SULSEL, KalderaNews.com – Nama Yasika Aulia Ramadhani belakangan menjadi sorotan publik dan netizen. Putri sulung dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Yasir Machmud, ini menarik perhatian karena menguasa dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala besar di Sulsel.
Dikenal sebagai pembina dari Yayasan Yasika Group, Yasika bertanggung jawab langsung atas pengelolaan total 41 dapur MBG yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.
Meskipun baru berusia 20 tahun, Yasika Aulia Ramadhani memikul tanggung jawab yang besar dalam pengelolaan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan. Jaringan dapur yang ia pimpin tersebar luas di berbagai daerah, meliputi 16 dapur di Makassar, 3 di Parepare, 2 di Gowa, dan 10 dapur baru di Bone yang baru diresmikan pada pertengahan November 2025.
BACA JUGA:
- Lagi-lagi! 25 Siswa SD di Ternate Keracunan Usai Santap Menu MBG, Sekolah Langsung Minta Stop Distribusi
- Viral! Siswa MBG Pangkalpinang Kerap Tulis Surat Cinta dan Request Menu, Bikin Haru Petugas Dapur
- Heboh MBG Bengkulu! Ortu Dilarang Menuntut Jika Anak Keracunan, Wadah Makanan Hilang Wajib Ganti Rugi Rp80.000!
Dalam keterangannya, Yasika meyakinkan bahwa pengelolaan dapur-dapur tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal, sebab “seluruh bahan baku dipasok dari petani, peternak, dan pekebun.”
Profil Anak Politisi
Secara pribadi, Yasika Aulia adalah putri pertama dari tiga bersaudara dalam keluarga Yasir Machmud. Ia memiliki dua adik, yaitu Yasika Dwi Ardina dan Yasika Raja Aditya. Ayahnya, Yasir Machmud, merupakan seorang politisi terkemuka dari Partai Gerindra yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel.
Dengan latar belakang keluarga yang mapan dan berkarir di politik, keterlibatan Yasika dalam proyek MBG ini menempatkannya dalam sorotan publik yang luas, baik karena tanggung jawab besarnya maupun karena latar belakang keluarganya.
Sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yasir memiliki karier yang sukses di berbagai bidang, mulai dari pertanian, pembangunan, transportasi, hingga kuliner.
Kekayaan Yasir Machmud yang tercatat mencapai Rp92.111.972.242 (berdasarkan LHKPN 31 Desember 2024) turut menjadi latar belakang yang melengkapi sosok Yasika.
Di momen ulang tahunnya yang ke-20 pada Oktober 2025 lalu, Yasika menerima ucapan hangat dari sang ayah, yang mengunggah pesan di akun Instagram @yasir_machmud:”Anakku sayang @yasikaauliaa hari ini usiamu genap 20 tahun. Semoga Panjang Umur, Sehat Selalu, sukses selalu dan Banyak Rejeki…”
Di media sosial, Yasika aktif di akun Instagram pribadinya @yasikaauliaa, yang kini telah diikuti oleh lebih dari 3.479 pengikut, menunjukkan interaksi sosial yang cukup aktif di kalangan generasi muda.
Program “Bagi-Bagi Proyek” dan KKN
Sosok Yasika Aulia Ramadhan pun viral di X (Twitter) dan jadi bulan-bulanan netizen setelah akun @bakuldimsum- berkicau “Oh wow” Dan akun Maria A. Alkaff @MariaAlkaff_ berkicau “Anak Pejabat mah, bebas…!
Yasika Aulia Ramadhani, putri sulung Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, kembali mencuri perhatian publik. Namanya disorot karena perannya dalam mengelola program MBG di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sebagai Pembina Yayasan Yasika Group, ia membawahi 41 SPPG yang tersebarbdi berbagai daerah di Sulsel.
Baru-baru ini, Yasika Group kembali memperluas jangkauan dengan meluncurkan 10 dapur SPPG baru di Kabupaten Bone. Salah satu dapur MBG yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, resmi dibuka pada Jumat (14/11/2025).
Acara peresmian tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Ketua Komisi B Andi Irma, Anggota DPRD Sulsel Andi Abeng Salengketo, H. Muhammad, serta tamu undangan lainnya.
Salah satu tudingan utama adalah program MBG telah beralih fungsi menjadi ajang pembagian proyek di antara “sirkel” kekuasaan.
Akun @MariaAlkaff_ secara berulang kali menyampaikan kritik pedas, menyebut, “Emang program ini udah kayak bagi-bagi proyek di kalamgan mereka aja,” dan menduga, “Ya sejak awal kan dugaannya begitu. Bagi-bagi proyek antar kita… wkwk.”
Komentar ini diamini oleh akun @Goo9le_Fiv3 (akun parodi) yang menyatakan, “Ini benar-benar menjijikkan cara mainnya, KKN makin subur,” sebuah sentimen yang diperkuat oleh @mulya4Wij4y4 yang menyebut, “Salah satu slagon MBG guna mendongkrak UMKM tapi prakteknya menambak menjamurnya KKN.”
Warganet menyoroti bahwa alih-alih melibatkan masyarakat luas, proyek-proyek seperti pengadaan dapur (SPPG) berulang kali jatuh ke tangan pihak yang sama.
Akun @Delta_tofu berujar, “Ngga aneh, proyek2 begini mah sirkelnya mrk2 lg yg dapet,” yang disahut oleh @MariaAlkaff_ dengan, “Yup. Dia lagi, dia lagi.”
Bahkan ada akun yang menyinggung keterlibatan keluarga pejabat, “TNI POLRI AKTIF KELUARGA PEJABAT MSH RAKUS JUGA YA MAU MENGELOLA PROGRAM MBG.”
UMKM Justru “Gigit Jari”
Ironisnya, program yang diklaim bertujuan mendongkrak UMKM justru dinilai merugikan.
Akun @Novri_ta mengeluhkan, “Yg UMKM ya tetap gigit jari. Malah kena dampak harga bahan jd naik krn demand ke dapur MBG naik.”
Komentar ini mengindikasikan adanya efek domino, di mana lonjakan permintaan bahan baku untuk dapur MBG dalam skala besar menyebabkan kenaikan harga yang tidak mampu diimbangi oleh UMKM kecil, sehingga menekan usaha mereka.
Potensi Anggaran Fantastis dan Tantangan di Lapangan
Perluasan program juga menjadi perhatian. Akun @Bintu__Baba menyinggung penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), “Widiiiiihhh 41 SPPG, nambah lagi 10? Warbyasah…”.
Seorang warganet dengan akun @NUR_KHOLIQ_HK bahkan mencoba menghitung potensi anggaran fantastis, “41 x 3M = 123M belum operasional tiap hari. Kapasitas 1 dapur 3000 porsi x Rp 15.000 /hari.
Klaim rata2 cair 6 bulan,” yang menunjukkan keraguan terhadap besarnya dana yang digelontorkan. Sementara akun @ABjodohComeback menanggapi singkat namun menohok, “Masing2 Bakalan Gajian.”
Secara keseluruhan, sentimen di media sosial menunjukkan tingkat kekecewaan publik terhadap dugaan penyalahgunaan program MBG untuk kepentingan pribadi dan kelompok, yang dianggap kontraproduktif dengan tujuan awal menyejahterakan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply