Seorang oknum TNI di Kendari berinisial Sertu MB jadi buron usai kabur saat diperiksa terkait kasus pencabulan siswi SD.
KENDARI, KalderaNews.com– Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur mengguncang Kendari, Sulawesi Tenggara, setelah seorang oknum anggota TNI berinisial Sertu MB diduga mencabuli seorang siswi sekolah dasar.
Ironisnya, terduga pelaku kini menjadi buronan setelah melarikan diri saat menjalani proses interogasi di kesatuannya.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada 14 April 2026 di rumah Sertu MB yang berada di wilayah Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan.
BACA JUGA:
- Viral, Ibu Korban Pencabulan Anak di Bogor Mengadu ke KDM Lewat Vidio
- Sosok Kiai Ashari, Tersangka di Balik Kasus Pelecehan 50 Santriwati
- Modus Menolong Berujung Pelecehan, Oknum Guru Besar di UIN Palopo Dipolisikan
Kabur setelah dilakukan pemeriksaan
Setelah laporan diterima, oknum prajurit itu sempat diamankan oleh pihak Kodim 1417/Kendari untuk menjalani pemeriksaan internal sebelum rencananya diserahkan ke Denpom XIV/3 Kendari.
Namun, proses hukum mengalami hambatan setelah Sertu MB berhasil kabur saat pemeriksaan berlangsung.
“Terkait pelakunya belum sempat diserahkan ke kita, saat diinterogasi di Kodim, yang bersangkutan sempat kabur,” kata Komandan Denpom XIV/3 Kendari Letkol CPM Haryadi Budaya Pela kepada wartawan, Kamis (30/4).
Pihak Denpom memastikan proses pencarian terhadap pelaku masih terus dilakukan dan kasus ini akan ditangani secara serius hingga tuntas.
Kabar kaburnya terduga pelaku pun menambah kecemasan keluarga korban. Sebelumnya, keluarga sempat merasa lega karena pelaku sudah diamankan. Namun situasi berubah setelah informasi pelarian tersebut diketahui.
“Sempat tenang keluarga karena pelaku diamankan, tapi infonya dia kabur,” ujar tante korban berinisial VN.
Keluarga korban kini mendesak aparat TNI untuk segera menemukan dan menangkap kembali Sertu MB. Mereka juga menyoroti kondisi psikologis korban yang mengalami trauma berat akibat peristiwa tersebut.
“Kondisi korban trauma dan butuh pendampingan psikologis,” ujarnya.
Sudah ditetapkan jadi DPO
Sementara itu, Komandan Kodim 1417/Kendari Letkol Arm Danny AP Girsang menyatakan bahwa Sertu MB telah resmi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Seluruh personel TNI di berbagai wilayah juga telah dikerahkan untuk membantu proses pelacakan.
“Sementara ini kami masih melacak keberadaannya. Surat DPO sudah kami keluarkan dan seluruh personel kami arahkan melakukan pencarian,” kata Letkol Arm Danny AP Girsang kepada wartawan, Jumat (1/5).
Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat karena melibatkan aparat negara yang seharusnya melindungi warga, terutama anak-anak.
Publik kini menantikan langkah tegas aparat dalam menuntaskan kasus tersebut sekaligus memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply