Heboh! Investor Saham Curhat Rugi Rp 1,5 Miliar di Grup Trader, Netizen Soroti Strategi “All-In” dan Asal Nyemplung

Heboh! Investor Saham Curhat Rugi Rp 1,5 Miliar di Grup Trader, Netizen Soroti Strategi “All-In” dan Asal Nyemplung
Tangkapan layar investor saham curhat rugi Rp 1,5 Miliar (EduFulus/GWK)
Sharing for Empowerment

The Path To Financial Freedom, EduFulus  – Jagat media sosial Facebook, khususnya di kalangan grup investor dan trader saham, tengah diramaikan oleh sebuah tangkapan layar (screenshot) yang menunjukkan kerugian investasi fantastis. Postingan viral tersebut memperlihatkan kerugian (Potential P&L) mencapai lebih dari Rp 1,57 Miliar dengan persentase minus -33,70%.

Pesan tersebut, yang ditujukan kepada seorang “Bg Bobby”, mengungkapkan keputusasaan seorang investor yang kini baru mencari bantuan konsultasi.

“Bg Bobby beneran konsultasi portofolio cuma 10k kah? sdh terlanjur minus segitu 😥 nanti kalau bisa balik profit aku tambahin 10jt buat bg bobby,” tulis investor tersebut, diikuti tanggapan kaget dari penerima pesan, “Astaghfirullah. Itu 1,5M? aku gemeter banget.”

SIMAK JUGA: Masih Ingat Kasus Pembobolan RDN BCA? Ternyata Celahnya di Sekuritas, Duit Nasabah 70 Miliar Dikembalikan

Investor tersebut lantas membenarkan, “Iy bg, sdh 4 bulan saya hold minta bantuannya bg 🙏.”

Analisis Netizen: Modal Awal dan Pompom Saham

Data kerugian -33,70% yang setara Rp 1,57 Miliar sontak memicu perdebatan sengit di kolom komentar. Netizen beramai-ramai menganalisis besar modal awal dan penyebab kerugian:

Saputra Sa menyoroti kemungkinan strategi investasi yang berisiko: “bisa minus segitu apa dia langsung all in tanpa dicicil ya?”

Wayan Dedy Lesmana menduga investor tersebut adalah korban pompom saham dari grup berbayar dan mempertanyakan ketiadaan mitigasi risiko: “Klhty korban Pompom saham…dari grup berbayar. Kenapa ga pasang SL [Stop Loss]??”

Putra Samudra Sonocean mencoba menghitung modal awal investor: “Potential loss nya 1.5 M di 33% berarti modal dia 4.5 M-an, jirr.. Dimasukkan di emiten apa aja ya tuh modal.”

Netizen lain, Bang Roy Gun, bahkan bertanya, “Astaga, suruhan siapa itu disangkutin?” yang disambut tawa oleh Khoat Khoat, “Kalo isi nya dada wirg pipa dkk bang roy pun tak bs tolong wkwkwkw.”

Kritikan Pedas: Jangan Pelit Jasa Konsultan

Salah satu kritikan paling tajam datang dari Hob Ak Ci yang menyoroti keengganan investor menggunakan jasa profesional sejak awal.

“Giliran ada konsultan investasi kagak percaya. Malah nyoba2 terjun sendiri. Akhirnya nangis sendiri… Ckckckkckckckck. Jangan pernah pelit pake jasa konsultan investasi,” tulisnya, menekankan pentingnya bimbingan profesional.

Saran “Hold” untuk Anak Cucu

Meskipun banyak yang bersimpati dan memberi masukan teknis, tak sedikit netizen yang memberikan saran santai khas trader yang sudah pasrah:

Alip: “WKWKWKW, gapapaaa hold aja percaya teori tahun depan profit 3m.”

Pandu Sopir Kentip memberi saran konservatif: “kalo fundamental bagus tinggal aja ,,entar juga naik tinggal sabar nunggu waktu,,jangan CL [Cut Loss] kalo Uda dalem gitu.”

Apocalyspe mempertanyakan: “Emangnya emiten apa yg 4 bulan pergerakan nya 33 persen begitu..?”

Dan penutup paling dramatis datang dari saran untuk pasrah total: “hold aja nanggung amat klo gak kejemput juga buat anak cucu sekalian akwoakwo.”

Kasus kerugian Rp 1,5 Miliar ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat bahwa investasi di pasar modal, terutama tanpa strategi yang matang dan manajemen risiko yang ketat, dapat berujung pada kerugian finansial yang sangat besar.

SIMAK JUGA: Geger RDN Dibobol, BEI, KPEI dan KSEI Kompak Desak AB dan Bank RDN Penuhi Persyaratan Keamanan RDN

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan di konten EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*