
LEBAK, KalderaNews.com – Dunia maya kembali dihebohkan dengan video yang menampilkan sejumlah siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Calungbungur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, menarikan gerakan bernuansa erotis dalam sebuah acara perpisahan sekolah.
Video tersebut sontak menuai reaksi negatif dari masyarakat karena dinilai sangat bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan dan norma kesusilaan yang berlaku.
Kejadian ini diduga berlangsung pada acara tasyakuran perpisahan dan kenaikan kelas siswa SD tersebut, Kamis (19/6/2025).
BACA JUGA:
- Viral! Masjid Digembok karena Anak Kecil Sering Bermain di Dalamnya, Marbot Pilih Mengundurkan Diri
- Heboh Video Viral Siswa SD di Tulungagung Nyawer Biduan, Ternyata Inisiatif Wali Murid, Sekolah Ngaku Kecolongan
- Tangis Pecah! Viral Siswi SD di Jambi Lantunkan “Korban Perceraian” di Acara Perpisahan Sekolah
Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat lima siswi yang mengenakan pakaian berwarna hitam dan rok pink bergoyang dengan gerakan yang dianggap tidak pantas di atas panggung. Ironisnya, mereka tampak disawer dan diteriaki oleh penonton yang hadir.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lebak, Hadi Mulya, membenarkan kejadian yang terekam dalam video tersebut terjadi di SDN 1 Calungbungur.
Hadi Mulya telah mengonfirmasi langsung insiden ini kepada Kepala Sekolah SDN 1 Calungbungur, Muhaemin, yang kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Muhaemin, Kepala Sekolah SDN 1 Calungbungur, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Benar adanya itu (tarian erotis) siswa kami dalam rangka kegiatan perpisahan dan kenaikan kelas,” demikian bunyi pesan klarifikasi dari Muhaemin yang disampaikan Hadi Mulya kepada wartawan.
Para penari dalam video tersebut merupakan siswi kelas enam yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Diketahui, mereka berlatih menari secara mandiri di luar lingkungan sekolah.
Hadi Mulya juga menambahkan bahwa video tersebut menjadi viral setelah diunggah oleh salah satu orang tua siswa di TikTok, namun pihak sekolah telah menegur untuk segera menghapusnya. Menurut keterangan dari kepala sekolah, kegiatan menari tersebut hanya sebatas hiburan tanpa ada maksud lain.
Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi seluruh lembaga pendidikan agar tidak lengah dalam mengawasi siswa-siswinya.
Meskipun ruang berekspresi bagi anak-anak harus tetap dibuka, namun hal itu harus selalu menjaga nilai-nilai pendidikan dan norma kesusilaan yang berlaku.
Dunia pendidikan seharusnya menjadi tempat menanamkan nilai-nilai positif dan bukan menjadi ruang bebas yang membiarkan anak-anak kehilangan arah dalam berekspresi.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply