94 Persen Kampus Swasta di Tangerang Siap Terapkan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)

Mahasiswa di sebuah Universitas

TANGERANG, KalderaNews.com – Perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Tangerang, Banten, menyatakan dukungan terhadap program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digulirkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Berdasarkan hasil survei terhadap 140 perguruan tinggi swasta di Jakarta dan sekitarnya, 94 persen PTS siap melaksanakan program MBKM.

BACA JUGA:

Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Ridwan mengajak perguruan tinggi melaksanakan MBKM dan terus memberikan saran-saran perbaikan.

“MBKM menjadi salah satu program prioritas yang disambut baik oleh berbagai perguruan tinggi meskipun masih ada kendala di dalamnya. Program MBKM sudah kita mulai, mari kita dukung bersama,” kata Ridwan.

Sementara, Yaya Jakaria, Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah III Provinsi DKI Jakarta menuturkan bahwa berdasarkan hasil survei terhadap 140 perguruan tinggi swasta di Jakarta dan sekitarnya, hanya 6 persen perguruan tinggi swasta yang belum siap melaksanakan konsep MBKM.

Jonathan L Parapak, Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH) mendukung program MBKM. Baginya, MBKM sangat penting bagi perguruan tinggi, terutama untuk mendorong dalam peningkatan kualitas.

“Program MBKM mendorong kami untuk evaluasi kurikulum yang kami terapkan, dan kami juga telah bekerja sama dengan negara lain seperti Cina, Amerika, dan Australia untuk terus mengevalusi kurikulum demi menghasilkan lulusan yang berkompetensi unggul,” ucapnya.

Ahmad Amarullah, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) juga menyampaikan antusiasnya terhadap MBKM. Menurutnya, dari sisi substansi dan urgensi MBKM memang harus didukung agar menciptakan lulusan dari perguruan tinggi yang berdaya saing. Nurzaman, Rektor Universitas Pamulang juga menyambut baik kebijakan MBKM.

“Saya yakin program ini sangat bagus dan harus kita implementasikan di lingkungan perguruan tinggi, walaupun memang masih ada yang harus dipertimbangkan,” ungkapnya.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan share pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*