BPS merilis data SUPAS 2025: Jumlah penduduk Indonesia capai 284,67 juta jiwa dengan dominasi 68,92% Gen-Z, Milenial, dan Post-Gen Z.
JAKARTA, KalderaNews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. Dalam laporan terbaru yang disampaikan pada Selasa (5/5/2026), jumlah penduduk Indonesia tercatat telah mencapai 284,67 juta jiwa.
Data ini menjadi indikator krusial bagi pemerintah dan pelaku industri untuk memetakan kondisi fertilitas, mortalitas, hingga mobilitas penduduk di tanah air.
BACA JUGA:
- Sarjana Pengangguran Sebuah Normal Baru, Pendaftaran Universitas Merosot Tajam
- Benarkah Magang Kampus Merdeka Terbukti Efektif Menurunkan Angka Pengangguran?
- Kemendikbudristek: 13,33 Persen Lulusan Universitas Berstatus Pengangguran
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa laju pertumbuhan penduduk saat ini mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan data Sensus Penduduk 2020.
Dominasi Generasi Muda: Gen-Z dan Milenial
Salah satu temuan paling menarik dari SUPAS 2025 adalah struktur usia penduduk. Tercatat sekitar 68,92 persen penduduk Indonesia didominasi oleh gabungan tiga generasi muda, yakni:
- Post-Gen Z (Kelahiran 2013 ke atas)
- Gen-Z (Kelahiran 1997-2012)
- Milenial (Kelahiran 1981-1996)
Dominasi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih berada dalam periode bonus demografi yang besar, meskipun rasio ketergantungan mengalami sedikit kenaikan.
Rasio Ketergantungan Meningkat
Meskipun didominasi usia produktif, angka rasio ketergantungan (dependency ratio) pada tahun 2025 tercatat sebesar 45,05. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan hasil Long Form SP2020 yang berada di angka 44,33.
“Artinya, setiap 100 orang penduduk usia produktif menanggung beban sekitar 45 penduduk usia nonproduktif,” jelas Amalia dalam rilis resminya di Jakarta.
Tren Penurunan Angka Kelahiran (TFR)
Data SUPAS 2025 juga menunjukkan adanya pergeseran perilaku demografi. Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) turun menjadi 2,13, dari sebelumnya 2,18 pada tahun 2020.
Penurunan ini didorong oleh berkurangnya angka kelahiran secara signifikan pada kelompok perempuan usia muda, yakni kategori umur:
- 15-19 tahun
- 20-24 tahun
Faktor perubahan cara pandang terhadap masa depan dan pendidikan disinyalir menjadi pemicu utama tren penurunan ini.
Kabar Baik: Angka Kematian Ibu dan Bayi Menurun Tajam
Kualitas kesehatan nasional Indonesia menunjukkan kemajuan yang sangat positif dengan tren penurunan tajam pada angka kematian ibu dan bayi.
Berdasarkan data terbaru SUPAS 2025, Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) kini berada di level 14,12 per 1.000 kelahiran hidup, menurun signifikan dibandingkan hasil LF SP2020 yang sebesar 16,85, bahkan hampir menyentuh separuh dari angka pada tahun 2010 yang mencapai 26,09.
Pencapaian luar biasa juga terlihat pada Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Ratio/MMR) yang turun menjadi 144 kematian per 100.000 kelahiran hidup.
Angka ini menunjukkan progres berkelanjutan dari posisi 189 pada pendataan tahun 2020. Jika ditarik lebih jauh, tingkat kematian ibu saat ini telah terpangkas lebih dari setengah jika dibandingkan dengan kondisi pada Sensus Penduduk 2010 yang kala itu masih berada di angka tinggi, yakni 346 kematian.
Penurunan drastis pada kedua indikator vital ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan perbaikan layanan kesehatan serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam satu dekade terakhir.
Penurunan Angka Kematian Ibu (MMR) yang mencapai lebih dari setengah dari kondisi tahun 2010 menjadi bukti nyata perbaikan layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Konsentrasi Penduduk dan Mobilitas di Pulau Jawa
Dari sisi persebaran, Pulau Jawa masih menjadi magnet utama. Sebanyak 55,65 persen penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Namun, terjadi dinamika mobilitas yang menarik. BPS mencatat peningkatan migrasi internasional (masuk dan keluar). Sementara itu, untuk migrasi domestik, DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan persentase migrasi keluar antarprovinsi terbesar, baik untuk kategori migrasi seumur hidup maupun migrasi risen (penduduk yang pindah dalam 5 tahun terakhir).
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply