon adalah salah satu platform digital dari kampus itu.

Alasan penanaman pohon ini karena USM ingin menjadikan kampusnya berwawasan konservasi. Hal ini juga terlihat dari salah satu mata kuliah Pendidikan Konservasi yang menjadi mata kuliah wajib bagi para mahasiswa.

Rektor UNNES Fathur Rokhman mengatakan, kebijakan penanaman pohon sebagai salah satu syarat untuk menempuh skripsi merupakan bentuk dari pendidikan karakter agar mahasiswa. Kampus mendorong mahasiswa untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Dalam kebijakan ini, mahasiswa tak hanya diwajibkan untuk menanam saja, namun juga merawat pohon tersebut.

BACA JUGA:

Fathur mengungkapkan, pada tahun 2020 lalu kebijakan ini juga diterapkan bagi peserta mahasiswa baru UNNES. Tercatat pada waktu itu sebanyak 8.532 mahasiswa baru secara serentak melakukan penanaman di daerahnya masing-masing.

Pelaksanaan kebijakan penanaman ini merupakan bagian dari gerakan konservasi sebagai upaya melindungi lingkungan. Gerakan penanaman pohon itu juga dilakukan dalam mendukung program UNNES H-BAT (Hijau, bersih, dan sehat).

Sejauh ini, program penanaman pohon ini berhasil menjadikan Kampus UNNES berhasil menduduki peringkat 47 kategori Energy and Climate Change yang dilakukan UI Greenmetric.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*