
JAYAPURA, KalderaNews.com – “Terima kasih Kemdiktisaintek,” ujar Trate, seorang perempuan paruh baya, dengan nada penuh syukur. Di sampingnya, putrinya, Wening Kuala Kencana Twenty, mengamini rasa terima kasih sang ibu dengan tatapan penuh kasih.
Wening, kini seorang mahasiswi program studi Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Cenderawasih (Uncen), berhasil menjemput langkah awal mimpinya berkat bantuan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Tiga tahun lalu, mimpi kuliah ini terasa jauh bagi Wening. Setiap pagi, ia sibuk menyiapkan nasi kuning yang kemudian dijajakan di ruang-ruang kelas sekolahnya.
BACA JUGA:
- Inilah Sosok Selebgram Arnold Putra yang Diduga Disandera Junta Militer Myanmar dan Berbagai Kontroversinya
- Profil Pendidikan dan Karier Juliana Marins, Pendaki yang Jatuh di Gunung Rinjani
- Kisah Iqbal, Anak Buruh Bangunan Asal Bengkulu yang Lolos Fakultas Kedokteran UI, Dijemput Langsung oleh Wakil Dekan
Bagi Wening, itu adalah cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan, sekaligus membantu meringankan beban orang tuanya.
Ia menyadari betul, penghasilan sang ayah sebagai staf pengamanan tidak akan cukup untuk membiayai pendidikannya dan ketiga saudaranya.
Kebingungan itu sempat menghantui Wening, hingga akhirnya informasi tentang KIP Kuliah datang dari kakak kelasnya di bangku perkuliahan.
“Saya harus mendaftar KIP-Kuliah karena kondisi keluarga yang tidak mampu dengan besaran biaya yang ada, belum lagi perlengkapan kuliah,” kata Wening dikutip dari situs Kemendiktisaintek.
Diam-diam, takdir menyiapkan kejutan untuk Wening. Gadis berusia 20 tahun itu bergegas mempersiapkan diri dan mendaftar KIP Kuliah.
Di tengah perjuangan itu, dukungan sang ibu selalu menjadi penyemangat. “Tidak apa tidak makan, asal kau bisa kuliah,” bisik lembut Trate, yang selalu memotivasi Wening.
Waktu berlalu, dan kabar baik pun tiba. Suatu malam, diiringi suara angin dan serangga, pengumuman penerimaan KIP Kuliah memancing tangis haru enam orang di ruangan itu.
Bagi Wening, KIP Kuliah ini adalah jaminan langkah pastinya untuk lulus kuliah tepat waktu. Ia bahkan telah memasang target besar: menjadi wirausahawan toko kue di Jayapura. “Sebelum lulus saya harus bisa (buka toko),” ucap Wening penuh keyakinan.
Nominal bantuan yang masuk setiap semester semakin membulatkan komitmennya untuk berupaya lebih keras dan gigih mencapai garis finis yang telah ia gariskan sejak belia.
“Uangnya buat bantu saya beli buku, kebutuhan kuliah, dan ongkos bolak-balik ke kampus. Puji Tuhan, sangat membantu sekali,” tambahnya.
Wening adalah satu dari ribuan anak Indonesia yang telah merasakan manfaat KIP Kuliah untuk mengejar mimpi masa depan mereka.
Melalui program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia diharapkan dapat tercapai dengan baik, membuka jalan bagi lebih banyak Wening lainnya untuk meraih cita-cita.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply