Struktur BGN Didominasi Purnawirawan, Warganet: Mana Ahli Gizinya?

Daftar petinggi BGN
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com- Struktur kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) ramai menjadi perbincangan publik setelah beredar di media sosial.

Banyak warganet menyoroti komposisi pejabatnya yang dinilai lebih banyak diisi oleh purnawirawan TNI dan Polri dibandingkan tenaga kesehatan atau ahli gizi.

BGN sendiri merupakan lembaga yang dibentuk melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 yang diteken Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

BACA JUGA:

Lembaga ini diharapkan menjadi motor utama dalam upaya pemenuhan gizi nasional. Namun, susunan pejabat terbaru justru menuai kritik karena dianggap tidak sesuai dengan bidang yang digeluti.

Salah satu nama baru yang masuk jajaran adalah Brigjen Pol. Sony Sonjaya, mantan perwira Bareskrim Polri, yang kini menempati posisi Wakil Kepala BGN. Selain itu, Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung juga dipercaya menjadi Wakil Kepala. Lodewyk sebelumnya pernah mengemban jabatan sebagai Asisten Operasi Panglima TNI.

Susunan Petinggi BGN

Mengutip laman resmi BGN, berikut susunan pejabat terbaru:

  • Kepala Badan Gizi Nasional: Dadan Hindayana
  • Wakil Kepala: Brigjen Pol. Sony Sonjaya
  • Wakil Kepala: Nanik S. Deyang
  • Wakil Kepala: Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung
  • Sekretaris Utama: Brigjen (Purn) Sarwono
  • Inspektur Utama: Brigjen (Purn) Jimmy Alexander Adirman
  • Deputi Sistem dan Tata Kelola: Tigor Pangaribuan
  • Deputi Penyediaan dan Penyaluran: Brigjen (Purn) Suardi Samiran
  • Deputi Pemantauan dan Pengawasan: Mayjen (Purn) Dadang Hendrayudha
  • Deputi Promosi dan Kerja Sama: Nyoto Suwignyo

Dalam Perpres Nomor 83 Tahun 2024 Bab III Pasal 6 disebutkan, struktur BGN terbagi menjadi dua kelompok besar: Dewan Pengarah dan Pelaksana.

Dewan Pengarah bertugas memberikan arahan kepada pelaksana dalam menjalankan program pemenuhan gizi nasional.

Anggotanya ditetapkan sebanyak tujuh orang yang terdiri dari satu ketua merangkap anggota, satu wakil ketua merangkap anggota, serta lima anggota lainnya.

Meski begitu, publik tetap melayangkan kritik terkait absennya sosok ahli gizi dalam jajaran inti. Banyak yang menilai posisi tersebut semestinya diisi oleh pakar gizi, nutrisi, atau kesehatan masyarakat agar sesuai dengan tujuan pembentukan lembaga.

Respons Warganet Terkait Komposisi Petinggi BGN

Fenomena ini memicu gelombang komentar dari warganet di media sosial. Sejumlah akun bahkan menuliskan kritik pedas terkait komposisi pejabat BGN.

Pak, maaf sekali lagi mohon maaf kalau argumen saya menyinggung bapak. Tapi ini negara demokrasikan pak? Jadi saya boleh mengutarakan opini saya. Yang pertama strategi bapak sangat fatal kesalahannya, disana minimal ada dokter ahli gizi tapi yang ada PURNA TNI, maaf pak mereka sangat tidak berkompeten dalam bidang ini. Yang kedua kenapa tidak melibatkan dokter yang sangat berkompeten dibidang ini, rakyatmu bukan hanya TNI pak!” tulis @wardhaniau.

 “Yg ahli gizi nya nganggur begitu lah di negara kita pantes saja S1 banyak yg nganggur liat aja formasi pekerjaan mereka jg Disi ole org yg bukan ahlinya.” tulis zoya_1022d.

“Kerjaan yg harusnya di isi sama tekpang, ahli gizi, ahli nutrisi, malah diisi sama pensiunan militer dan pol. ngawur kebangetan.” tulis mdendyrindra.

 “@prabowo seriusan yang ngisi BGN rata2 dari TNI? Bukan ahli di bidangnya. Pantesan banyak kasus keracunan soal MBG. Sumpah ini si namanya ngasih jatah jabatan, bukan di isi dokter yang paham banget soal gizi.”tulis amik_azka.

Rangkaian komentar ini menunjukkan keresahan masyarakat yang menilai pentingnya keberadaan tenaga ahli sesuai bidang dalam lembaga strategis seperti BGN.

Meski lembaga tersebut baru berdiri, ekspektasi publik terhadap kinerja dan profesionalitasnya sudah sangat tinggi, terutama mengingat isu gizi masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*