Waduh! Ribuan Mahasiswa KKN di Lumajang Dipulangkan Usai Kantor Desa Dibobol

Kelompok 16 KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta di Padukuhan Ploso, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Kelompok 16 KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta di Padukuhan Ploso, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (KalderaNews/Nafrah Africhillia)
Sharing for Empowerment

LUMAJANG, KalderaNews.com– Sebanyak 1.070 mahasiswa Universitas Jember (Unej) yang tengah mengikuti KKN Kolaboratif di 102 desa di Lumajang ditarik pulang.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) memutuskan untuk menarik ribuan mahasiswa KKN demi menjaga keamanan dan kenyamanan mereka.

Penarikan tersebut dilakukan di dua posko utama, yakni Desa Alun-Alun, Ranuyoso, dan Desa Tempeh Tengah, Tempeh, Lumajang.

BACA JUGA:

Faktor Keamanan Jadi Alasan Ribuan Mahasiswa KKN Ditarik oleh Kampus

Para mahasiswa ini telah berada di lokasi sejak 15 Juli 2025 dan awalnya dijadwalkan menyelesaikan KKN pada 20 Agustus 2025.

“Penarikan mahasiswa KKN ini hanya untuk lokasi Lumajang, sementara di kota lain tetap berjalan sesuai jadwal,” kata Sekretaris LP2M Unej bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Ali Badrudin.

Di hari yang sama, Universitas Islam Negeri KH Achmad Sidiq (UIN KHAS) Jember juga memutuskan menarik mahasiswa KKN kolaboratif mereka dari Desa Alun-Alun.

“Kami menarik mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di desa Alun Alun kecamatan Ranuyoso kab Lumajang untuk memberikan keamanan bagi mahasiswa kami,” ujar Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN KHAS Jember, Zaini.

Kedua kampus ini mengambil keputusan setelah insiden pencurian sepeda motor yang menimpa mahasiswa KKN.

Dua motor, masing-masing milik mahasiswa UIN KHAS Jember dan Unej, dicuri dari Kantor Desa Alun-Alun, Ranuyoso.

Kronologi Aksi Pencurian Motor Mahasiswa KKN

Kejadian bermula pada Rabu (6/8) dini hari ketika Kantor Desa Alun-Alun dibobol maling. Motor yang diparkir di dalam kantor raib tanpa jejak. Warga baru menyadari insiden ini pada pagi hari.

“Aku tidur, kemudian ada tetangga yang membangunkan aku, katanya kantor desa kebobolan, dan aku lihat sepeda motor aku sudah hilang,” ungkap Ika Wahyu Rohmawati, mahasiswa UIN yang menjadi korban pencurian.

Kepala Desa Alun-Alun, Dulhanan, menjelaskan bahwa pelaku awalnya mencoba masuk dengan menyiramkan cairan kimia, namun gagal, lalu berhasil menyelinap melalui jendela dapur.

Ia mengaku kecewa karena sudah berusaha menyediakan tempat aman untuk kendaraan mahasiswa.

“Saya sudah menyiapkan tempat untuk adik KKN di tempat yang aman, tapi malah sebaliknya. Saya minta tolong kepada aparat agar pelakunya segera tertangkap,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


907 views