Ini Hasil Lobi BEI ke New York, Tuntut MSCI Terapkan Aturan Free Float yang Adil

Morgan Stanley Capital International (MSCI) (EduFulus/Ist)
Sharing for Empowerment

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengambil langkah proaktif dengan mendatangi langsung markas penyedia indeks global, MSCI, di New York, Amerika Serikat.

Langkah ini dilakukan guna menegosiasikan aturan terkait metodologi free float yang menjadi perhatian serius pelaku pasar modal dalam negeri.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, diketahui telah bertemu langsung dengan pimpinan MSCI pada pekan lalu untuk menyampaikan aspirasi dari asosiasi dan pelaku pasar Indonesia.

SIMAK JUGA: OJK-BEI “Rengek” Diskusi dengan MSCI, Ingin Kesetaraan Aturan, FCA Biang Kerok?

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut diskusi tersebut berjalan cukup konstruktif, meski bursa tetap menghormati independensi MSCI sebagai penyedia indeks.

Dua Tuntutan Utama BEI: Universal dan Non-Diskriminatif

Dalam pertemuan tersebut, BEI membawa dua misi utama terkait penerapan metodologi indeks. BEI meminta agar standar yang ditetapkan MSCI bersifat universal dan non-diskriminatif.

“Concern kita tetap sama. Pertama, kita menghormati kewenangan dari index provider. Tetapi, kita juga minta supaya apapun metodologi yang akan diterapkan itu berlaku universal, artinya diterapkan juga di seluruh negara lain dan juga non-diskriminatif,” tegas Jeffrey di Jakarta.

Standar Free Float Indonesia Lebih Ketat

Salah satu poin krusial dalam diskusi tersebut adalah pemahaman mengenai kriteria free float (saham beredar di publik). BEI memberikan penjelasan kepada MSCI bahwa aturan di Indonesia sebenarnya sudah jauh lebih ketat dibandingkan bursa negara lain.

Sebagai perbandingan:

  • Di Indonesia: Kepemilikan saham oleh satu pihak di atas 5% sudah tidak lagi dihitung sebagai free float.
  • Di Bursa Luar Negeri: Beberapa bursa masih menghitung kepemilikan di atas 10% sebagai bagian dari free float.

BEI menegaskan siap menyediakan data tambahan atau meningkatkan transparansi jika MSCI memerlukan akses data yang lebih mendalam untuk memahami profil pasar modal Indonesia.

Optimisme Berdasarkan Rekam Jejak

Meski MSCI jarang memberikan umpan balik langsung, BEI optimis dialog ini akan membuahkan hasil positif. Hal ini berkaca pada kasus sebelumnya terkait kebijakan Full Call Auction (FCA).

Saat itu, masukan dari BEI berhasil membuat MSCI menyesuaikan kebijakan pengecualian saham dari satu tahun menjadi hanya tiga bulan.

Bursa memanfaatkan sisa waktu hingga akhir Desember ini untuk terus memberikan masukan agar kebijakan yang diambil MSCI tidak merugikan emiten tanah air dan tetap menjaga daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.

SIMAK JUGA: BEI Ngaku Was-was Asing Berbondong-Bondong Outflow Karena Penyesuaian Free Float MSCI

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*