Andika Ibrahim Terpilih Jadi Koordinator PPI Dunia, Gaungkan Isu Perlindungan Pelajar di Luar Negeri

Andika Ibrahim Nasution, Koordinator PPI Dunia. (Ist.)
Andika Ibrahim Nasution, Koordinator PPI Dunia. (Ist.)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Andika Ibrahim Nasution terpilih menjadi Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia 2025/2026. Ia menggaungkan isu perlindungan pelajar di luar negeri.

Andika adalah mahasiswa University of Jordan. Sebelumnya, ia aktif di Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) Yordania.

Ia memiliki visi menjadikan PPI Dunia sebagai “ekosistem intelektual global yang progresif, inklusif, dan strategis”.

BACA JUGA:

Langsung sorot kematian Athaya

“Misi saya sederhana, yaitu Mendunia Bersama, Berdampak Bersama, yang berarti PPI Dunia harus hadir bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai solusi nyata bagi pelajar di luar negeri dan bagi bangsa Indonesia,” ungkap Andika.

Andika pun langsung menyorot isu perlindungan pelajar. Terlebih baru-baru ini, PPI Dunia terutama PPI Belanda tengah berduka usai anggotanya, Muhammad Athaya Helmi Nasution.

Athaya meninggal dunia saat menemani kunjungan kerja (kunker) pejabat Indonesia di Austria.

“Kejadian ini adalah pengingat pahit bagi kita semua akan pentingnya keselamatan dan perlindungan bagi pelajar Indonesia di luar negeri. Ini merupakan isu yang sangat serius dan tidak boleh terulang lagi,” ucap pria asal Mandailing Natal, Sumatera Utara ini.

“Di bawah kepemimpinan saya, kami akan mengambil langkah proaktif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” imbuhnya.

Dukung RUU Perlindungan Pelajar

Andika pun mendukung Rancangan Undang-Undang (RUU) perlindungan pelajar.

“Hal ini selaras dengan salah satu pilar misi saya, yaitu inklusivitas dan advokasi. Penting bagi PPI Dunia untuk tidak hanya fokus pada hal-hal akademis, tetapi juga pada isu-isu fundamental seperti perlindungan dan kesejahteraan pelajar,” paparnya.

Upaya advokasi, menurutnya, mesti dilanjutkan secara intensif, terutama dengan berbasis data dan kajian di lapangan. Dalam hal ini, PPI Dunia harus berperan aktif dan bukan hanya sebagai pengamat.

“PPI Dunia bukan hanya sebagai pengamat, tapi sebagai penyumbang solusi konstruktif yang memastikan keberadaan payung hukum yang kuat bagi seluruh pelajar Indonesia di luar negeri,” katanya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1,056 views