Gawat! Omicron Merajalela Hingga Riuh Stop PTM, Begini Cara Isolasi Mandiri yang Benar




Ilustrasi: Anak menjalani isolasi mandiri. (KalderaNews.com/Ist.)
Seorang anak menjalani isolasi mandiri (KalderaNews.com/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Omicron kian merajalela hingga menyebabkan jumlah pasien positif Covid-19 melonjak drastis dengan jumlah kasus positif harian melonjak hingga 27.197 pada Kamis, 3 Februari 2022 atau naik 52% dibandingkan Rabu sebelumnya sebanyak 17.895.

Lonjakan kasus positif ini membuat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah daerah tertanggu, hingga riuh usulan PTM 100% dihentikan menjadi PJJ.

Bukan isapan jempot semata, kasus peningkatan jumlah positif ini juga disumbang oleh warga sekolah yang selama ini menjalani pembelajaran tatap muka.

BACA JUGA:

Nah, di tengah lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat tetap waspada, tetapi tidak panik.

Selain itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui informasi terkait gejala, pencegahan, tata cara isolasi mandiri, faktor risiko tinggi, dan hal lain berkaitan dengan COVID-19, di samping upaya antisipatif yang terus digencarkan pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan bahwa pasien konfirmasi COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri jika memenuhi syarat klinis dan syarat rumah.

Syarat ini sesuai SE Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022. “Syarat klinis di antaranya pasien harus berusia kurang dari 45 tahun, tidak memiliki komorbid, dapat mengakses telemedicine/layanan kesehatan lain, berkomitmen tetap diisolasi sebelum diizinkan keluar,” terang Widyastuti.

Sementara syarat rumah dan peralatan pendukung lainnya adalah pasien harus dapat tinggal di kamar terpisah (lebih baik lagi jika lantai terpisah), ada kamar mandi di dalam rumah yang terpisah dengan penghuni lainnya.

Jika tidak memenuhi syarat klinis dan syarat rumah, pasien harus melakukan isolasi di fasilitas isolasi terpusat dan dalam pengawasan Puskesmas atau Satgas setempat.

Isolasi terpusat dilakukan pada fasilitas publik yang disiapkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau swasta yang dikoordinasikan Puskesmas dan Dinkes.

Berikut ini panduan untuk keluarga dan perawat pasien di rumah untuk mereka yang melakukan isolasi mandiri:

  • Tetapkan salah seorang anggota keluarga yang berperan untuk merawat atau memantau kondisi pasien. Sebaiknya tidak memiliki faktor risiko tinggi dan tidak sering kontak dengan orang lain di luar rumah.
  • Menyiapkan ruangan terpisah atau ruangan yang terisolasi untuk orang yang terinfeksi Covid-19.
  • Membuka jendela untuk meningkatkan ventilasi yang baik dan sirkulasi udara segar.
  • Tidak mengizinkan tamu ke rumah dan menghindari kontak erat (kurang dari 1 meter) dengan orang terinfeksi Covid-19.
  • Semua orang harus menggunakan masker ketika berada di satu ruangan yang sama dengan orang yang terinfeksi.
  • Rajin mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun, atau gunakan cairan antiseptik berbasis alkohol.
  • Membersihkan dan disinfeksi secara rutin permukaan benda-benda yang sering disentuh, seperti meja, gagang pintu, pegangan tangga, dan lain-lain.
  • Hidangan makanan terpisah dan menggunakan peralatan mandi yang terpisah dari orang yang terinfeksi.
  • Orang yang terinfeksi Covid-19 harus beristirahat, minum banyak dan makan makanan bergizi dan tetap meneruskan pengobatan untuk penyakit kronis.
  • Meminum obat penurun panas (parasetamol/acetaminophen) apabila demam dan/atau mengurangi sakit badan/pegal sesuai instruksi. Antibiotik tidak efektif untuk Covid-19.

Selanjutnya, pemantauan gejala orang orang yang terinfeksi Covid-19 harus dilakukan secara teratur dan segera hubungi petugas kesehatan apabila terdapat gejala yang membahayakan. Gejala membahayakan yang dimaksud di antaranya sesak atau kesulitan bernapas, sakit dada, kebingungan/penurunan kesadaran, tidak dapat berbicara/bergerak.

Sementara yang dimaksud orang yang berisiko mengalami gejala berat dan fatal jika menderita Covid-19 adalah pada orang berusia 60 tahun atau lebih, mempunyai riwayat penyakit hipertensi (darah tinggi), diabetes mellitus (kencing manis), penyakit jantung, penyakit paru kronis, gagal ginjal kronis, penyakit kelainan kekebalan tubuh (termasuk HIV), obesitas/kegemukan, kanker, dan kehamilan.

Orang yang terinfeksi Covid-19 dengan faktor risiko tersebut di atas harus dipantau dengan baik oleh petugas kesehatan.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*