Rektor Ukrida: Lulusan Harus Jadi ‘Game Changer’ di Era AI

Gedung Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) bersebelahan dengan SMAK 1 PENABUR Jakarta
Gedung Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) bersebelahan dengan SMAK 1 PENABUR Jakarta (KalderaNews/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) baru saja menggelar wisuda ke-67 dengan pesan menghenyakkan dari sang rektor.

Dalam acara yang meluluskan 319 mahasiswa pada Sabtu, 3 Mei 2025 lalu, Prof. Herman Parung dengan tegas menyatakan harapannya agar para wisudawan tidak hanya sekadar menyandang gelar, tetapi juga menjadi “agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.”

Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025 yang menekankan dampak pendidikan tinggi bagi masyarakat, Prof. Herman Parung menyoroti tantangan berat di era Society 5.0 dan perkembangan teknologi global, termasuk pesatnya kecerdasan buatan (AI).

BACA JUGA:

“Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh, kami berharap para wisudawan akan menjadi agen perubahan yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Prof. Herman Parung dengan nada penuh harap.

Lebih lanjut, Rektor Ukrida ini menekankan bahwa di tengah persaingan yang semakin ketat akibat perkembangan AI dan dinamika global, kemampuan beradaptasi, berpikir kreatif, dan memiliki daya saing tinggi adalah kunci utama bagi para lulusan baru.

Pesan rektor ini seolah menjadi call to action bagi para wisudawan untuk tidak gentar menghadapi masa depan. Ukrida sendiri telah mengambil langkah proaktif dengan mendirikan Laboratorium AI, sebagai respons terhadap potensi besar teknologi ini.

Langkah ini sejalan dengan harapan Prof. Herman Parung agar lulusannya tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain kunci dalam memanfaatkan AI untuk kemajuan masyarakat.

Pernyataan tegas Rektor Ukrida ini semakin diperkuat oleh apresiasi dari Plt. Kepala LLDikti Wilayah III Jakarta, Tri Munanto, terhadap berbagai inisiatif kolaborasi dan pengabdian Ukrida yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan adanya rumah sakit Ukrida dan program Diktisaintek Berdampak dari Kemdiktisaintek RI, harapan akan lulusan yang membawa perubahan positif semakin nyata.

Senada dengan itu, Ketua Umum BP YPTK Krida Wacana, Oki Widjaja, memberikan perspektif yang lebih dalam terkait AI.

“AI atau kecerdasan buatan tidak akan menggantikan manusia atau pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Tetapi orang yang handal mempergunakan AI merupakan orang-orang yang akan menggantikan berbagai pekerjaan yang tidak menggunakan AI,” tegasnya.

Pernyataan ini semakin memantapkan optimisme para wisudawan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, terutama di bidang AI.

Dengan statement rektor yang begitu kuat dan langkah nyata Ukrida dalam menghadapi era AI, para lulusan kali ini diharapkan benar-benar mampu menjadi “game changer” yang membawa dampak signifikan bagi masyarakat dan bangsa.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


865 views